alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Dapur Asix Makin Asyik dengan Menu Tradisional

BALI EXPRESS, DENPASAR – Industri kuliner di Bali mengalami perkembangan yang pesat. Apapun jenis makanan dan konsep restoran yang dihadirkan,   bisa menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, seperti yang dilakukan Dapur Asix di Jalan Merdeka No 15 Renon, Denpasar.

 

Dapur ASIX yang berdiri sejak awal Oktober 2018, menjai salah satu rumah makan yang ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan. Pemilik Warung Asix, Ashanti, mengatakan, Warung Asix bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai dikunjungi karena  tidak terlepas dari jenis menu  tradisional yang disajikan dengan tampilan yang cantik. “Jenis-jenis makanan yang kami sajikan adalah jenis masakan tradisional khas Indonesia,” jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group ), pekan kemarin.

Dikatakannya, masakan tradisional yang disajikan, juga  dimasak dengan konsep menu rumahan. Ada beberapa jenis menu andalan yang disajikan di Dapur Asix  diantaranya Ayam Cabe Ijo, Pare Nenek, Paru Mercon, Salted Egg, dan Rendag Asix.

Dari lima jenis makanan yang disajikan tersebut, Ayam Cabe Ijo dan Pare Nenek menjadi menu favorit di Dapur Asix Renon. Kedua jenis menu ini disajikan dengan menu favorit karena  sudah tidak asing lagi di lidah orang Indonesia, termasuk masyarakat Bali.

Baca Juga :  Wagub Jenguk Anak yang Alami Luka Bakar di Bekasi

Ada satu menu yang unik dari dua jenis menu favorit di Dapur Asix, yakni Pare Nenek. Meskipun namanya Pare Nenek dengan bahan dasar buah Pare yag terkenal pahit, namun di Dapur Asix, Pare  ini dijamin tidak memiliki rasa pahit.

Menurut  Ashanti, ketika memasak Pare, ada beberapa treatment yang dilakukan sehingga pare tidak memiliki jejak rasa pahit. Selain itu, penggunaan bumbu-bumbu khas Indonesia  juga membuat rasa dari Pare Nenek tidak pahit.

Selanjutnya ada juga yang menarik, yaitu Salted Egg atau telur asin. Jenis telur asin yang disajikan adalah jenis premium, karena dibuat dari telur bebek pilihan dengan proses pengasinan yang cukup lama. “ Salted Egg kami spesial, kuning telurnya benar-benar gurih dan berminyak, karena proses pengasinan yang cukup lama,” paparnya.

Meskipun jenis menu yang disajikan adalah menu tradisional, namun Dapur Asix menjadi destinasi kuliner yang menyajikan menu makanan dengan tampilan yang cukup modern. Seluruh menu disajikan dengan konsep rice bowl. Selain praktis, konsep rice bowl diakui Ashanti menjadi salah satu konsep penyajian yang digemari di industri kuliner saat ini.

Baca Juga :  Antisipasi Penanggulangan Bencana Inklusif Perlu Sinergi Pentahelix

Untuk rice bowl, lanjut Ashanti, bisa dinikmati dimana saja, baik di Dapur Asix maupun di rumah. Karena untuk pesanan take away, menu-menu ini juga disajikan dengan konsep rice bowl yang menggunakan paper bowl.

Digunakannya paper bowl ini, karena Dapur Asix ingin dalam bisnisnya meminimalkan penggunaan plastik, sehingga bisa berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Selain sebagai tempat makan yang nyaman di kawasan Renon, Dapur Asix juga mejadi salah satu tempat yang nyaman untuk menyelenggarakan beragam jenis pertemuan, mulai dari acara santai dan acara bisnis.

Di Dapur Asix tersedia fasilitas untuk menyelenggarakan pertemuan, mulai dari fasilitas meeting hingga fasilitas lainnya. “Kami menyediakan spot untuk menyelenggarakan pertemuan, karena kawasan Renon ini merupakan salah satu kawasan bisnis di Bali, sehingga banyak instansi yang ingin melakukan pertemuan di sekitar kawasan ini,” paparnya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Industri kuliner di Bali mengalami perkembangan yang pesat. Apapun jenis makanan dan konsep restoran yang dihadirkan,   bisa menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, seperti yang dilakukan Dapur Asix di Jalan Merdeka No 15 Renon, Denpasar.

