26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Warung Jerman; Perkenalkan Masakan Bali untuk Wisatawan Asing

BALI EXPRESS, DENPASAR – Menu makanan Tipat Kuah tak sulit ditemui karena hampir setiap warung masakan Bali, memiliki menu olahan yang satu ini. Bahkan, lengkap dengan beragam jenis variasi, seperti yang disajikan Warung Jerman di Jalan Raya Puputan No 206, Renon, Denpasar.

 

Jika dilihat dari namanya yang pertama terlintas adalah warung ini adalah warung yang menyediakan menu makanan luar karena ada nama Jerman.  Namun hal itu ditampik owner Warung Jerman Ayu Nur Chandra Lestari.

Dijelaskan Ayu, Warung Jerman ini adalah warung yang menyediakan menu khas Bali. Sedangkan naman Jerman sendiri merupakan kependekan dari Jeruk Manis. “Jerman itu kependekan dari Jeruk Manis, yakni salah satu bahan utama yang juga kami gunakan di Warung Jerman,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Sebagai warung khas Bali, menu yang disajikan di Warung Jerman ini adalah menu khas Bali, yakni Nasi Campur Bali dan Tipat Kuah. Yang spesial di Warung Jerman ini adalah Tipat Kuah yang dilengkapi dengan tujuh jenis lauk-pauk, terdiri dari Sayur Urap, Lawar Nangka, Ayam Sisit, Kacang Goreng, Tum Ayam, Sate Ayam, dan Be Penyon.

Be Penyon ini, lanjut Ayu, menjadi ciri khas dari Warung Jerman, karena menu yang satu ini sebelum dihidangkan melalui proses memasak yang cukup panjang. Bahan utama be penyon adalah kelapa sebelum di masak dengan bumbu. Kelapa ini harus dibakar dulu kemudian dikerok. Setelah dikerok lalu dikukus, kemudian dimasak lagi menggunakan bumbu yang dipadu dengan santan kental.

Baca Juga :  Ketua Umum Ormas GMBI Ditangkap, Demo Berujung Ricuh

Menu selanjutnya adalah Nasi Campur Bali. Sesuai dengan namanya, menu nasi campur ini adalah seporsi nasi yang disajikan dengan lauk pauk khas Bali. Mulai dari Tum Ayam, Ayam Sisit, Kacang Goreng, Ayam Betutu, dan Kuah Garangasem Ayam.

Warung Jerman juga memiliki menu lain yang bisa dipesan oleh wisatawan dan masyarakat Bali, seperti  ikan gurami goreng dan Ayam Bakar Plecing. Jenis menu tersebut juga dimasak dengan menggunakan bumbu khas Bali.

Ayam Bakar Plecing yang disajikan, lanjut Ayu, adalah ayam bakar  menggunakan ayam kampung, sehingga dagingnya

lebih gurih. “Karena kami menggunakan ayam kampung, tentunya ayam bakar kami lebih kecil, namun dari segi rasa dijamin enak dan pedas,” ungkap perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Jadi,  rasa masakan yang ditawarkan di Warung Jerman ini sangat autentik dengan rasa bumbu yang tajam dan pedas. “Kami memang sengaja menyajikan menu makanan yang autentik Bali, dengan rasa pedas cabai yang menggigit,” paparnya.

Menu makanan yang dihidangkan tidak lengkap rasanya jika tidak ditutup dengan minuman segar. Khusus untuk minuman, Ayu merekomendasikan menu jeruk manis khas Warung Jerman. Sesuai dengan namanya, minuman ini dibuat dari sari jeruk manis murni, tanpa tambahan pemanis buatan.

Ayu mengungkapkan jika pihaknya menggunakan jeruk Kintamani sebagai bahan utama untuk membuat sari jeruk khas Warung Jerman. “Kami gunakan jeruk Kintamani. Selain mudah didapat dan tersedia sepanjang tahun, jenis jeruk ini juga sangat terkenal dengan rasa manis alami yang segar,” urainya.  

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Selokan Pasar Pramuka

 

Selain menyasar masyarakat lokal, Warung Jerman  juga ingin memperkenalkan menu makanan yang disajikannya kepada wisatawan asing yang datang ke Bali.

Dikatakan Ayu,  selain ingin melihat budaya Bali yang unik, wisatawan asing juga ingin mengenal budaya kuliner masyarakat Bali. “ Dari pengalaman kami bertemu dengan wisatawan asing, rata-rata mereka memang ingin mencicipi menu masakan khas Bali yang autentik ketika datang ke Bali,” jelasnya.

Adapun menu autentik ini, lanjut Ayu, adalah menu masakan khas Bali yang dibuat n menggunakan resep khas Bali, tanpa adanya penyesuaian rasa dari resep aslinya. Seperti yang dicontohkan rasa pedas pada masakan Bali yang pada umumnya menggunakan cabai Bali, sehingga menghasilkan rasa pedas yang menggigit.

Rasa inilah yang dikatakan Ayu sering dicari oleh wisatawan asing yang datang ke Bali, sehingga menu Warung Jerman sangat pas dengan pasar tersebut. “Rata-rata wisatawan yang datang ke warung kami mengaku puas dengan rasa masakan kami, meskipun rasanya cukup pedas bagi lidah mereka,” tambahnya. Ditegaskan Ayu, harga makanan di Warung Jerman relatif  terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu sampai dengan Rp 60 ribu per porsi. 


