alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Seorang Korban Ledakan di Margocity Depok Akhirnya Meninggal

DEPOK, BALI EXPRESS – Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Dr. dr. Astuti Giantini menyatakan seorang korban meninggal dunia akibat peristiwa di Margocity Depok, Jawa Barat, setelah sebelumnya mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUI.

“Satu korban laki-laki berusia 30 tahun mengalami cedera berat di bagian kepala dan luka bakar, namun setelah mendapatkan perawatan medis, korban menghembuskan napas pada Minggu pagi dini hari (22/8) pukul 03.22 WIB, dan pagi pukul 08.50 WIB jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Astuti Giantini dalam keterangannya, Minggu (22/8).

Dua korban lainnya juga merupakan laki-laki, kondisinya hanya mengalami luka bakar dan luka lecet yang tergolong cukup ringan sehingga sudah diperbolehkan pulang.

RSUI membenarkan pihaknya mencatat ada 3 korban yang telah dibawa ke RSUI. Ketiga korban tersebut datang ke RSUI pada Sabtu (21/8) sore dan langsung mendapat perawatan di IGD RSUI.

“Kami juga mengucapkan turut berduka atas musibah yang menimpa Margocity dan para korban yang terkena musibah tersebut. Semoga para korban yang masih dalam perawatan segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.

Sebelumnya terjadi ledakan di pusat perbelanjaan Margocity Depok, Sabtu (21/8) sore pukul 16.50 WIB. Akibat peristiwa tersebut mengakibatkan 11 orang terluka, yaitu Satpam, pengunjung dan pegawai tenan. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan 3 buah mobil rusak yang terparkir dekat lift barang bagian luar.

Sebanyak delapan orang di rawat di Rumah Sakit Bunda Margonda dan tiga orang di rawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Kepala Polres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Siregar, menegaskan, ledakan yang terjadi di Margocity bukan disebabkan bom, namun karena lift barang yang amblas.

“Bukan karena bom. Ledakan terjadi karena lift barang yang berada di bagian belakang gedung amblas dari lantai 3 ke lantai 1,” katanya ketika ditemui di Margocity Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/8) malam.

Jadi dapat pastikan tidak ada ledakan bom. Suara keras dari ledakan itu adalah dari lift yang amblas dari lantai 3 ke lantai 1 karena beban yang terlalu berat.

Ia menjelaskan hal ini sesuai hasil pemeriksaan dari tim Gegana Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Pengecekan tim Gegana suara ledakan terjadi karena konstruksi bangunan yang tidak kuat menahan beban lift hingga jatuh dari lantai 3 ke lantai 1. Sehingga, lanjut dia, beberapa plafon dari lantai 3 dan lantai 1 ambruk. Jadi saya nyatakan sekali lagi tidak ada ledakan bom, ” jelasnya.

Akibat kejadian itu, 11 orang luka-luka, delapan orang dirawat di RS Bunda Margonda dan tiga dirawat di RS Universitas Indonesia.


DEPOK, BALI EXPRESS – Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Dr. dr. Astuti Giantini menyatakan seorang korban meninggal dunia akibat peristiwa di Margocity Depok, Jawa Barat, setelah sebelumnya mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUI.

“Satu korban laki-laki berusia 30 tahun mengalami cedera berat di bagian kepala dan luka bakar, namun setelah mendapatkan perawatan medis, korban menghembuskan napas pada Minggu pagi dini hari (22/8) pukul 03.22 WIB, dan pagi pukul 08.50 WIB jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Astuti Giantini dalam keterangannya, Minggu (22/8).

Dua korban lainnya juga merupakan laki-laki, kondisinya hanya mengalami luka bakar dan luka lecet yang tergolong cukup ringan sehingga sudah diperbolehkan pulang.

RSUI membenarkan pihaknya mencatat ada 3 korban yang telah dibawa ke RSUI. Ketiga korban tersebut datang ke RSUI pada Sabtu (21/8) sore dan langsung mendapat perawatan di IGD RSUI.

“Kami juga mengucapkan turut berduka atas musibah yang menimpa Margocity dan para korban yang terkena musibah tersebut. Semoga para korban yang masih dalam perawatan segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.

Sebelumnya terjadi ledakan di pusat perbelanjaan Margocity Depok, Sabtu (21/8) sore pukul 16.50 WIB. Akibat peristiwa tersebut mengakibatkan 11 orang terluka, yaitu Satpam, pengunjung dan pegawai tenan. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan 3 buah mobil rusak yang terparkir dekat lift barang bagian luar.

Sebanyak delapan orang di rawat di Rumah Sakit Bunda Margonda dan tiga orang di rawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Kepala Polres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Siregar, menegaskan, ledakan yang terjadi di Margocity bukan disebabkan bom, namun karena lift barang yang amblas.

“Bukan karena bom. Ledakan terjadi karena lift barang yang berada di bagian belakang gedung amblas dari lantai 3 ke lantai 1,” katanya ketika ditemui di Margocity Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/8) malam.

Jadi dapat pastikan tidak ada ledakan bom. Suara keras dari ledakan itu adalah dari lift yang amblas dari lantai 3 ke lantai 1 karena beban yang terlalu berat.

Ia menjelaskan hal ini sesuai hasil pemeriksaan dari tim Gegana Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Pengecekan tim Gegana suara ledakan terjadi karena konstruksi bangunan yang tidak kuat menahan beban lift hingga jatuh dari lantai 3 ke lantai 1. Sehingga, lanjut dia, beberapa plafon dari lantai 3 dan lantai 1 ambruk. Jadi saya nyatakan sekali lagi tidak ada ledakan bom, ” jelasnya.

Akibat kejadian itu, 11 orang luka-luka, delapan orang dirawat di RS Bunda Margonda dan tiga dirawat di RS Universitas Indonesia.


Most Read

Artikel Terbaru

/