alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Setubuhi Istri Orang, Seorang Pria Dimutilasi

JAKARTA, BALI EXPRESS – Gara-gara menyetubuhi istri orang, seorang pria dimutilasi. Sebelum dibunuh, korban sempat diajak mengkonsumsi narkoba untuk mempermudah aksi para tersangka.

Korban mutilasi adalah Ridho Suhendra, 28, warga Kampung Buwek, Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sementara aksinya dilakukan di tempat penitipan motor dekat Gedung Juang, Kecamatan Tambun, Bekasi.

Jasad korban sendiri ditemukan terbungkus plastik, dilapisi baju berwarna hijau dan diikat di Jalan Raya Pantura, di Kampung Kedunggede, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Setelah mengamankan dua terduga pelaku mutilasi di Kedungwaringin, kota Bekasi, polisi akhirnya mengungkap motif mutilasi tersebut. Dua terduga pelaku mutilasi di Kedungwaringin itu yakni FM, 20 dan MAP, 29. Sementara satu pelaku lain berinisial ER saat ini tengah dalam pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, mutilasi di Kedungwarin itu dilatarbelakangi motif sakti hati terduga pelaku kepada korban.

Zulpan menyatakan, baik FM dan MAP saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada dua tersangka. MAP 29 Laki laki, kemudian FM 20 laki laki,” ujar Zulpan kepada wartawan dikutip dari pojoksatu.id (Grup Jawa Pos), Senin (29/11/2021).

Zulpan menceritakan, pembunuhan terhadap Ridho Suhendra itu dilakukan para pelaku di tempat penitipan motor dekat Gedung Juang, Kecamatan Tambun, Bekasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiga pelaku mengaku sakit hati kepada Ridho Suhendra sehingga menghabisi korban.

Baca Juga :  Masuk Sumbar lewat Sungai, Tiga Pemudik dari Riau Hanyut

Yang melatarbelakangi kasus ini oleh para pelaku motifnya adalah para pelaku sakit hati dengan korban RS,” ungkap Zulpan.

Zulpan juga mengungkap baik FM dan MAP, sama-sama memiliki dendam terhadap korban

Untuk FM, kata Zulpan, korban disebut pernah menghina FM dan istrinya.

Sedangkan MAP, sakit hati lantaran korban pernah menyetubuhi almarhum istrinya.

“Tersangka FM sakit hati karena korban pernah menghina pelaku FM dan istrinya. Kemudian tersangka MAP sakit hati dengan korban karena almarhum istri pelaku pernah dicabuli korban,” ungkap Zulpan.

Zulpan menuturkan, sesaat sebelum pembunuhan terjadi, tersangka FM sempat terlibat cekcok dengan korban di tempat penitipan motor.

Sedangkan tersangka MAP kemudian melerai perkelahian tersebut. Setelahnya, korban sempat diajak MAP untuk mengonsumsi narkoba.

Zulpan menyebut alasan para tersangka mengajak korban mengkonsumsi narkoba ialah agar korban tertidur.

Setelahnya, korban pun langsung dibunuh oleh para tersangka.

“Para pelaku mengajak korban untuk mengonsumsi narkoba awalnya. Kemudian ketika korban tertidur kemudian para pelaku dengan perannya masing-masing bersama membunuh korban,” kata Zulpan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

“Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP ancaman pidana seumur hidup atau paling lama waktu tertentu,” tandas Zulpan. 

 

 

JAKARTA, BALI EXPRESS – Gara-gara menyetubuhi istri orang, seorang pria dimutilasi. Sebelum dibunuh, korban sempat diajak mengkonsumsi narkoba untuk mempermudah aksi para tersangka.

Korban mutilasi adalah Ridho Suhendra, 28, warga Kampung Buwek, Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sementara aksinya dilakukan di tempat penitipan motor dekat Gedung Juang, Kecamatan Tambun, Bekasi.

Jasad korban sendiri ditemukan terbungkus plastik, dilapisi baju berwarna hijau dan diikat di Jalan Raya Pantura, di Kampung Kedunggede, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Setelah mengamankan dua terduga pelaku mutilasi di Kedungwaringin, kota Bekasi, polisi akhirnya mengungkap motif mutilasi tersebut. Dua terduga pelaku mutilasi di Kedungwaringin itu yakni FM, 20 dan MAP, 29. Sementara satu pelaku lain berinisial ER saat ini tengah dalam pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, mutilasi di Kedungwarin itu dilatarbelakangi motif sakti hati terduga pelaku kepada korban.

Zulpan menyatakan, baik FM dan MAP saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada dua tersangka. MAP 29 Laki laki, kemudian FM 20 laki laki,” ujar Zulpan kepada wartawan dikutip dari pojoksatu.id (Grup Jawa Pos), Senin (29/11/2021).

Zulpan menceritakan, pembunuhan terhadap Ridho Suhendra itu dilakukan para pelaku di tempat penitipan motor dekat Gedung Juang, Kecamatan Tambun, Bekasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiga pelaku mengaku sakit hati kepada Ridho Suhendra sehingga menghabisi korban.

Baca Juga :  Dispar Gandeng Google untuk Kenalkan Destinasi Wisata Buleleng

Yang melatarbelakangi kasus ini oleh para pelaku motifnya adalah para pelaku sakit hati dengan korban RS,” ungkap Zulpan.

Zulpan juga mengungkap baik FM dan MAP, sama-sama memiliki dendam terhadap korban

Untuk FM, kata Zulpan, korban disebut pernah menghina FM dan istrinya.

Sedangkan MAP, sakit hati lantaran korban pernah menyetubuhi almarhum istrinya.

“Tersangka FM sakit hati karena korban pernah menghina pelaku FM dan istrinya. Kemudian tersangka MAP sakit hati dengan korban karena almarhum istri pelaku pernah dicabuli korban,” ungkap Zulpan.

Zulpan menuturkan, sesaat sebelum pembunuhan terjadi, tersangka FM sempat terlibat cekcok dengan korban di tempat penitipan motor.

Sedangkan tersangka MAP kemudian melerai perkelahian tersebut. Setelahnya, korban sempat diajak MAP untuk mengonsumsi narkoba.

Zulpan menyebut alasan para tersangka mengajak korban mengkonsumsi narkoba ialah agar korban tertidur.

Setelahnya, korban pun langsung dibunuh oleh para tersangka.

“Para pelaku mengajak korban untuk mengonsumsi narkoba awalnya. Kemudian ketika korban tertidur kemudian para pelaku dengan perannya masing-masing bersama membunuh korban,” kata Zulpan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

“Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP ancaman pidana seumur hidup atau paling lama waktu tertentu,” tandas Zulpan. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru