BALI EXPRESS, DENPASAR - Berwisata ke Kota Denpasar, tidak saja disuguhkan wisata kota tua di kawasan Jalan Gajah Mada dengan beragam sentuhan modernnya. Namun, bisa juga menikmati sisi lain yang sayang dilewatkan, seperti Pasar burung Satria di kawasan Jalan Veteran.
Meskipun namanya Pasar Burung, namun tempat ini tidak hanya menjual beragam jenis burung. Di Pasar Burung Satria, pengunjung dengan mudah bisa menemukan beragam jenis hewan lain, mulai dari anjing, kucing, ular, kelinci, monyet, hamster hingga beragam jenis reptil lainnya. Sehingga tidak salah Pasar Burung ini mendapatkan julukan sebagai Mini Zoo Park alis kebun binatang mini Kota Denpasar. Seperti apa keseruan mengeksplorasi Pasar Burung yang sudah eksis sejak tahun 1980 ini?
Berwisata ke Pasar Burung Satria bagi Narendra, seorang dosen perguruan tinggi di Denpasar ini, bisa menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. " Datang ke Pasar Burung ini, saya pribadi seperti berkunjung ke kebun binatang yang ukurannya mini, karena beragam jenis hewan peliharaan ada di sini," jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.
Berkunjung ke Pasar Burung Satria, lanjutnya, tidak diperlukan persiapan khusus, hanya perlu pakai masker bagi yang alergi debu.
Pengunjung bisa menyaksikan beragam jenis hewan peliharaan yang dipajang di berbagai jenis tempat sepeti akuarium, sangkar burung hingga dibiarkan bebas di boks khusus.
Selain itu, beragam jenis burung yang dijual di puluhan kios di Pasar Burung ini juga menarik dilihat. Selain warnanya yang lucu, merdunya kicauan burung, lanjut Narendra, menjadi daya tarik tersendiri. "Bagi saya, kicauan ratusan jenis burung di pasar ini mampu memberikan suasana yang tenang, bahkan saya merasa tidak sedang berada di tengah Kota Denpasar," paparnya.
Narendra mengaku sering datang ke Pasar Burung Satria, selain untuk membeli pakan beberapa hewan peliharaannya, juga untuk melepas stres. "Di Pasar Burung Satria bisa melihat beragam jenis hewan peliharaan dan ngobrol santai dengan para pedagang hewan," akunya.
Lantas, bagaimana kunjungan wisatawan asing ke pasar ini? Made Yudi, salah seorang pemandu wisata yang kemarin di temui di Denpasar, mengatakan, Pasar Burung Satria bisa menjadi salah satu alternatif objek wisata di Kota Denpasar. "Selama ini, wisata di Denpasar pasti identik dengan city tour. Namun, selain city tour, wisatawan juga bisa berwisata ke Pasar Burung Satria ini," jelasnya.
Yudi mengatakan, kunjungan ke Pasar Burung Satria ini lebih sering dilakukan wisatawan Asia, seperti Tiongkok dan Malaysia. "Aktivitas pasar tradisional bagi wisatawan Tiongkok menjadi aktivitas yang menarik untuk dilihat," ujarnya.
Pengunjung Lokal Biasanya Langsung Belanja
Andi Nurahman, salah seorang pedagang ikan di Pasar Burung Satria mengatakan, selain yang datang untuk membeli beragam jenis hewan ataupun pakan ternak, banyak yang datang hanya untuk melihat-lihat aktivitas hewan. "Untuk yang datang melihat-lihat atau berwisata ini, biasanya wisatawan domestik atau wisatawan asing yang menginap di Kota Denpasar," terangnya.
Wisatawan juga bisa melihat beragam atraksi hewan lucu milik para pedagang. Ada beberapa jenis hewan yang memang memiliki tingkah polah lucu dan menggemaskan, sehingga sering kali menarik pengunjung untuk mendokumentasikannya, seperti hamster, kucing, dan anjing.
"Biasanya pengunjung lokal yang datang pasti membeli hewan diakhir kunjungannya. Jenis hewan yang dibeli adalah jenis hewan yang gampang dipelihara, seperti hamster atau ikan," tambahnya.
Andi maupun beberapa pedagang lainnya, mengakui jika harga yang dipatok untuk beragam jenis hewan peliharaan di Pasar Burung Satria ini relatif terjangkau. "Jika kurang pas, pengunjung bisa menawar harganya. Sama halnya seperti pasar lainnya, aktivitas tawar menawar juga berlaku,"pungkasnya.