alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Dapil Blahbatuh Diprediksi Panas, Kader Potensial PDIP Diisukan Akan Hengkang

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 memang masih dua tahun lagi, namun tahapannya sudah dimulai dan isu perebutan nomor calon legislative (caleg) di internal partai pun mulai berdengung. Tak terkecuali di Gianyar.

Yang sedang hangat adalah pergumulan yang terjadi di internal PDIP. Dimana sejumlah kader potensial yang dimiliki partai banteng moncong putih itu diisukan akan hengkang apabila tidak maju dalam Pileg 2024 mendatang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, sejumlah kader yang merasa memiliki potensi namun belum dapat kepastian akan pencalonannya sudah kasak-kusuk akan meninggalkan PDIP. “Mereka ini kebanyakan merasa tidak ada regenerasi dalam pencalonan. Yang (caleg) itu-itu saja orangnya,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Padahal menurut sumber, jika berbicara soal loyalitas, semua kader pasti memiliki loyalitas terhadap PDIP. Perbedaannya, hanya pada ada yang menjabat dan tidak menjabat. “Kalau yang menjabat ya bisa lebih fokus karena memang digaji sebagai anggota dewan. Tapi kan harus difikirkan juga soal regenerasi, masa orangnya itu-itu saja,” imbuh sumber.

Salah satu daerah pemilihan (dapil) yang nampaknya akan terjadi pertarungan sengit adalah Dapil Blahbatuh. Dimana Kecamatan Blahbatuh dalam Pemilu 2024 nanti akan menjadi dapil tersendiri, terpisah dengan Kecamatan Tampaksiring, yang pada pemilu sebelumnya menjadi satu dapil. Dapil Blahbatuh saat ini hanya akan mendapatkan 6 kursi dari 8 kursi saat masih satu dapil dengan Tampaksiring.

Baca Juga :  Megawati Resmikan 25 Kantor Baru PDIP yang Jadi Rumah Rakyat

Adapun sejumlah tokoh kuat yang diprediksi akan kembali bertarung di dapil Blahbatuh adalah Kadek Wardana kader PDIP yang sudah tiga kali duduk di DPRD, kemudian Ni Made Ratnadi yang sudah menjabat dua kali, lalu Wayan Sudiartana  yang sudah menjabat dua periode di DPRD Gianyar,I Gusti Nyoman Yasa juga anggota DPRD Gianyar dan Bendesa Adat Bona, I Gusti Ngurah Serana anggota DPRD Gianyar dan Bendesa Adat Bedulu.

Selanjutnya dari Partai Golkar ada I Gusti Ngurah Anom Masta yang saat ini menjabat sebagai wakil DPRD Gianyar. Dari Gerindra I Gusti Ngurah Kapidada yang baru sekali menjadi anggota DPRD, serta dari Demokrat I Ketut Jata, yang kini juga duduk di DPRD Gianyar dan sempat di gadang-gadang sebagai Wakil Bupati Gianyar dalam pilkada tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Menangkan Prabowo-Sandi, Roemah Djoeang Bali Gelar Jalan Santai

“Ini contohnya, hampir semuanya wajah lama, PDIP Kadernya paling banyak, sehingga yang berebut juga banyak. Dari perbekel dan bendesa juga banyak yang masih saling intip,” tandas sumber.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Blahbatuh, Gusti Nyoman Yasa menamfik perihal adanya perebutan nomor untuk menjadi bakal caleg PDIP untuk Dapil Blahbatuh. “Tidak ada perebutan itu,” tegasnya.

Menurutnya, siapa saja yang akan menjadi caleg dari PDIP akan ditentukan langsung oleh Ketua DPC. “Nanti itu (bakal caleg)  Ketua DPC yang menentukan, berdasarkan track recordnya, loyalitasnya kepada partai,” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Gianyar, I Made Mahayastra, belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Disisi lain, kondisi tersebut menjadi peluang bagi sejumlah partai politik (parpol) untuk menggaet tokoh atau kader yang akan hengkang ini. Bahkan sebelumnya  sejumlah partai sudah membuka pintu, diantaranya Partai Gerindra yang mengundang warga Gianyar yang merasa memiliki kapasitas dan kemampuan untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Dan Partai Gerindra siap menjadi kendaraan menuju Pileg tanpa mahar.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 memang masih dua tahun lagi, namun tahapannya sudah dimulai dan isu perebutan nomor calon legislative (caleg) di internal partai pun mulai berdengung. Tak terkecuali di Gianyar.

