alexametrics
24.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Mantan Gubernur NTT

KUPANG, BALI EXPRESS – Isak tangis keluarga sambut kedatangan jenazah gubernur NTT periode 2008-2018 (dua periode) Frans Lebu Raya yang tiba di rumah duka di jalan Thamrin, Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang, Senin (20/12).

Saat tiba di rumah duka, peti jenazah Frans Lebu Raya langsung dipikul oleh sejumlah satuan polisi pamong praja yang sudah bersiap di depan rumah duka.

Sebelumnya jenazah tokoh PDI Perjuangan NTT itu tiba di bandara El Tari pukul 13.00 WITA, setelah diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali pada pukul 11:35 WITA.

Usai dari bandara El Tari Kupang, jenazah suami dari Adinda Lusi Lebu Raya itu disemayamkan selama 30 menit di Kantor DPD PDIP NTT yang beralamat di Jalan Piet A Tallo, Kelurahan Oesapa Selatan. Mantan gubernur NTT ini meninggal Minggu (19/12), setelah menjalani perawatan di Rumah Saki Sanglah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Emilia Nomleni mengatakan bahwa masyarakat NTT tentu saja merasa kehilangan seorang tokoh yang selama masa kepemimpinannya sudah banyak membangun NTT.

“Tak hanya masyarakat NTT, keluarga besar PDI Perjuangan juga merasa kehilangan seorang tokoh partai yang sangat hebat,” tambah dia. (ant)


KUPANG, BALI EXPRESS – Isak tangis keluarga sambut kedatangan jenazah gubernur NTT periode 2008-2018 (dua periode) Frans Lebu Raya yang tiba di rumah duka di jalan Thamrin, Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang, Senin (20/12).

Saat tiba di rumah duka, peti jenazah Frans Lebu Raya langsung dipikul oleh sejumlah satuan polisi pamong praja yang sudah bersiap di depan rumah duka.

Sebelumnya jenazah tokoh PDI Perjuangan NTT itu tiba di bandara El Tari pukul 13.00 WITA, setelah diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali pada pukul 11:35 WITA.

Usai dari bandara El Tari Kupang, jenazah suami dari Adinda Lusi Lebu Raya itu disemayamkan selama 30 menit di Kantor DPD PDIP NTT yang beralamat di Jalan Piet A Tallo, Kelurahan Oesapa Selatan. Mantan gubernur NTT ini meninggal Minggu (19/12), setelah menjalani perawatan di Rumah Saki Sanglah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Emilia Nomleni mengatakan bahwa masyarakat NTT tentu saja merasa kehilangan seorang tokoh yang selama masa kepemimpinannya sudah banyak membangun NTT.

“Tak hanya masyarakat NTT, keluarga besar PDI Perjuangan juga merasa kehilangan seorang tokoh partai yang sangat hebat,” tambah dia. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/