Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Nusantara
icon featured
Nusantara

Nihil Temuan, Tim SAR Hentikan Pencarian 25 ABK KM Hentri

21 September 2021, 21: 19: 57 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Nihil Temuan, Tim SAR Hentikan Pencarian 25 ABK KM Hentri

PATROLI : Kapal Patroli 3002 Teluk Ambon milik Polairud Polda Maluku dipimpin Iptu Edwin Telroit yang masuk dalam Tim SAR Gabungan Basarnas Ambon dalam pencarian 25 ABK KM Hentri. (Antara/Daniel)

Share this      

AMBON, BALI EXPRESS - Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian 25 anak buah kapal (ABK) KM Hentri yang dihantam gelombang tinggi dan terbakar di antara perairan Pulau Tanimbar Kei, Maluku Tenggara dan Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

"Setelah dilakukan penambahan waktu tiga hari pencarian serta dilakukannya evaluasi, namun tidak ada tanda-tanda 25 ABK yang dicari, maka operasi SAR ditutup," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarbas) Ambon Mustari di Ambon, Selasa (21/9).

Kapal pencari cumi ini berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta pada 15 Agustus 2021 dengan POB (Person on Boat) 32 orang tujuan Merauka (Papua), namun mengalami musibah saat melintasi kawasan antara perairan Pulau Tanimbar Kei dan Pulau Yamdena pada 3 September 2021.

Baca juga: Sekeluarga Diseret Arus Palabuhanratu, Satu Korban Belum Ditemukan

Musibah ini baru diketahui Basarnas Ambon pada 8 September 2021 ketika lima ABK yang selamat dan terapung-apung di laut selama tiga hari, ditolong kapal pencari telur ikan terbang dan mengevakuasi mereka ke Pulau Tanimbar Kei.

Tim SAR gabungan mulai dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian sejak 8-14 September 2021, namun belum ada tanda-tanda terkait dengan 25 ABK yang dinyatakan hilang.

Basarnas Ambon memperpanjang masa operasi pencarian selama tiga hari, tetapi hasilnya tetap nihil. Dia mengatakan, Basarnas Ambon kembali menambah waktu tiga hari untuk melakukan upaya koordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait di Maluku Tenggara maupun Kabupaten Kepulauan Tanimbar sejak 18-20 September 2021, tetapi tidak ada informasi tentang 25 ABK itu.

Dia menyebut dalam peristiwa naas ini, lima ABK dinyatakan selamat, dua lainnya dilaporkan meninggal dunia ketika kapal terbakar, sedangkan 25 ABK lain yang sama-sama melompat ke laut tidak diketahui nasibnya.

"Walaupun upaya pencarian telah ditutup, namun bila ada informasi atau tanda-tanda keberadaan korban maka operasi SAR akan dibuka kembali," ujarnya. (ant)

(bx/rin/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia