alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Jengkel Anak Rewel, Ibu Aniaya Anak Kandung hingga Tewas

SURABAYA, BALI EXPRESS — Kelakuan Eka Sari Yuni Hartini, 25, sungguh biadab. Perempuan asal Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, itu tega menganiaya anak kandungnya sendiri, AD, yang masih berusia lima bulan hingga tewas.

Ironisnya, jenazah korban baru dilaporkan dan ditemukan petugas, Sabtu sore (25/6). Saat ditemukan kondisi korban sudah membusuk di kamarnya, Jalan Siwalankerto Tengah, Gang Anggur Nomor 121, Surabaya.

Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik mengatakan, penemuan jenazah korban bermula dari keterangan saksi Eti Suharti, 47, yang tak lain nenek korban. Dia bercerita kepada salah satu tetangganya bahwa cucunya meninggal dunia sejak Kamis (23/6) lalu.

Mendapat kabar tersebut, warga lalu melapor ke Polsek Wonocolo. Sejurus kemudian Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo dan Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi.

“Mayat korban ditemukan di dalam kamar. Kondisi sudah berair menghitam dan mengelurkan bau tak sedap,” ujarnya didampingi Kanit Reskrim AKP Ristitanto, Minggu (26/6).

Baca Juga :  Tembak Sekuriti, Dua Perampok Bersenjata Api Gasak Isi Toko Emas

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka kekerasan di kepala bagian belakang dan punggung korban. Polisi lantas melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku yang tak lain ibu korban ditangkap di Gunung Kidul, Jogjakarta, Sabtu malam (25/6).

“Tersangka ibu kandung korban. Dia menganiaya anaknya dengan cara melempar ke tempat tidur dan memukul menggunakan tangan,” sebutnya.

Menurut Roycke, penganiayaan bermula pada Selasa sore (21/6). Bayi malang itu sebelum kejadian sempat dimandikan sang nenek. Kemudian digendong ibunya ke dalam kamar. Saat itu tersangka emosi karena korban rewel. Lalu tersangka melempar korban ke tempat tidurnya. Selain itu, korban juga dipukul tersangka menggunakan tangan.

“Kamis dini hari (23/6), saksi sempat hendak memberikan susu kepada cucu (korban) yang merupakan bayi stunting. Namun, korban sudah lemas, lebam biru, dingin dan meninggal dunia,” paparnya.

Baca Juga :  101 Personel Seskoau Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Mendapati hal itu, saksi sempat menanyakan ke ibu korban. Namun, tersangka malah mengancam ibunya bila berbicara kepada tetangga hendak membunuh saksi. “Tersangka mengancam akan membunuh ibunya bila cerita ke tetangga terkait kematian korban,” bebernya.

Mengetahui anaknya tewas, tersangka malah berangkat ke Jogjakarta untuk acara liburan bersama suami dan anak pertamanya, Jumat (24/6). “Tersangka sering menganiaya korban. Alasannya jengkel emosi karena korban rewel suka nangis, apabila pelaku bertengkar dengan suami,” urainya.

Sejauh ini, kata Roycke, suami tersangka berinisial R tidak ikut terlibat. Tersangka dan suaminya sudah menikah sirih selama lima tahun dan dikaruniani dua anak. Dari pengungkapan ini polisi menyita barang bukti baju korban. (jpg/wid)

 


SURABAYA, BALI EXPRESS — Kelakuan Eka Sari Yuni Hartini, 25, sungguh biadab. Perempuan asal Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, itu tega menganiaya anak kandungnya sendiri, AD, yang masih berusia lima bulan hingga tewas.

Ironisnya, jenazah korban baru dilaporkan dan ditemukan petugas, Sabtu sore (25/6). Saat ditemukan kondisi korban sudah membusuk di kamarnya, Jalan Siwalankerto Tengah, Gang Anggur Nomor 121, Surabaya.

Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik mengatakan, penemuan jenazah korban bermula dari keterangan saksi Eti Suharti, 47, yang tak lain nenek korban. Dia bercerita kepada salah satu tetangganya bahwa cucunya meninggal dunia sejak Kamis (23/6) lalu.

Mendapat kabar tersebut, warga lalu melapor ke Polsek Wonocolo. Sejurus kemudian Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo dan Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi.

“Mayat korban ditemukan di dalam kamar. Kondisi sudah berair menghitam dan mengelurkan bau tak sedap,” ujarnya didampingi Kanit Reskrim AKP Ristitanto, Minggu (26/6).

Baca Juga :  101 Personel Seskoau Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka kekerasan di kepala bagian belakang dan punggung korban. Polisi lantas melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku yang tak lain ibu korban ditangkap di Gunung Kidul, Jogjakarta, Sabtu malam (25/6).

“Tersangka ibu kandung korban. Dia menganiaya anaknya dengan cara melempar ke tempat tidur dan memukul menggunakan tangan,” sebutnya.

Menurut Roycke, penganiayaan bermula pada Selasa sore (21/6). Bayi malang itu sebelum kejadian sempat dimandikan sang nenek. Kemudian digendong ibunya ke dalam kamar. Saat itu tersangka emosi karena korban rewel. Lalu tersangka melempar korban ke tempat tidurnya. Selain itu, korban juga dipukul tersangka menggunakan tangan.

“Kamis dini hari (23/6), saksi sempat hendak memberikan susu kepada cucu (korban) yang merupakan bayi stunting. Namun, korban sudah lemas, lebam biru, dingin dan meninggal dunia,” paparnya.

Baca Juga :  Jumlah Aduan Diprediksi Sangat Tinggi Pasca-PSU

Mendapati hal itu, saksi sempat menanyakan ke ibu korban. Namun, tersangka malah mengancam ibunya bila berbicara kepada tetangga hendak membunuh saksi. “Tersangka mengancam akan membunuh ibunya bila cerita ke tetangga terkait kematian korban,” bebernya.

Mengetahui anaknya tewas, tersangka malah berangkat ke Jogjakarta untuk acara liburan bersama suami dan anak pertamanya, Jumat (24/6). “Tersangka sering menganiaya korban. Alasannya jengkel emosi karena korban rewel suka nangis, apabila pelaku bertengkar dengan suami,” urainya.

Sejauh ini, kata Roycke, suami tersangka berinisial R tidak ikut terlibat. Tersangka dan suaminya sudah menikah sirih selama lima tahun dan dikaruniani dua anak. Dari pengungkapan ini polisi menyita barang bukti baju korban. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/