alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Sadis! Seorang Pria Bunuh Lima Tetangganya secara Bergilir

PAEMBANG, BALI EXPRESS – Sadis! Seorang pria berusia 25 tahun berinisal OF melakukan aksi pembunuhan berantai, Jumat (26/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Lima nyawa tetangganya dihabisi secara bergiliran dalam waktu singkat di Kampung I, Desa Sungai Banglai, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Saat ini pelaku sudah diamankan polisi.

Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (Polres OKU), Sumatera Selatan, saat ini pihaknya masih mendalami motif pembunuhan terhadap lima orang warga Kampung I, Desa Sungai Bunglai, Kecamatan Peninjauan, OKU, itu.

Lima korban tersebut berinisial S, 45; I, 48; E, 40; HJ, 33; dan Er, 35. Mereka tewas dibunuh secara tragis oleh pelaku berinisial OF,25 seorang pria yang juga warga setempat pada Jumat (26/11).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres OKU Ajun Komisaris Polisi Hillal Adi Imawan di Baturaja, Sabtu (27/11) mengatakan, pelaku sudah diamankan oleh anggotanya ke Mapolres beberapa saat setelah melakukan aksinya.

Dari keterangan yang diperoleh, pelaku mengaku sakit hati terhadap salah satu korban yang diduga sudah mengambil kartu ATM miliknya.

Cuma, polisi belum bisa memastikan keterangan tersebut sesuai dengan kenyataannya. Sebab saat diinterogasi pelaku sedikit ngawur saat berbicara. Apalagi informasi warga setempat pelaku itu diduga memiliki keterbelakangan mental.

“Belum bisa kami pastikan motif seperti apa. Masih kami tindak lanjuti peristiwa ini seperti memeriksa saksi-saksi dan memerlukan bantuan dokter atau psikolog untuk memastikan kondisi kesehatan jiwa pelaku tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Kasus Pemerkosaan Santri Ponpes di OKU Selatan

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres OKU Ajun Komisaris Polisi Mardi Nursal mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi kejadian tersebut berlangsung Jumat (26/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia menjelaskan, awalnya pelaku OF keluar dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor dan makan somai di sebuah warung (TKP pertama). Di sana pelaku bertemu korban pertama berinisial H. Tanpa diduga korban langsung ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan sebilah pisau sampai tersungkur.

“Kemudian terjadi keributan di sana. Sehingga, korban kedua I yang sedang melintas di lokasi berhenti bermaksud hendak melihat. Namun malah ikut kena tusuk,” ujarnya.

Setelah kejadian di warung tersebut, pelaku masuk ke belakang rumah warga menuju ke arah sumur. Di sana, ia bertemu korban ketiga yakni Er yang sedang mengambil air. Hal yang sama juga dilakukan terhadap Er. Dia ditusuk hingga tersungkur dan menimbulkan keributan.

Mendengar keributan dari belakang rumah, E, 40 yang merupakan suami Er keluar rumah karena melihat istrinya menjerit kesakitan. Dia menolong. Namun nahas ia juga bernasib sama. Dia ikut ditusuk oleh pelaku.

“Er sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan akibat luka di bagian leher,” ujarnya.

Sementara korban kelima S, menjadi korban setelah mendengar keributan di belakang rumah pasangan E dan Er. Saat keluar rumah itulah S ditusuk hingga tewas.

Setelah itu pelaku langsung pulang ke rumah hingga akhirnya ditangkap petugas.

“Saat ini para korban sudah diserahkan kepada keluarga,” tandasnya. (antara)

 

PAEMBANG, BALI EXPRESS – Sadis! Seorang pria berusia 25 tahun berinisal OF melakukan aksi pembunuhan berantai, Jumat (26/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Lima nyawa tetangganya dihabisi secara bergiliran dalam waktu singkat di Kampung I, Desa Sungai Banglai, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Saat ini pelaku sudah diamankan polisi.

Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (Polres OKU), Sumatera Selatan, saat ini pihaknya masih mendalami motif pembunuhan terhadap lima orang warga Kampung I, Desa Sungai Bunglai, Kecamatan Peninjauan, OKU, itu.

Lima korban tersebut berinisial S, 45; I, 48; E, 40; HJ, 33; dan Er, 35. Mereka tewas dibunuh secara tragis oleh pelaku berinisial OF,25 seorang pria yang juga warga setempat pada Jumat (26/11).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres OKU Ajun Komisaris Polisi Hillal Adi Imawan di Baturaja, Sabtu (27/11) mengatakan, pelaku sudah diamankan oleh anggotanya ke Mapolres beberapa saat setelah melakukan aksinya.

Dari keterangan yang diperoleh, pelaku mengaku sakit hati terhadap salah satu korban yang diduga sudah mengambil kartu ATM miliknya.

Cuma, polisi belum bisa memastikan keterangan tersebut sesuai dengan kenyataannya. Sebab saat diinterogasi pelaku sedikit ngawur saat berbicara. Apalagi informasi warga setempat pelaku itu diduga memiliki keterbelakangan mental.

“Belum bisa kami pastikan motif seperti apa. Masih kami tindak lanjuti peristiwa ini seperti memeriksa saksi-saksi dan memerlukan bantuan dokter atau psikolog untuk memastikan kondisi kesehatan jiwa pelaku tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Sempat Cekcok, Seorang Remaja Ditemukan Tewas di Kamar Kosnya

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres OKU Ajun Komisaris Polisi Mardi Nursal mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi kejadian tersebut berlangsung Jumat (26/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia menjelaskan, awalnya pelaku OF keluar dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor dan makan somai di sebuah warung (TKP pertama). Di sana pelaku bertemu korban pertama berinisial H. Tanpa diduga korban langsung ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan sebilah pisau sampai tersungkur.

“Kemudian terjadi keributan di sana. Sehingga, korban kedua I yang sedang melintas di lokasi berhenti bermaksud hendak melihat. Namun malah ikut kena tusuk,” ujarnya.

Setelah kejadian di warung tersebut, pelaku masuk ke belakang rumah warga menuju ke arah sumur. Di sana, ia bertemu korban ketiga yakni Er yang sedang mengambil air. Hal yang sama juga dilakukan terhadap Er. Dia ditusuk hingga tersungkur dan menimbulkan keributan.

Mendengar keributan dari belakang rumah, E, 40 yang merupakan suami Er keluar rumah karena melihat istrinya menjerit kesakitan. Dia menolong. Namun nahas ia juga bernasib sama. Dia ikut ditusuk oleh pelaku.

“Er sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan akibat luka di bagian leher,” ujarnya.

Sementara korban kelima S, menjadi korban setelah mendengar keributan di belakang rumah pasangan E dan Er. Saat keluar rumah itulah S ditusuk hingga tewas.

Setelah itu pelaku langsung pulang ke rumah hingga akhirnya ditangkap petugas.

“Saat ini para korban sudah diserahkan kepada keluarga,” tandasnya. (antara)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru