alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Gerindra Proses PAW Martini, Usulkan Made Wibawa

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – DPC Partai Gerindra Klungkung sudah melakukan proses penggantian antarwaktu (PAW) terhadap Ni Nyoman Martini, anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Gerindra yang telah meninggal dunia. Calon pengganti Martini sudah diajukan ke DPP Gerindra.

Kepada wartawan, Ketua DPC Gerindra Klungkung I Wayan Baru menyebutkan, berdasarkan hasil perolehan suara Pileg 2019, suara caleg Gerindra di bawah Martini daerah pemilihan (dapil) Dawan adalah I Made Wibawa. Pihak DPC pun sudah mengusulkan nama Wibawa ke DPP Gerindra. “Sudah proses, sudah proses,” ujar politikus asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida itu, Rabu (2/12).

Wakil ketua DPRD Klungkung ini menegaskan, pihaknya harus mengusulkan penggantian supaya tidak terjadi kekosongan di DPRD Klungkung. Di sisi lain, proses upacara pemakaman Martini juga sudah selesai. “Almarhum Ibu Martini sudah tenang di alam sana,” tegas Baru.

Pada kesempatan yang sama, Wibawa mengakui bahwa dirinya merupakan calon pengganti Martini di DPRD Klungkung. Hal tersebut tidak terlepas dari peroleh suara saat Pileg 2019 lalu. Ia yang memperoleh 757 suara atau nomor tiga di antara caleg Gerindra dapil Dawan. Dua besar peraih suara terbanyak sudah lolos ke dewan, yaitu AA Sayang Suparta dan Ni Nyoman Martini. “Saya nomor tiga setelah mereka,” jelasnya.

Wibawa adalah caleg asal Dusun Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Pileg setahun lalu merupakan pengalaman pertama sebagai caleg. Sebelum terjun ke politik, pria yang kini berprofesi sebagai pedagang ini sempat menjabat kepala dusun (kadus) Pundukdawa dua periode. Sempat pula menjabat Bendesa Adat Pundukdawa sekitar tahun 90-an. “Sekarang saya serahkan proses PAW ke partai,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom menyatakan, lembaga dewan belum menerima usulan PAW dari Partai Gerindra. “Kalau sudah ada suratnya, pasti langsung kami proses,” tegas Gung Anom.

Seperti diketahui, Martini meninggal saat mengikuti kunjungan kerja. Ia meninggal di kamar hotel tempatnya menginap, Sabtu (14/11) sekitar pukul 12.30. Di mata rekan-rekannya di dewan, Martini sosok politikus yang mudah bergaul. Termasuk aktif mengikuti kegiatan di dewan.


SEMARAPURA, BALI EXPRESS – DPC Partai Gerindra Klungkung sudah melakukan proses penggantian antarwaktu (PAW) terhadap Ni Nyoman Martini, anggota DPRD Klungkung dari Fraksi Gerindra yang telah meninggal dunia. Calon pengganti Martini sudah diajukan ke DPP Gerindra.

Kepada wartawan, Ketua DPC Gerindra Klungkung I Wayan Baru menyebutkan, berdasarkan hasil perolehan suara Pileg 2019, suara caleg Gerindra di bawah Martini daerah pemilihan (dapil) Dawan adalah I Made Wibawa. Pihak DPC pun sudah mengusulkan nama Wibawa ke DPP Gerindra. “Sudah proses, sudah proses,” ujar politikus asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida itu, Rabu (2/12).

Wakil ketua DPRD Klungkung ini menegaskan, pihaknya harus mengusulkan penggantian supaya tidak terjadi kekosongan di DPRD Klungkung. Di sisi lain, proses upacara pemakaman Martini juga sudah selesai. “Almarhum Ibu Martini sudah tenang di alam sana,” tegas Baru.

Pada kesempatan yang sama, Wibawa mengakui bahwa dirinya merupakan calon pengganti Martini di DPRD Klungkung. Hal tersebut tidak terlepas dari peroleh suara saat Pileg 2019 lalu. Ia yang memperoleh 757 suara atau nomor tiga di antara caleg Gerindra dapil Dawan. Dua besar peraih suara terbanyak sudah lolos ke dewan, yaitu AA Sayang Suparta dan Ni Nyoman Martini. “Saya nomor tiga setelah mereka,” jelasnya.

Wibawa adalah caleg asal Dusun Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Pileg setahun lalu merupakan pengalaman pertama sebagai caleg. Sebelum terjun ke politik, pria yang kini berprofesi sebagai pedagang ini sempat menjabat kepala dusun (kadus) Pundukdawa dua periode. Sempat pula menjabat Bendesa Adat Pundukdawa sekitar tahun 90-an. “Sekarang saya serahkan proses PAW ke partai,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom menyatakan, lembaga dewan belum menerima usulan PAW dari Partai Gerindra. “Kalau sudah ada suratnya, pasti langsung kami proses,” tegas Gung Anom.

Seperti diketahui, Martini meninggal saat mengikuti kunjungan kerja. Ia meninggal di kamar hotel tempatnya menginap, Sabtu (14/11) sekitar pukul 12.30. Di mata rekan-rekannya di dewan, Martini sosok politikus yang mudah bergaul. Termasuk aktif mengikuti kegiatan di dewan.


Most Read

Artikel Terbaru

/