BALI EXPRESS, DENPASAR – Menu makanan Tipat Kuah tak sulit ditemui karena hampir setiap warung masakan Bali, memiliki menu olahan yang satu ini. Bahkan, lengkap dengan beragam jenis variasi, seperti yang disajikan Warung Jerman di Jalan Raya Puputan No 206, Renon, Denpasar.

 

Jika dilihat dari namanya yang pertama terlintas adalah warung ini adalah warung yang menyediakan menu makanan luar karena ada nama Jerman.  Namun hal itu ditampik owner Warung Jerman Ayu Nur Chandra Lestari.

Dijelaskan Ayu, Warung Jerman ini adalah warung yang menyediakan menu khas Bali. Sedangkan naman Jerman sendiri merupakan kependekan dari Jeruk Manis. “Jerman itu kependekan dari Jeruk Manis, yakni salah satu bahan utama yang juga kami gunakan di Warung Jerman,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Sebagai warung khas Bali, menu yang disajikan di Warung Jerman ini adalah menu khas Bali, yakni Nasi Campur Bali dan Tipat Kuah. Yang spesial di Warung Jerman ini adalah Tipat Kuah yang dilengkapi dengan tujuh jenis lauk-pauk, terdiri dari Sayur Urap, Lawar Nangka, Ayam Sisit, Kacang Goreng, Tum Ayam, Sate Ayam, dan Be Penyon.

Be Penyon ini, lanjut Ayu, menjadi ciri khas dari Warung Jerman, karena menu yang satu ini sebelum dihidangkan melalui proses memasak yang cukup panjang. Bahan utama be penyon adalah kelapa sebelum di masak dengan bumbu. Kelapa ini harus dibakar dulu kemudian dikerok. Setelah dikerok lalu dikukus, kemudian dimasak lagi menggunakan bumbu yang dipadu dengan santan kental.

Baca Juga :  Dewan Bali Dorong Kawasan Munduk – Wanagiri Jadi ODTW

Menu selanjutnya adalah Nasi Campur Bali. Sesuai dengan namanya, menu nasi campur ini adalah seporsi nasi yang disajikan dengan lauk pauk khas Bali. Mulai dari Tum Ayam, Ayam Sisit, Kacang Goreng, Ayam Betutu, dan Kuah Garangasem Ayam.

Warung Jerman juga memiliki menu lain yang bisa dipesan oleh wisatawan dan masyarakat Bali, seperti  ikan gurami goreng dan Ayam Bakar Plecing. Jenis menu tersebut juga dimasak dengan menggunakan bumbu khas Bali.

Ayam Bakar Plecing yang disajikan, lanjut Ayu, adalah ayam bakar  menggunakan ayam kampung, sehingga dagingnya

lebih gurih. “Karena kami menggunakan ayam kampung, tentunya ayam bakar kami lebih kecil, namun dari segi rasa dijamin enak dan pedas,” ungkap perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Jadi,  rasa masakan yang ditawarkan di Warung Jerman ini sangat autentik dengan rasa bumbu yang tajam dan pedas. “Kami memang sengaja menyajikan menu makanan yang autentik Bali, dengan rasa pedas cabai yang menggigit,” paparnya.

Menu makanan yang dihidangkan tidak lengkap rasanya jika tidak ditutup dengan minuman segar. Khusus untuk minuman, Ayu merekomendasikan menu jeruk manis khas Warung Jerman. Sesuai dengan namanya, minuman ini dibuat dari sari jeruk manis murni, tanpa tambahan pemanis buatan.

Ayu mengungkapkan jika pihaknya menggunakan jeruk Kintamani sebagai bahan utama untuk membuat sari jeruk khas Warung Jerman. “Kami gunakan jeruk Kintamani. Selain mudah didapat dan tersedia sepanjang tahun, jenis jeruk ini juga sangat terkenal dengan rasa manis alami yang segar,” urainya.  

Baca Juga :  Ketua Umum Ormas GMBI Ditangkap, Demo Berujung Ricuh

 

Selain menyasar masyarakat lokal, Warung Jerman  juga ingin memperkenalkan menu makanan yang disajikannya kepada wisatawan asing yang datang ke Bali.

Dikatakan Ayu,  selain ingin melihat budaya Bali yang unik, wisatawan asing juga ingin mengenal budaya kuliner masyarakat Bali. “ Dari pengalaman kami bertemu dengan wisatawan asing, rata-rata mereka memang ingin mencicipi menu masakan khas Bali yang autentik ketika datang ke Bali,” jelasnya.

Adapun menu autentik ini, lanjut Ayu, adalah menu masakan khas Bali yang dibuat n menggunakan resep khas Bali, tanpa adanya penyesuaian rasa dari resep aslinya. Seperti yang dicontohkan rasa pedas pada masakan Bali yang pada umumnya menggunakan cabai Bali, sehingga menghasilkan rasa pedas yang menggigit.

Rasa inilah yang dikatakan Ayu sering dicari oleh wisatawan asing yang datang ke Bali, sehingga menu Warung Jerman sangat pas dengan pasar tersebut. “Rata-rata wisatawan yang datang ke warung kami mengaku puas dengan rasa masakan kami, meskipun rasanya cukup pedas bagi lidah mereka,” tambahnya. Ditegaskan Ayu, harga makanan di Warung Jerman relatif  terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu sampai dengan Rp 60 ribu per porsi. 


Most Read

Artikel Terbaru