Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Boreh Bali Kini Diminati Para Gadis dan Wisatawan Asing, Ini Buktinya

I Putu Suyatra • Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:44 WIB
Boreh Bali Kini Diminati Para Gadis dan Wisatawan Asing, Ini Buktinya
Boreh Bali Kini Diminati Para Gadis dan Wisatawan Asing, Ini Buktinya


BALI EXPRESS, UBUD - Boreh atau Lulur yang terbuat dari beragam jenis rempah untuk menghangatkan tubuh,  pada zaman dahulu hanya menjadi produk tradisional yang digemari oleh nenek saja. Tapi kini, gadis pun kepincut dengan daya magisnya.



Ketika teknologi semakin berkembang dan gaya hidup back to nature menjadi tren pola hidup masyarakat modern,  terapi Boreh turut melejit.  Tidak saja menjadi konsumsi masyarakat pedesaan,  namun menjadi salah satu treatment yang digemari oleh pasar Spa internasional.




Salah satu industri Spa di Bali yang menyediakan treatment Boreh adalah Ubud Bodyworks Centre di Jalan Hanoman, Ubud, Gianyar. Rumah Spa ini menjadi salah satu Spa yang menyajikan Spa Boreh yang diminati  wisatawan asing yang datang ke Ubud.




Corporate Spa Manager Ubud Bodyworks Centre, Alni Rahayu, mengakui Spa Boreh menjadi salah satu andalan di Ubud Bodyworks Centre. Bahkan, lanjut Alni,  produk ini diminati oleh wisatawan asing yang datang ke Ubud, selain karena fungsinya sebagai treatment (perawatan)  kesehatan,  juga  karena terbuat dari rempah-rempah khas Bali.




Salah satu treatment Spa yang menggunakan Boreh Ubud Bodyworks Centre adalah Treatment Lymphatic Boreh. Sesuai dengan namanya,  treatment ini berfungsi untuk mengaktifkan fungsi limpa pada tubuh manusia. 




Dengan aktifnya fungsi limpa ini,  maka sistem kekebalan tubuh tidak terganggu. Seperti yang dikatakan Alni, fungsi Limpa untuk membersihkan dan menyimpan sel darah merah,  serta mengenali dan menyerang patogen yang masuk ke dalam tubuh.




Treatment ini menggabungkan pemijatan menggunakan sistem limpatik, yakni suatu sistem sirkulasi pemijatan sekunder dengan menggunakan lulur Boreh organik yang terbuat dari rempah-rempah khas Bali. Treatment berlangsung mulai 45 menit hingga 2,5 jam.




Dikatakan Alni, treatment ini dimulai dengan pemijatan dengan baluran kelapa murni,  selanjutnya  tubuh wisatawan dibaluri Boreh ke seluruh tubuh hingga kering. Proses ini akan memberikan efek hangat  dalam tubuh, sehingga bisa memperlancar peredaran darah.




Boreh yang digunakan adalah Boreh yang terbuat dari begaram jenis rempah,  seperti jahe, cengkeh, kapulaga, pala, kunyit, kencur, dan beras merah. Seluruh bahan diproses secara manual. Seluruh rempah-rempah ini berfungsi memberikan rasa hangat, sehingga peredaran darah menjadi lancar.
Treatment lain yang menggunakan Boreh adalah spice bath. Pada terapi ini,  wisatawan bisa menikmati berendam dalam bathup yang berisi air hangat dengan rempah-rempah khas Bali,  seperti jahe, cengkeh,  kapulaga,  pala, dan kencur. Selain memberikan efek relaksasi, terapi ini juga bisa memperlancar peredaran darah, sehingga wisatawan bia merasa segar kembali setelah seharian beraktivitas.




Selain kedua treatment, Ubud Bodyworks Centre masih memiliki beberapa jenis treatment lainnya, diantaranya Balinese Spa, Deep Tissue Therapy Massage, dan Sunburn Treatment. 
Sunburn Treatment juga menjadi salah satu treatment yang diminati oleh wisatawan asing,  khususnya wisatawan Eropa. Karena di treatment ini,  wisatawan bisa melakukan perawatan kulit akibat efek terbakar sinar matahari tropis.  Sama halnya dengan terapi lainnya,  treatment ini juga menggunakan bahan-bahan alami dan organik,  seperti lidah buaya yang sudah dikenal sebagai bahan alami untuk merawat kulit.




Alni mengakui, Ubud Bodyworks Centre tidak membatasi pasar wisatawan,  meskipun peminta dari terapi di Ubud Bodyworks Centre ini didominasi oleh wisatawan asing, khususnya wisatawan Eropa. Tapi Alni tetap  melakukan promosi terhadap pasar domestik. " Kami tidak membatasi pasar,  sehingga siapa saja bisa datang dan melakukan perawatan di Ubud Bodyworks Centre," pungkasnya.



Editor : I Putu Suyatra
#ubud