alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Kelelahan Usai Rekapitulasi, Ketua KPPS Kena Serangan Jantung

BALI EXPRESS, SINGARAJA – Para “pejuang demokrasi” terus bertumbangan. Kali ini dialami Made Sulitra, ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 5 Desa Bubunan Kecamatan Seririt. Sulitra harus menjalani perawatan di RSUD Buleleng, lantaran didiagnosa mengalami serangan jantung akibat kelelahan selama bertugas dalam Pemilu 2019.

 

Kesehatan Sulitra kian memburuk seusai melaksanakan tugas saat proses pungut hitung suara, Rabu (17/4). Ketika menjalankan tugas, TPS 5 yang dipimpinnya itu menuntaskan pekerjaannya sekitar pukul 00.20. Lantaran kelelahan, Sulitra langsung pulang ke rumah.

 

Berselang seminggu kemudian, tepatnya pada Rabu  (24/4), Sulitra kembali mengikuti rekapitulasi di PPK Seririt untuk Desa Bubunan. Namun, keesokan harinya pada Kamis (25/4) kondisi kesehatannya kian menurun. Bahkan, ketika sedang beristirahat di rumahnya Ia sempat pingsan, sehingga harus dilarikan ke RSUD Buleleng.

 

“Sore dada saya terasa sakit. Saya kasih minyak, malah keluar keringat dingin, dan tidak sadarkan diri. Saya langsung dilarikan ke UGD,” jelas Sulitra, saat ditemui di RSUD Buleleng, Kamis (2/5) siang.

 

Lanjutnya, setibanya di RSUD Buleleng, Ia menjalani perawatan secara intensif di Ruang ICCU RSUD Buleleng selama empat hari. Hingga Senin (29/4) , kondisinya mulai stabil, dan Sulitra pun dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

 

 “Memang ini katanya karena kelelahan. Sebelumnya tidak pernah punya riwayat sakit jantung,” imbuh Sulitra.

 

Di sisi lain, Perbekel Desa Bubunan Kecamatan Seririt Ketut Sudarmawan Duniaji menyempatkan menjenguk Made Sulitra pada Kamis (2/5) pagi. Sudarmawan menuturkan, pihak desa sebenarnya sudah berupaya untuk mendukung dan menjaga kesehatan para petugas KPPS dan PPS yang ada di desanya dengan memberikan asupan vitamin.

 

Kondisi kesehatan KPPS, sebutnya, menjadi fokus perhatian pemerintah desa. Karena mereka bertugas sebagai penyelenggara Pemilu, maka dirasakan membutuhkan tenaga ekstra.

 

“Karena pengalaman kami melihat di TV dan berita-berita. Informasinya banyak petugas yang mengalami sakit hingga meninggal. Makanya kami memberikan vitamin untuk kesehatan semuanya,” ujarnya.

 

Informasi yang berhasil digali dari pihak RSUD Buleleng, Made Sulitra datang dengan kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit mendiagnosanya terkena serangan jantung akibat kelelahan. Sementara kini, kondisinya mulai stabil, hanya merasakan sesak beberapa kali. Sulitra akan diizinkan pulang setelah tim dokter memastikan kondisinya benar-benar pulih.


BALI EXPRESS, SINGARAJA – Para “pejuang demokrasi” terus bertumbangan. Kali ini dialami Made Sulitra, ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 5 Desa Bubunan Kecamatan Seririt. Sulitra harus menjalani perawatan di RSUD Buleleng, lantaran didiagnosa mengalami serangan jantung akibat kelelahan selama bertugas dalam Pemilu 2019.

 

Kesehatan Sulitra kian memburuk seusai melaksanakan tugas saat proses pungut hitung suara, Rabu (17/4). Ketika menjalankan tugas, TPS 5 yang dipimpinnya itu menuntaskan pekerjaannya sekitar pukul 00.20. Lantaran kelelahan, Sulitra langsung pulang ke rumah.

 

Berselang seminggu kemudian, tepatnya pada Rabu  (24/4), Sulitra kembali mengikuti rekapitulasi di PPK Seririt untuk Desa Bubunan. Namun, keesokan harinya pada Kamis (25/4) kondisi kesehatannya kian menurun. Bahkan, ketika sedang beristirahat di rumahnya Ia sempat pingsan, sehingga harus dilarikan ke RSUD Buleleng.

 

“Sore dada saya terasa sakit. Saya kasih minyak, malah keluar keringat dingin, dan tidak sadarkan diri. Saya langsung dilarikan ke UGD,” jelas Sulitra, saat ditemui di RSUD Buleleng, Kamis (2/5) siang.

 

Lanjutnya, setibanya di RSUD Buleleng, Ia menjalani perawatan secara intensif di Ruang ICCU RSUD Buleleng selama empat hari. Hingga Senin (29/4) , kondisinya mulai stabil, dan Sulitra pun dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

 

 “Memang ini katanya karena kelelahan. Sebelumnya tidak pernah punya riwayat sakit jantung,” imbuh Sulitra.

 

Di sisi lain, Perbekel Desa Bubunan Kecamatan Seririt Ketut Sudarmawan Duniaji menyempatkan menjenguk Made Sulitra pada Kamis (2/5) pagi. Sudarmawan menuturkan, pihak desa sebenarnya sudah berupaya untuk mendukung dan menjaga kesehatan para petugas KPPS dan PPS yang ada di desanya dengan memberikan asupan vitamin.

 

Kondisi kesehatan KPPS, sebutnya, menjadi fokus perhatian pemerintah desa. Karena mereka bertugas sebagai penyelenggara Pemilu, maka dirasakan membutuhkan tenaga ekstra.

 

“Karena pengalaman kami melihat di TV dan berita-berita. Informasinya banyak petugas yang mengalami sakit hingga meninggal. Makanya kami memberikan vitamin untuk kesehatan semuanya,” ujarnya.

 

Informasi yang berhasil digali dari pihak RSUD Buleleng, Made Sulitra datang dengan kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit mendiagnosanya terkena serangan jantung akibat kelelahan. Sementara kini, kondisinya mulai stabil, hanya merasakan sesak beberapa kali. Sulitra akan diizinkan pulang setelah tim dokter memastikan kondisinya benar-benar pulih.


Most Read

Artikel Terbaru

/