28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Gempa Guncang Cianjur, 162 Orang Meninggal, Korban Didominasi Anak

CIANJUR, BALI EXPRESS -Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus bertambah.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengabarkan, sementara tercatat 56 orang meninggal dunia akibat terdampak gempa. “Korban meninggal tercatat 56 orang, yang luka-luka tidak kurang dari 700 orang,” kata Herman dihubungi JawaPos.com, Senin (21/11).

Namun per pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatatkan 162 orang meninggal dunia. Hal itu dibenarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Dari call center BPBD Cianjur, korban bertambah di mana yang meninggal 162 jiwa,” katanya dalam Instagram resminya, Senin (21/11).

Herman menjelaskan, korban meninggal dunia didominasi oleh anak-anak. Menurut Herman, mereka mengalami patah tulang akibat tertimpa runtuhan bangunan. “Anak-anak, iya rata-rata patah tulang,” ucap Herman.

Baca Juga :  Sebut Polisi “Warga Sambo Memang Meresahkan”, Sumiarti Masry Diamankan

Gempa yang terjadi sekitar pukul 13.21 WIB, banyak dari mereka sedang belajar di sekolah dan istirahat di dalam rumah. Herman mengungkapkan, pihaknya juga membuka posko darurat yang difokuskan di kantor pemerintah kabupaten dan halaman kantor DPRD Kabupaten Cianjur.

“Pengungsian difokuskan di Pemda dan juga kita rencanakan di halaman gedung DPRD,” ujar Herman.

Gempa juga mengakibatkan longsoran tanah di wilayah Cianjur. Menurut Herman, masih banyak daerah yang terisolasi sehingga sulit untuk dilakukan evakuasi bagi warga yang terdampak. “Iya karena ada longsoran-longsoran, paling parah di Kecamatan Cugenang,” papar Herman.

Herman menyatakan, pihaknya saat ini sangat membutuhkan tenda darurat, makanan, perawatan kesahatan dan tenaga medis, terutama untuk operasi patah tulang. “Makanan kita pasti nggak ada iya, karena mereka rumahnya rata semua,” papar Herman.

Baca Juga :  Warung Jerman; Perkenalkan Masakan Bali untuk Wisatawan Asing

Gempa dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat sekitar pukul 13.21 WIB. Guncangan juga dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Selain Jabodetabek, guncangan juga dirasakan di wilayah Sukabumi dan Bandung. “Magnitudo 5.6, pukul 13.21 WIB, lokasi 6.84 LS,107.05 BT (10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur-Jawa Barat),” demikian cuitan BMKG dalam akun Twitter.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa barada pada kedalaman 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. BMKG pun memastikan gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG. (jpg/art)

 


CIANJUR, BALI EXPRESS -Korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus bertambah.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengabarkan, sementara tercatat 56 orang meninggal dunia akibat terdampak gempa. “Korban meninggal tercatat 56 orang, yang luka-luka tidak kurang dari 700 orang,” kata Herman dihubungi JawaPos.com, Senin (21/11).

Namun per pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatatkan 162 orang meninggal dunia. Hal itu dibenarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Dari call center BPBD Cianjur, korban bertambah di mana yang meninggal 162 jiwa,” katanya dalam Instagram resminya, Senin (21/11).

Herman menjelaskan, korban meninggal dunia didominasi oleh anak-anak. Menurut Herman, mereka mengalami patah tulang akibat tertimpa runtuhan bangunan. “Anak-anak, iya rata-rata patah tulang,” ucap Herman.

Baca Juga :  Twin Hills, Objek Wisata Alam di Bangli yang Juga Disebut Bukit Selfie

Gempa yang terjadi sekitar pukul 13.21 WIB, banyak dari mereka sedang belajar di sekolah dan istirahat di dalam rumah. Herman mengungkapkan, pihaknya juga membuka posko darurat yang difokuskan di kantor pemerintah kabupaten dan halaman kantor DPRD Kabupaten Cianjur.

“Pengungsian difokuskan di Pemda dan juga kita rencanakan di halaman gedung DPRD,” ujar Herman.

Gempa juga mengakibatkan longsoran tanah di wilayah Cianjur. Menurut Herman, masih banyak daerah yang terisolasi sehingga sulit untuk dilakukan evakuasi bagi warga yang terdampak. “Iya karena ada longsoran-longsoran, paling parah di Kecamatan Cugenang,” papar Herman.

Herman menyatakan, pihaknya saat ini sangat membutuhkan tenda darurat, makanan, perawatan kesahatan dan tenaga medis, terutama untuk operasi patah tulang. “Makanan kita pasti nggak ada iya, karena mereka rumahnya rata semua,” papar Herman.

Baca Juga :  Urgensi Haluan Negara, Bamsoet Sebut Indonesia Belum Telat

Gempa dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat sekitar pukul 13.21 WIB. Guncangan juga dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Selain Jabodetabek, guncangan juga dirasakan di wilayah Sukabumi dan Bandung. “Magnitudo 5.6, pukul 13.21 WIB, lokasi 6.84 LS,107.05 BT (10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur-Jawa Barat),” demikian cuitan BMKG dalam akun Twitter.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa barada pada kedalaman 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. BMKG pun memastikan gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG. (jpg/art)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/