alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Sekdis Perdagangan Bogor Tersangka Korupsi Dana Bantuan Bencana

BOGOR, BALI EXPRESS — Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menetapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Sumardi sebagai tersangka korupsi dana bantuan kebencanaan.

“Perkembangan kasus dana bencana, hari ini kami menetapkan dua orang tersangka, S dan SS,” ungkap Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Juanda saat konferensi pers di kantornya, Cibinong, Bogor, Kamis.

Sumardi yang merupakan mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ditetapkan sebagai tersangka bersama satu orang lainnya berinisial SS yang merupakan pegawai kontrak di BPBD pada tahun 2011-2018.

Keduanya, dianggap melakukan penyelewengan uang senilai Rp 1,7 miliar untuk bantuan kebencanaan yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) tahun anggaran 2017. “Kabid berperan melakukan pelaksanaan pencairan BTT 2017 tersebut. Sementara SS perannya terlibat membantu tugasnya kabid,” kata Juanda.

Baca Juga :  17 Orang Diperiksa Terkait Perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah

Ia menyebutkan, dana bantuan senilai Rp 1,7 miliar tersebut seharusnya didistribusikan oleh BDBD Kabupaten Bogor kepada masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Cisarua, Tenjolaya dan Jasinga. Tapi, hasil dari pemeriksaan kejari terhadap saksi-saksi, bantuan tersebut rupanya tidak terdistribusikan.

Juanda menjelaskan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan terhadap kedua tersangka. Tapi, pihaknya segera melakukan pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Yang bersangkutan sudah sekitar lima kali kami periksa sebagai saksi. Total saksi-saksi yang kami periksa dalam kasus ini ada sekitar 15 saksi,” terangnya. (jpg/wid)


BOGOR, BALI EXPRESS — Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menetapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Sumardi sebagai tersangka korupsi dana bantuan kebencanaan.

“Perkembangan kasus dana bencana, hari ini kami menetapkan dua orang tersangka, S dan SS,” ungkap Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Juanda saat konferensi pers di kantornya, Cibinong, Bogor, Kamis.

Sumardi yang merupakan mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ditetapkan sebagai tersangka bersama satu orang lainnya berinisial SS yang merupakan pegawai kontrak di BPBD pada tahun 2011-2018.

Keduanya, dianggap melakukan penyelewengan uang senilai Rp 1,7 miliar untuk bantuan kebencanaan yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) tahun anggaran 2017. “Kabid berperan melakukan pelaksanaan pencairan BTT 2017 tersebut. Sementara SS perannya terlibat membantu tugasnya kabid,” kata Juanda.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Sebu 20 Warganya Terpapar Omicron

Ia menyebutkan, dana bantuan senilai Rp 1,7 miliar tersebut seharusnya didistribusikan oleh BDBD Kabupaten Bogor kepada masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Cisarua, Tenjolaya dan Jasinga. Tapi, hasil dari pemeriksaan kejari terhadap saksi-saksi, bantuan tersebut rupanya tidak terdistribusikan.

Juanda menjelaskan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan terhadap kedua tersangka. Tapi, pihaknya segera melakukan pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Yang bersangkutan sudah sekitar lima kali kami periksa sebagai saksi. Total saksi-saksi yang kami periksa dalam kasus ini ada sekitar 15 saksi,” terangnya. (jpg/wid)


Most Read

Artikel Terbaru

/