27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Cegah PMK, 1,1 Ton Daging Tanpa Dokumen Dimusnahkan

MERAUKE, BALI EXPRESS – Dalam rangka mengantisipasi penyeberan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan berkuku terbelah di Merauke, sebanyak 1,1 ton daging dari PT Krapyak atau UD Bintoro, dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikuburkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Rabu (21/9), kemarin.

Daging tersebut disita Satpol PP Merauke bersama Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Karantina Pertanian beberapa waktu lalu. Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Johanes Abraham Dimara Kolonel Pnb Feri Yunaldi dan Satgas penanggulangan PMK memusnahkan daging tersebut dengan cara menyulutkan api ke kayu bakar yang sudah disiram minyak tanah.

Baca Juga :  Cegah PMK, Pelabuhan Padangbai Dilengkapi Alat Semprot Kendaraan

Kadis Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke Martha Bayu Wijaya melaporkan, 1,1 ton daging yang dimusnahkan ini terdiri dari daging campuran dari outlet sebanyak 59,9 kg. Lalu karkas domba 11 ekor seberat 198 kg, daging slice 27 pak, kaki sapi 20 karton, daging domba 18 ball, daging domba potongan 31,4 kg dan tulang campuran sebanyak 61,7 Kg.

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka mengajak seluruh pengusaha dan para mitra untuk sama-sama menegakkan aturan. Apapun yang akan dilakukan untuk kemajuan negeri ini, yang pasti pemerintah dan seluruh perangkat daerah TNI dan Polri akan memberikan suport. Namun dengan komunikasi yang baik terlebuh dahulu.

Baca Juga :  Bikin Tubuh Bugar Kembali di Pramana Spa Ubud

“Ada rambu-rambu yang sudah ditegaskan pemerintah dalam bentuk aturan untuk menjadi ketaatan semua. Saya kira, komunikasi merupakan hal yang baik untuk menjembatani apapun yang kita lakukan di negeri ini,” ungkapnya.

Pihak swasta, lanjut Bupati Romanus Mbaraka, merupakan mitra dari pemerintah. Pemerintah adalah bagian dari mitra swasta, sehingga ia mengajak untuk bergandengan tangan secara bersama-sama. “Tapi melindungi daerah ini juga menjadi kewajiban dari hal-hal yang tidak inginkan. Kami di daerah adalah pelaksana aturan di negara ini yang sudah dikumandangkan negara,” pungkasnya. (jpg/wid)

 


MERAUKE, BALI EXPRESS – Dalam rangka mengantisipasi penyeberan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan berkuku terbelah di Merauke, sebanyak 1,1 ton daging dari PT Krapyak atau UD Bintoro, dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikuburkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Rabu (21/9), kemarin.

Daging tersebut disita Satpol PP Merauke bersama Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Karantina Pertanian beberapa waktu lalu. Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Johanes Abraham Dimara Kolonel Pnb Feri Yunaldi dan Satgas penanggulangan PMK memusnahkan daging tersebut dengan cara menyulutkan api ke kayu bakar yang sudah disiram minyak tanah.

Baca Juga :  Usai Kibarkan Merah Putih, 30 Mahasiswa Terjebak di Gunung Amonggedo

Kadis Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke Martha Bayu Wijaya melaporkan, 1,1 ton daging yang dimusnahkan ini terdiri dari daging campuran dari outlet sebanyak 59,9 kg. Lalu karkas domba 11 ekor seberat 198 kg, daging slice 27 pak, kaki sapi 20 karton, daging domba 18 ball, daging domba potongan 31,4 kg dan tulang campuran sebanyak 61,7 Kg.

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka mengajak seluruh pengusaha dan para mitra untuk sama-sama menegakkan aturan. Apapun yang akan dilakukan untuk kemajuan negeri ini, yang pasti pemerintah dan seluruh perangkat daerah TNI dan Polri akan memberikan suport. Namun dengan komunikasi yang baik terlebuh dahulu.

Baca Juga :  Cegah PMK, Pelabuhan Padangbai Dilengkapi Alat Semprot Kendaraan

“Ada rambu-rambu yang sudah ditegaskan pemerintah dalam bentuk aturan untuk menjadi ketaatan semua. Saya kira, komunikasi merupakan hal yang baik untuk menjembatani apapun yang kita lakukan di negeri ini,” ungkapnya.

Pihak swasta, lanjut Bupati Romanus Mbaraka, merupakan mitra dari pemerintah. Pemerintah adalah bagian dari mitra swasta, sehingga ia mengajak untuk bergandengan tangan secara bersama-sama. “Tapi melindungi daerah ini juga menjadi kewajiban dari hal-hal yang tidak inginkan. Kami di daerah adalah pelaksana aturan di negara ini yang sudah dikumandangkan negara,” pungkasnya. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/