 

Dapur ASIX yang berdiri sejak awal Oktober 2018, menjai salah satu rumah makan yang ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan. Pemilik Warung Asix, Ashanti, mengatakan, Warung Asix bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai dikunjungi karena  tidak terlepas dari jenis menu  tradisional yang disajikan dengan tampilan yang cantik. “Jenis-jenis makanan yang kami sajikan adalah jenis masakan tradisional khas Indonesia,” jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group ), pekan kemarin.

Dikatakannya, masakan tradisional yang disajikan, juga  dimasak dengan konsep menu rumahan. Ada beberapa jenis menu andalan yang disajikan di Dapur Asix  diantaranya Ayam Cabe Ijo, Pare Nenek, Paru Mercon, Salted Egg, dan Rendag Asix.

Dari lima jenis makanan yang disajikan tersebut, Ayam Cabe Ijo dan Pare Nenek menjadi menu favorit di Dapur Asix Renon. Kedua jenis menu ini disajikan dengan menu favorit karena  sudah tidak asing lagi di lidah orang Indonesia, termasuk masyarakat Bali.

Baca Juga :  Kasatpol PP Ditangkap dalam Kasus Pembunuhan Pegawai Dishub

Ada satu menu yang unik dari dua jenis menu favorit di Dapur Asix, yakni Pare Nenek. Meskipun namanya Pare Nenek dengan bahan dasar buah Pare yag terkenal pahit, namun di Dapur Asix, Pare  ini dijamin tidak memiliki rasa pahit.

Menurut  Ashanti, ketika memasak Pare, ada beberapa treatment yang dilakukan sehingga pare tidak memiliki jejak rasa pahit. Selain itu, penggunaan bumbu-bumbu khas Indonesia  juga membuat rasa dari Pare Nenek tidak pahit.

Selanjutnya ada juga yang menarik, yaitu Salted Egg atau telur asin. Jenis telur asin yang disajikan adalah jenis premium, karena dibuat dari telur bebek pilihan dengan proses pengasinan yang cukup lama. “ Salted Egg kami spesial, kuning telurnya benar-benar gurih dan berminyak, karena proses pengasinan yang cukup lama,” paparnya.

Meskipun jenis menu yang disajikan adalah menu tradisional, namun Dapur Asix menjadi destinasi kuliner yang menyajikan menu makanan dengan tampilan yang cukup modern. Seluruh menu disajikan dengan konsep rice bowl. Selain praktis, konsep rice bowl diakui Ashanti menjadi salah satu konsep penyajian yang digemari di industri kuliner saat ini.

Baca Juga :  Wagub Jenguk Anak yang Alami Luka Bakar di Bekasi

Untuk rice bowl, lanjut Ashanti, bisa dinikmati dimana saja, baik di Dapur Asix maupun di rumah. Karena untuk pesanan take away, menu-menu ini juga disajikan dengan konsep rice bowl yang menggunakan paper bowl.

Digunakannya paper bowl ini, karena Dapur Asix ingin dalam bisnisnya meminimalkan penggunaan plastik, sehingga bisa berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Selain sebagai tempat makan yang nyaman di kawasan Renon, Dapur Asix juga mejadi salah satu tempat yang nyaman untuk menyelenggarakan beragam jenis pertemuan, mulai dari acara santai dan acara bisnis.

Di Dapur Asix tersedia fasilitas untuk menyelenggarakan pertemuan, mulai dari fasilitas meeting hingga fasilitas lainnya. “Kami menyediakan spot untuk menyelenggarakan pertemuan, karena kawasan Renon ini merupakan salah satu kawasan bisnis di Bali, sehingga banyak instansi yang ingin melakukan pertemuan di sekitar kawasan ini,” paparnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/