alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Dipicu Kasus Selingkuh, Antarsuku Bertikai di Papua, 3 Orang Terluka

JAYAPURA, BALI EXPRESS – Polres Nduga, Papua, menangani kasus pertikaian antar suku yang terjadi di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam, hingga menyebabkan tiga orang terluka kena panah.

Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiartha, Kamis (19/8) mengatakan, pertikaian antara masyarakat Distrik Wosak dengan masyarakat Distrik Iniye, terjadi Rabu (18/8) 

Dia mengakui anggota sempat mengeluarkan tembakan peringatan karena massa kedua kelompok tidak mau membubarkan diri, bahkan saling melepaskan anak panah.

“Kami berupaya memberikan pemahaman kepada massa dari masyarakat Distrik Wosak, bila ada masalah jangan diselesaikan dengan jalan perang suku, ” kata Kompol Komang Budiartha.

Dia juga mengatakan pihaknya telah meminta perwakilan dari masyarakat Distrik Wosak dan masyarakat Distrik Iniye untuk ke Polres Nduga, guna menyelesaikan masalah tersebut.

Pertikaian antar kedua kelompok masyarakat disebabkan masalah perselingkuhan yang terjadi pada 5 Juli lalu, dan sudah diselesaikan secara adat. Namun ada pihak yang tidak terima hingga terjadi perang.

“Kasusnya sudah diselesaikan secara adat di mana masyarakat dari Distrik Wosak sudah membayar denda secara tunai ke masyarakat dari Distrik Iniye yang dilakukan di Kampung Nogolaid,” jelas Kompol Komang Budiartha yang dihubungi dari Jayapura.

Kapolres Nduga mengaku pihaknya bersama Sekda Nduga Namia Gwijangge, berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat di kedua wilayah agar tidak lagi bertikai.

Bila ada permasalahan yang mengganjal, katanya, polisi dan pemda akan membantu menyelesaikannya. Dalam peristiwa pertikaian ini, tiga warga yang mengalami luka panah yaitu Isen Tabuni (20), Dogeles Tabuni (30), dan Ebes Tabuni (19). (ant)


JAYAPURA, BALI EXPRESS – Polres Nduga, Papua, menangani kasus pertikaian antar suku yang terjadi di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam, hingga menyebabkan tiga orang terluka kena panah.

Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiartha, Kamis (19/8) mengatakan, pertikaian antara masyarakat Distrik Wosak dengan masyarakat Distrik Iniye, terjadi Rabu (18/8) 

Dia mengakui anggota sempat mengeluarkan tembakan peringatan karena massa kedua kelompok tidak mau membubarkan diri, bahkan saling melepaskan anak panah.

“Kami berupaya memberikan pemahaman kepada massa dari masyarakat Distrik Wosak, bila ada masalah jangan diselesaikan dengan jalan perang suku, ” kata Kompol Komang Budiartha.

Dia juga mengatakan pihaknya telah meminta perwakilan dari masyarakat Distrik Wosak dan masyarakat Distrik Iniye untuk ke Polres Nduga, guna menyelesaikan masalah tersebut.

Pertikaian antar kedua kelompok masyarakat disebabkan masalah perselingkuhan yang terjadi pada 5 Juli lalu, dan sudah diselesaikan secara adat. Namun ada pihak yang tidak terima hingga terjadi perang.

“Kasusnya sudah diselesaikan secara adat di mana masyarakat dari Distrik Wosak sudah membayar denda secara tunai ke masyarakat dari Distrik Iniye yang dilakukan di Kampung Nogolaid,” jelas Kompol Komang Budiartha yang dihubungi dari Jayapura.

Kapolres Nduga mengaku pihaknya bersama Sekda Nduga Namia Gwijangge, berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat di kedua wilayah agar tidak lagi bertikai.

Bila ada permasalahan yang mengganjal, katanya, polisi dan pemda akan membantu menyelesaikannya. Dalam peristiwa pertikaian ini, tiga warga yang mengalami luka panah yaitu Isen Tabuni (20), Dogeles Tabuni (30), dan Ebes Tabuni (19). (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/