Yang sedang hangat adalah pergumulan yang terjadi di internal PDIP. Dimana sejumlah kader potensial yang dimiliki partai banteng moncong putih itu diisukan akan hengkang apabila tidak maju dalam Pileg 2024 mendatang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, sejumlah kader yang merasa memiliki potensi namun belum dapat kepastian akan pencalonannya sudah kasak-kusuk akan meninggalkan PDIP. “Mereka ini kebanyakan merasa tidak ada regenerasi dalam pencalonan. Yang (caleg) itu-itu saja orangnya,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Padahal menurut sumber, jika berbicara soal loyalitas, semua kader pasti memiliki loyalitas terhadap PDIP. Perbedaannya, hanya pada ada yang menjabat dan tidak menjabat. “Kalau yang menjabat ya bisa lebih fokus karena memang digaji sebagai anggota dewan. Tapi kan harus difikirkan juga soal regenerasi, masa orangnya itu-itu saja,” imbuh sumber.

Salah satu daerah pemilihan (dapil) yang nampaknya akan terjadi pertarungan sengit adalah Dapil Blahbatuh. Dimana Kecamatan Blahbatuh dalam Pemilu 2024 nanti akan menjadi dapil tersendiri, terpisah dengan Kecamatan Tampaksiring, yang pada pemilu sebelumnya menjadi satu dapil. Dapil Blahbatuh saat ini hanya akan mendapatkan 6 kursi dari 8 kursi saat masih satu dapil dengan Tampaksiring.

Baca Juga :  Golkar, Demokrat, dan NasDem Bentuk Tim Khusus, Bahas Calon Walikota

Adapun sejumlah tokoh kuat yang diprediksi akan kembali bertarung di dapil Blahbatuh adalah Kadek Wardana kader PDIP yang sudah tiga kali duduk di DPRD, kemudian Ni Made Ratnadi yang sudah menjabat dua kali, lalu Wayan Sudiartana  yang sudah menjabat dua periode di DPRD Gianyar,I Gusti Nyoman Yasa juga anggota DPRD Gianyar dan Bendesa Adat Bona, I Gusti Ngurah Serana anggota DPRD Gianyar dan Bendesa Adat Bedulu.

Selanjutnya dari Partai Golkar ada I Gusti Ngurah Anom Masta yang saat ini menjabat sebagai wakil DPRD Gianyar. Dari Gerindra I Gusti Ngurah Kapidada yang baru sekali menjadi anggota DPRD, serta dari Demokrat I Ketut Jata, yang kini juga duduk di DPRD Gianyar dan sempat di gadang-gadang sebagai Wakil Bupati Gianyar dalam pilkada tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Bupati Eka dan PDIP Tabanan Bagikan Asuransi untuk 1.044 Pemangku

“Ini contohnya, hampir semuanya wajah lama, PDIP Kadernya paling banyak, sehingga yang berebut juga banyak. Dari perbekel dan bendesa juga banyak yang masih saling intip,” tandas sumber.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Blahbatuh, Gusti Nyoman Yasa menamfik perihal adanya perebutan nomor untuk menjadi bakal caleg PDIP untuk Dapil Blahbatuh. “Tidak ada perebutan itu,” tegasnya.

Menurutnya, siapa saja yang akan menjadi caleg dari PDIP akan ditentukan langsung oleh Ketua DPC. “Nanti itu (bakal caleg)  Ketua DPC yang menentukan, berdasarkan track recordnya, loyalitasnya kepada partai,” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Gianyar, I Made Mahayastra, belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Disisi lain, kondisi tersebut menjadi peluang bagi sejumlah partai politik (parpol) untuk menggaet tokoh atau kader yang akan hengkang ini. Bahkan sebelumnya  sejumlah partai sudah membuka pintu, diantaranya Partai Gerindra yang mengundang warga Gianyar yang merasa memiliki kapasitas dan kemampuan untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Dan Partai Gerindra siap menjadi kendaraan menuju Pileg tanpa mahar.


Most Read

Artikel Terbaru

/