alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Cianjur Diamuk Puting Beliung, Belasan Rumah di Cianjur Rusak

CIANJUR, BALI EXPRESS – Belasan rumah warga di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat diterjang angin puting beliung, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Rudi Wibowo saat dihubungi Sabtu (11/12) mengatakan angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut membuat warga panik berlarian ke luar rumah karena sebagian besar atap rumah warga berhamburan terbawa angin.

“Satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan tertimpa tembok rumah yang ambruk. Sedangkan belasan rumah dilaporkan rusak akibat puting beliung, saat ini, petugas kami masih melakukan pendataan berapa jumlah pasti rumah yang rusak,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pemilik rumah yang rusak, mengungsi sementara ke rumah sanak saudara atau tetangga, sambil menunggu perbaikan esok hari karena angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut menjelang sore, sehingga warga kesulitan melakukan perbaikan.

Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait, agar dapat meringankan beban warga untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. “Kami belum bisa memastikan, namun sebagian besar rusak berat di bagian atap dan satu rumah temboknya ambruk,” katanya.

Keterangan warga sekitar angin puting beliung terjadi menjelang sore yang sebelumnya hujan turun deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut, angin memporak porandakan perkampungan warga yang sempat berhamburan ke luar rumah karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Angin puting beliung datang dari arah barat ke arah pemukiman warga, sebelumnya hujan turun deras disertai angin kencang yang berlangsung cukup lama. Tidak ada korban jiwa namun hitungan kami lebih dari 12 rumah yang rusak,” kata warga Saeful Firdaus (30).

Samsidin (22) warga yang mengalami luka di bagian kepala, mengatakan dia bersama beberapa orang warga lainnya berlindung di belakang tembok rumah yang tiba-tiba ambruk, sehingga menghantam bagian kepalanya.

“Saya bersama beberapa orang warga berlindung ditembok luar rumah karena angin mengamuk dengan cepat, sehingga membuat atap bangunan dan tembok rumah ambruk. Saya mengalami luka ringan di bagian kepala karena tertimpa batu bata,” katanya. (ant).


CIANJUR, BALI EXPRESS – Belasan rumah warga di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat diterjang angin puting beliung, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Rudi Wibowo saat dihubungi Sabtu (11/12) mengatakan angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut membuat warga panik berlarian ke luar rumah karena sebagian besar atap rumah warga berhamburan terbawa angin.

“Satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan tertimpa tembok rumah yang ambruk. Sedangkan belasan rumah dilaporkan rusak akibat puting beliung, saat ini, petugas kami masih melakukan pendataan berapa jumlah pasti rumah yang rusak,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pemilik rumah yang rusak, mengungsi sementara ke rumah sanak saudara atau tetangga, sambil menunggu perbaikan esok hari karena angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut menjelang sore, sehingga warga kesulitan melakukan perbaikan.

Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait, agar dapat meringankan beban warga untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. “Kami belum bisa memastikan, namun sebagian besar rusak berat di bagian atap dan satu rumah temboknya ambruk,” katanya.

Keterangan warga sekitar angin puting beliung terjadi menjelang sore yang sebelumnya hujan turun deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut, angin memporak porandakan perkampungan warga yang sempat berhamburan ke luar rumah karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Angin puting beliung datang dari arah barat ke arah pemukiman warga, sebelumnya hujan turun deras disertai angin kencang yang berlangsung cukup lama. Tidak ada korban jiwa namun hitungan kami lebih dari 12 rumah yang rusak,” kata warga Saeful Firdaus (30).

Samsidin (22) warga yang mengalami luka di bagian kepala, mengatakan dia bersama beberapa orang warga lainnya berlindung di belakang tembok rumah yang tiba-tiba ambruk, sehingga menghantam bagian kepalanya.

“Saya bersama beberapa orang warga berlindung ditembok luar rumah karena angin mengamuk dengan cepat, sehingga membuat atap bangunan dan tembok rumah ambruk. Saya mengalami luka ringan di bagian kepala karena tertimpa batu bata,” katanya. (ant).


Most Read

Artikel Terbaru

/