alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Warga Mengeluh Suara Gaduh, Diskotek Ditutup

SURABAYA, BALI EXPRESS – Diskotek di Dukuh Pakis Surabaya disegel akibat mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga sekitar. Penyegelan itu dilakukan Sabtu (18/6) malam.

Camat Dukuh Pakis Iin Tresno Ningsih menyebut, penyegelan itu dilakukan karena suara yang terlalu keras. Sehingga warga terganggu. “Sudah ditutup sementara untuk penambahan pengedap suara,” kata Iin, Minggu (19/6).

Iin membenarkan kabar warga sempat melakukan demonstrasi akibat suara yang terlalu gaduh itu. Warga, kata Iin, menggeruduk diskotek di Dukuh Pakis itu.
“Iya memang ada demo. Jadi warga sudah lapor ke aplikasi WargaKu. Terus Satpol PP langsung datang dan mempertemukan warga dengan pengelola,” papar Iin Tresno Ningsih.

Kabar penyegelan diskotek itu didukung anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Josiah Michael. Dia meminta pengelola diskotek untuk menambah dan memperbaiki kualitas pengedap suara. “Kemarin selama bimtek anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Hotel Fairfield, saya menginap di kamar lantai 9, dan dari dalam kamar saya mendengar suara house music yang cukup kencang,” terang Josiah.

Awalnya, lanjut Josiah, dia mengira suara itu datang dari lingkungan hotel. Ternyata setelah dicek, suara datang dari diskotek itu. “Keluhan ini juga disampaikan beberapa tamu hotel yang lain,” ujar Josiah.

Josiah merasa, kondisi itu mengganggu. Mengingat, jarak hotel di seberang diskotek dengan pengedap suara tiap ruangan, seharusnya cukup untuk meredam suara. “Aneh juga bisa bocor suaranya. Apalagi bagi warga perkampungan yang tinggal persis di belakang lokasi,” tutur Josiah.

Dia juga memberikan apresiasi kerja Sapol PP yang cepat tanggap hingga bisa meredam hal-hal yang tidak diinginkan. Josiah berharap pengusahan hiburan memperhatikan hal-hal serupa. “Sebaiknya diskotek ini jangan boleh beroperasi sampai mereka bisa memperbaiki sistem peredam suara, sekalian harus dicek dinas terkait mengenai perizinannya,” papar Josiah. (jpg/wid)

 


SURABAYA, BALI EXPRESS – Diskotek di Dukuh Pakis Surabaya disegel akibat mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga sekitar. Penyegelan itu dilakukan Sabtu (18/6) malam.

Camat Dukuh Pakis Iin Tresno Ningsih menyebut, penyegelan itu dilakukan karena suara yang terlalu keras. Sehingga warga terganggu. “Sudah ditutup sementara untuk penambahan pengedap suara,” kata Iin, Minggu (19/6).

Iin membenarkan kabar warga sempat melakukan demonstrasi akibat suara yang terlalu gaduh itu. Warga, kata Iin, menggeruduk diskotek di Dukuh Pakis itu.
“Iya memang ada demo. Jadi warga sudah lapor ke aplikasi WargaKu. Terus Satpol PP langsung datang dan mempertemukan warga dengan pengelola,” papar Iin Tresno Ningsih.

Kabar penyegelan diskotek itu didukung anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Josiah Michael. Dia meminta pengelola diskotek untuk menambah dan memperbaiki kualitas pengedap suara. “Kemarin selama bimtek anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Hotel Fairfield, saya menginap di kamar lantai 9, dan dari dalam kamar saya mendengar suara house music yang cukup kencang,” terang Josiah.

Awalnya, lanjut Josiah, dia mengira suara itu datang dari lingkungan hotel. Ternyata setelah dicek, suara datang dari diskotek itu. “Keluhan ini juga disampaikan beberapa tamu hotel yang lain,” ujar Josiah.

Josiah merasa, kondisi itu mengganggu. Mengingat, jarak hotel di seberang diskotek dengan pengedap suara tiap ruangan, seharusnya cukup untuk meredam suara. “Aneh juga bisa bocor suaranya. Apalagi bagi warga perkampungan yang tinggal persis di belakang lokasi,” tutur Josiah.

Dia juga memberikan apresiasi kerja Sapol PP yang cepat tanggap hingga bisa meredam hal-hal yang tidak diinginkan. Josiah berharap pengusahan hiburan memperhatikan hal-hal serupa. “Sebaiknya diskotek ini jangan boleh beroperasi sampai mereka bisa memperbaiki sistem peredam suara, sekalian harus dicek dinas terkait mengenai perizinannya,” papar Josiah. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/