alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Penembak Misterius Beraksi Lagi di Pulau Haruku, 1 Warga Tewas

AMBON, BALI ECPRESS – Penembakan oleh orang tidak dikenal kembali terjadi di kawasan hutan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu (26/3), sekira pukul 17.45 WIT.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat mengatakan insiden tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia bernama Ibrahim Sangaji (47), warga Dusun Nama’a, Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku.

“Sabtu (26/3) sore, sekitar pukul 17.45 WIT, terjadi korban meninggal dunia diduga akibat luka tembak. Korban atas nama Ibrahim Sangaji,” kata Roem Ohoirat di Ambon, Sabtu (26/3).

Dia menjelaskan peristiwa penembakan tersebut berlokasi di hutan Rual-Rual, yang berjarak sekitar enam kilometer dari Dusun Nama’a, Negeri Pelauw.

“Korban meninggal diduga ditembak menggunakan senjata api. Kami belum dapat pastikan senjata api rakitan atau organik. Korban meninggal dengan luka tembak pada bagian bawah rusuk kiri tembus ke punggung bagian belakang sebelah kanan,” jelasnya.

Saat ini, personel Polda Maluku dan Kodam XVI/Pattimura telah dikerahkan untuk memperkuat pasukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Jangan terprovokasi oleh isu-isu yang mengadu domba masyarakat,” tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk membantu aparat keamanan, sehingga bisa mengungkap kasus tersebut, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Atas peristiwa tersebut, Polda Maluku mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi, karena tim penyelidik telah dikerahkan menuju lokasi kejadian.

“Kami minta agar jangan terbawa isu dan atau membawa isu negeri dan sebagainya. Kami imbau masyarakat tidak terprovokasi. Kami sudah turunkan tim untuk menangani kasus tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya terjadi konflik antarwarga Desa Kariuw dan Ori-Pelauw di Pulau Haruku, Maluku Tengah, akibat kesalahpahaman yang diduga karena persoalan tapal batas dari kedua wilayah tersebut.

Dampak kejadian itu menyebabkan sebanyak 739 warga Kariuw mengungsi. Selain itu, konflik juga menyebabkan ratusan rumah warga dan belasan kendaraan bermotor dirusak.

Saat ini kondisi keamanan di kedua desa tersebut sudah aman. Namun, pasukan gabungan Polri dan TNI tetap menjaga keadaan di sana.

Sebelumnya juga terjadi penembakan misterius di tengah hutan Negeri Hulaliu yang mengakibatkan dua orang tewas. ant

 


AMBON, BALI ECPRESS – Penembakan oleh orang tidak dikenal kembali terjadi di kawasan hutan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu (26/3), sekira pukul 17.45 WIT.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat mengatakan insiden tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia bernama Ibrahim Sangaji (47), warga Dusun Nama’a, Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku.

“Sabtu (26/3) sore, sekitar pukul 17.45 WIT, terjadi korban meninggal dunia diduga akibat luka tembak. Korban atas nama Ibrahim Sangaji,” kata Roem Ohoirat di Ambon, Sabtu (26/3).

Dia menjelaskan peristiwa penembakan tersebut berlokasi di hutan Rual-Rual, yang berjarak sekitar enam kilometer dari Dusun Nama’a, Negeri Pelauw.

“Korban meninggal diduga ditembak menggunakan senjata api. Kami belum dapat pastikan senjata api rakitan atau organik. Korban meninggal dengan luka tembak pada bagian bawah rusuk kiri tembus ke punggung bagian belakang sebelah kanan,” jelasnya.

Saat ini, personel Polda Maluku dan Kodam XVI/Pattimura telah dikerahkan untuk memperkuat pasukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Jangan terprovokasi oleh isu-isu yang mengadu domba masyarakat,” tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk membantu aparat keamanan, sehingga bisa mengungkap kasus tersebut, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Atas peristiwa tersebut, Polda Maluku mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi, karena tim penyelidik telah dikerahkan menuju lokasi kejadian.

“Kami minta agar jangan terbawa isu dan atau membawa isu negeri dan sebagainya. Kami imbau masyarakat tidak terprovokasi. Kami sudah turunkan tim untuk menangani kasus tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya terjadi konflik antarwarga Desa Kariuw dan Ori-Pelauw di Pulau Haruku, Maluku Tengah, akibat kesalahpahaman yang diduga karena persoalan tapal batas dari kedua wilayah tersebut.

Dampak kejadian itu menyebabkan sebanyak 739 warga Kariuw mengungsi. Selain itu, konflik juga menyebabkan ratusan rumah warga dan belasan kendaraan bermotor dirusak.

Saat ini kondisi keamanan di kedua desa tersebut sudah aman. Namun, pasukan gabungan Polri dan TNI tetap menjaga keadaan di sana.

Sebelumnya juga terjadi penembakan misterius di tengah hutan Negeri Hulaliu yang mengakibatkan dua orang tewas. ant

 


Most Read

Artikel Terbaru

/