alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Minta TNI Jadi Ajudan, Dewan Cantik Ini akan Ditegur Partainya

JAKARTA, BALI EXPRESS – Anggota DPR RI cantik, Hillary  Brigitta Lasut, akan mendapat teguran dari partainya, Nasdem. Pasalnya, anggota dewan termuda ini meminta anggota TNI menjadi ajudan pribadinya.

“Yang pasti saya akan menegur, karena permintaan itu tidak ada koordinasi dengan fraksi,” ujar Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Ahmad Ali, Kamis (2/12) seperti dilansir JawaPos.com.

Menurut Ali, Partai Nasdem tidak pernah memberikan instruksi mengenai permintaan prajurit TNI menjadi ajudan anggota dewan. Sehingga, yang dilakukan oleh Hillary adalah murni tindakan pribadi.

“Partai tidak pernah menginstruksikan itu, apalagi meminta secara resmi (TNI jadi ajudan pribadi) seperti itu,” kataya.

Ali juga menegaskan, meskipun secara normatif sah-sah saja, anggota Kostrad dan Kopassus tidak sepatutnya memberikan pengamanan kepada anggota DPR.

Untuk itu, dia berharap KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak perlu menanggapi permintaan dari anggotanya tersebut.

“Saya pikir KSAD tidak perlu menanggapi secara berlebihan, tidak perlu merespons itu karena menurut saya tidak patut,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut membenarkan adanya permohonan pengajunan ajudan pribadi dari TNI. Menurutnya, permintaan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada, yakni Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor 85/2014.

Legislator Partai Nasdem ini beralasan, tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah ikut dalam perpolitikan Indonesia. Karena, tidak menutup kemungkinan akan ada acaman terhadap dirinya dalam kegiatan-kegiatan politiknya.

Apalagi, Hillary hanya tinggal bersama dengan bibi dan adik-adiknya di Jakarta karena sang ayah bertugas di daerah perbatasan. Hal ini menjadi alasan dirinya meminta bantuan pengamanan dari TNI untuk dijadikan ajudan pribadinya.

 

 


JAKARTA, BALI EXPRESS – Anggota DPR RI cantik, Hillary  Brigitta Lasut, akan mendapat teguran dari partainya, Nasdem. Pasalnya, anggota dewan termuda ini meminta anggota TNI menjadi ajudan pribadinya.

“Yang pasti saya akan menegur, karena permintaan itu tidak ada koordinasi dengan fraksi,” ujar Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Ahmad Ali, Kamis (2/12) seperti dilansir JawaPos.com.

Menurut Ali, Partai Nasdem tidak pernah memberikan instruksi mengenai permintaan prajurit TNI menjadi ajudan anggota dewan. Sehingga, yang dilakukan oleh Hillary adalah murni tindakan pribadi.

“Partai tidak pernah menginstruksikan itu, apalagi meminta secara resmi (TNI jadi ajudan pribadi) seperti itu,” kataya.

Ali juga menegaskan, meskipun secara normatif sah-sah saja, anggota Kostrad dan Kopassus tidak sepatutnya memberikan pengamanan kepada anggota DPR.

Untuk itu, dia berharap KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak perlu menanggapi permintaan dari anggotanya tersebut.

“Saya pikir KSAD tidak perlu menanggapi secara berlebihan, tidak perlu merespons itu karena menurut saya tidak patut,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut membenarkan adanya permohonan pengajunan ajudan pribadi dari TNI. Menurutnya, permintaan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada, yakni Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor 85/2014.

Legislator Partai Nasdem ini beralasan, tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah ikut dalam perpolitikan Indonesia. Karena, tidak menutup kemungkinan akan ada acaman terhadap dirinya dalam kegiatan-kegiatan politiknya.

Apalagi, Hillary hanya tinggal bersama dengan bibi dan adik-adiknya di Jakarta karena sang ayah bertugas di daerah perbatasan. Hal ini menjadi alasan dirinya meminta bantuan pengamanan dari TNI untuk dijadikan ajudan pribadinya.

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/