Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Nusantara
icon featured
Nusantara

Tak Terima Anak Ditilang, Bapak Kejar Polantas Pakai Pedang

25 November 2021, 22: 37: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Terima Anak Ditilang, Bapak Kejar Polantas Pakai Pedang

TANGKAPAN LAYAR: Aksi seorang bapak yang mengejar polantas lantaran tidak terima anaknya ditilang. (ISTIMEWA)

Share this      

BANYUASIN, BALI EXPRESS- Seorang bapak bernama Muhamad Nur Alias Amad, 39, mengejar anggota Satlantas Polres Banyuasin menggunakan pedang panjang. Hal ini dilakukan warga Jalan Purbolinggo Lk VI, RT 47/12, Kelurhan Betung, Kecamatan Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan, tersebut karena tak terima anaknya ditilang polisi.

Anggota Polantas yang dikejar dengan parang itu bernama Bripka Angga Novriadi, SH MH. Aksi itu pun terekam video amatir dan viral di media social. Dalam video tersebut, tampak Bripka Anggi sampai terjatuh saat melarikan diri dari kejaran pelaku.

Kejadiannya tepat di Jalan Palembang – Betung, Simpang Tugu Polwan, Kelurhan Betung, Kecamatan Betung,  Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis pagi (25/11).

Baca juga: Viral, Oknum TNI-Polri Baku Pukul, Begini Kronologinya

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi Sik saat dikonfirmasi Sumeks (Jawa Pos Group) mengatakan kejadian berawal saat korban bersama rekannya Bripka Kusno sedang melaksanan kegiatan rutin kepolisian sebagai anggota Kepolisian Lalu Lintas di wilayah Betung.

“Sehingga dilakukan sanksi tilang berupa penyitaan kendaraan,” beber Kanit Pidum Polres Banyuasin, Iptu Mukminin.

Usai ditilang itu rupanya pengendara melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya Muhamad Nur Alias Amad. “Langsung datang ke lokasi menggunakan mobil taft, dan ada dua sajam di dalam mobil, ” tambahnya.

Saat Amad menemui anggota polisi tersebut, sempat meminta kunci motor anaknya sambil marah-marah. Namun karena sudah diberikan tindak penilangan, tidak diberikan oleh anggota Lantas. 

Karena tidak diberikan kunci motor, tersangka berbadan gempal itu kembali ke dalam mobilnya. Setelah mengambil celurit dan pedang panjang, tersangka mengejar petugas kepolisian sambil mengayunkan sajamnya.

Anggota langsung kabur, dan sampai jatuh bangun tersungkur ke dalam parit akibat kejaran seseorang tersebut.

“Akan tetapi berhasil menyelamatkan diri, dan hanya mengalami luka lecet di kaki kanan dan terkilir di bagian tangan sebelah kanan,” ucapnya.

Usai itu korban melaporkan kejadian itu, dan satreskrim polres Banyuasin diback up polsek Betung yang dipimpin kapolsek Betung Iptu gunawan langsung menindaklanjutinya. “Langsung diamankan sekitar pukul 12.25 WIB di wilayah Muba,” terangnya.

Ikut diamankan barang bukti mobil Taft nopol BG 1572 FA, sepeda motor Yamaha vega warna putih nopol BG 2937 JU, senjata tajam jenis celurit dan senjata tajam jenis parang atau pedang panjang.

Atas perbuatan tersangka dikenaikan pasal perbuatan tidak menyenangkan denhan ancaman kekerasan dan tindak pidana melawan petugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 KUHP dan pasal 212 KUHP jo Pasal 2 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang sajam.

Sementara itu M Nur tersangka mengaku khilaf dan emosi karena anaknya ditilang okeh anggota lantas. “Emosi bae pak,” singkatnya. 

(bx/wid/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia