alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Empat Tahun Beroperasi, Polresta Bandung Gerebek Pabrik Mi Formalin

BANDUNG, BALI EXPRESS – Polresta Bandung menggerebek pabrik mi mengandung bahan formalin di Desa Rahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/6). Pabrik tersebut bisa memproduksi mi hingga 2 ton per hari.

Kapolresta Bandung Kombespol Kusworo Wibowo menduga pabrik itu beroperasi selama empat tahun. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial Y yang merupakan pemilik pabrik dan 13 saksi lainnya.

“Memang pergerakannya tertutup sekali. Tidak ada masyarakat sekitar yang mengetahui, meski lokasi pabrik tersebut di dekat pemukiman,” kata Kusworo seperti dilansir dari Antara di lokasi pabrik mi formalin, Rabu (29/6).

Berdasar penyelidikan, masyarakat hanya mengetahui jika pabrik tersebut merupakan pabrik makanan bakso tahu. Penyelidikan terhadap pengungkapan pabrik mi formalin itu memakan waktu selama sebulan. “Penyelidikan dilakukan tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung,” ujar Kusworo.

Baca Juga :  Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Meninggal Dunia di Bali

Dia menjelaskan, mi di pabrik tersebut diproduksi dengan menggunakan tepung terigu dan tepung kanji. Setelah dibentuk, mi tersebut kemudian direbus dengan formalin. Tujuan agar mi tersebut masa kedaluwarsa lama, mulai dari 4 hingga 5 bulan.

“Sudah kami uji coba tadi menggunakan alat, sehingga sampel yang ada itu menunjukkan warna ungu. Maka itu indikasi dan dinyatakan positif berbahan formalin,” papar Kusworo.

Dia mengungkapkan, produk mi formalin itu sudah dijual ke beberapa pasar di Kabupaten Bandung.

Setelah terungkap, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah kepala pasar di daerah setempat agar tidak menjual mi dari pabrik tersebut.

Di tempat itu, polisi mengamankan 1,5 ton mi mengandung formalin yang siap edar. Selain itu, di lokasi pun masih banyak bahan baku yang bakal diproduksi, mulai dari tepung terigu, minyak, dan bahan baku lain. (jpg/wid)

Baca Juga :  Kepitu Restaurant Total Manjakan dan Penuhi Selera Wisatawan

 


BANDUNG, BALI EXPRESS – Polresta Bandung menggerebek pabrik mi mengandung bahan formalin di Desa Rahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/6). Pabrik tersebut bisa memproduksi mi hingga 2 ton per hari.

Kapolresta Bandung Kombespol Kusworo Wibowo menduga pabrik itu beroperasi selama empat tahun. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial Y yang merupakan pemilik pabrik dan 13 saksi lainnya.

“Memang pergerakannya tertutup sekali. Tidak ada masyarakat sekitar yang mengetahui, meski lokasi pabrik tersebut di dekat pemukiman,” kata Kusworo seperti dilansir dari Antara di lokasi pabrik mi formalin, Rabu (29/6).

Berdasar penyelidikan, masyarakat hanya mengetahui jika pabrik tersebut merupakan pabrik makanan bakso tahu. Penyelidikan terhadap pengungkapan pabrik mi formalin itu memakan waktu selama sebulan. “Penyelidikan dilakukan tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung,” ujar Kusworo.

Baca Juga :  Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Meninggal Dunia di Bali

Dia menjelaskan, mi di pabrik tersebut diproduksi dengan menggunakan tepung terigu dan tepung kanji. Setelah dibentuk, mi tersebut kemudian direbus dengan formalin. Tujuan agar mi tersebut masa kedaluwarsa lama, mulai dari 4 hingga 5 bulan.

“Sudah kami uji coba tadi menggunakan alat, sehingga sampel yang ada itu menunjukkan warna ungu. Maka itu indikasi dan dinyatakan positif berbahan formalin,” papar Kusworo.

Dia mengungkapkan, produk mi formalin itu sudah dijual ke beberapa pasar di Kabupaten Bandung.

Setelah terungkap, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah kepala pasar di daerah setempat agar tidak menjual mi dari pabrik tersebut.

Di tempat itu, polisi mengamankan 1,5 ton mi mengandung formalin yang siap edar. Selain itu, di lokasi pun masih banyak bahan baku yang bakal diproduksi, mulai dari tepung terigu, minyak, dan bahan baku lain. (jpg/wid)

Baca Juga :  KPK Dalami Dugaan Dana Masuk Partai Demokrat di Kasus Bupati Abdul Gafur

 


Most Read

Artikel Terbaru

/