alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Gagal di Badung, Koalisi di Provinsi Masih Solid

DENPASAR, BALI EXPRESS – Harapan koalisi yang dibangun Partai Golkar, Demokrat, maupun NasDem di tingkat provinsi untuk bisa bekerja sama menghadapi pilkada di enam kabupaten/kota tidak sepenuhnya bisa terealisasi.

Nyatanya, di beberapa kabupaten/kota, koalisi tiga partai ini justru sulit terwujud. Apalagi awal pekan lalu, rekomendasi DPP Partai Golkar untuk di Kabupaten Badung justru berubah 180 derajat.

Sebabnya tiada lain rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Golkar justru jatuh kepada calon petahana yang diusung PDIP, yakni Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa (GiriAsa).

Padahal sebelumnya, di tingkat kabupaten sampai dengan provinsi, Golkar memastikan diri bergabung ke dalam Koalisi Rakyat Badung Bersatu (KRBB) bersama Gerindra dan NasDem dengan mengajukan pasangan I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra)

 Meski demikian, petinggi masing-masing partai dalam koalisi di tingkat partai memastikan sampai saat ini kerja sama antarmereka masih solid. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris DPW Partai NasDem Bali, Nyoman Winata, Kamis (3/9) petang.

“Kami di tingkat provinsi masih baik-baik saja (kerja samanya). Masih sangat solid,” jelas Winata.

Pun demikian saat disinggung soal perubahan rekomendasi Partai Golkar yang akhirnya berubah di Badung. Menurutnya, meskipun kerja sama di Badung bubar di tengah jalan. Namun pihaknya juga memahami karena perubahan itu tidak lepas dari dinamika politik di tingkat pusat. Sehingga jajaran partai di provinsi maupun kabupaten/kota mesti siap menghadapi perubahan atau keputusan yang ditetapkan pengurus di pusat.

 “Tapi kami kalau di level provinsi masih sangat solid. NasDem, Golkar, dan Demokrat berusaha untuk move on dari kejadian di Badung,” tukasnya.

 Namun dia menegaskan, NasDem sudah berkomitmen untuk menggolkan pasangan calon melalui koalisi yang sudah ada di Badung. Bahkan sebetulnya koalisi di tingkat provinsi juga berkeinginan yang sama.

 “Kami di kabupaten/kota sampai provinsi sudah solid. Tapi apa daya keputusan DPP berbeda. Kami di NasDem tidak perlu menjelaskan apa-apa karena kami sudah konsisten dan komitmen,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya juga tidak ingin larut dalam kekecewaan. Mengingat tahapan pilkada mulai hari ini telah beralih ke proses pendaftaran calon. Untuk itu, pihaknya kini tengah fokus untuk proses pendaftaran dan tahapan selanjutnya.

Terkait proses pendaftaran, baik NasDem, Golkar, maupun Demokrat telah memastikannya ke masing-masing calon yang dijagokan. Hal ini dilakukan dengan melakukan pertemuan antara koalisi di tingkat provinsi dengan masing-masing pasangan calon.

 “Pertemuannya di Golkar pada Rabun (2/9). Semua pimpinan partai koalisi bertemu dengan pasangan calon yang dicalonkan. Seluruh pasangan calon ini ditanya kesiapannya, terutama syarat-syaratnya apa sudah lengkap atau belum. Sejauh ini sudah lengkap. Prosesnya seperti orang yang ikut cerdas cermat. Ditanya satu per satu,” bebernya.

Rencananya, pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem, I GA Mas Sumatri dan Made Sukerana, akan melakukan pendaftaran pada hari pertama, Jumat (4/9). “Saya tidak hafal rinciannya calon di masing-masing kabupaten/kota akan mendaftar. Yang jelas besok (Jumat, Red), Bu Mas dan Pak Sukerana akan mendaftar ke KPU,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Harapan koalisi yang dibangun Partai Golkar, Demokrat, maupun NasDem di tingkat provinsi untuk bisa bekerja sama menghadapi pilkada di enam kabupaten/kota tidak sepenuhnya bisa terealisasi.

Nyatanya, di beberapa kabupaten/kota, koalisi tiga partai ini justru sulit terwujud. Apalagi awal pekan lalu, rekomendasi DPP Partai Golkar untuk di Kabupaten Badung justru berubah 180 derajat.

Sebabnya tiada lain rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Golkar justru jatuh kepada calon petahana yang diusung PDIP, yakni Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa (GiriAsa).

Padahal sebelumnya, di tingkat kabupaten sampai dengan provinsi, Golkar memastikan diri bergabung ke dalam Koalisi Rakyat Badung Bersatu (KRBB) bersama Gerindra dan NasDem dengan mengajukan pasangan I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra)

 Meski demikian, petinggi masing-masing partai dalam koalisi di tingkat partai memastikan sampai saat ini kerja sama antarmereka masih solid. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris DPW Partai NasDem Bali, Nyoman Winata, Kamis (3/9) petang.

“Kami di tingkat provinsi masih baik-baik saja (kerja samanya). Masih sangat solid,” jelas Winata.

Pun demikian saat disinggung soal perubahan rekomendasi Partai Golkar yang akhirnya berubah di Badung. Menurutnya, meskipun kerja sama di Badung bubar di tengah jalan. Namun pihaknya juga memahami karena perubahan itu tidak lepas dari dinamika politik di tingkat pusat. Sehingga jajaran partai di provinsi maupun kabupaten/kota mesti siap menghadapi perubahan atau keputusan yang ditetapkan pengurus di pusat.

 “Tapi kami kalau di level provinsi masih sangat solid. NasDem, Golkar, dan Demokrat berusaha untuk move on dari kejadian di Badung,” tukasnya.

 Namun dia menegaskan, NasDem sudah berkomitmen untuk menggolkan pasangan calon melalui koalisi yang sudah ada di Badung. Bahkan sebetulnya koalisi di tingkat provinsi juga berkeinginan yang sama.

 “Kami di kabupaten/kota sampai provinsi sudah solid. Tapi apa daya keputusan DPP berbeda. Kami di NasDem tidak perlu menjelaskan apa-apa karena kami sudah konsisten dan komitmen,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya juga tidak ingin larut dalam kekecewaan. Mengingat tahapan pilkada mulai hari ini telah beralih ke proses pendaftaran calon. Untuk itu, pihaknya kini tengah fokus untuk proses pendaftaran dan tahapan selanjutnya.

Terkait proses pendaftaran, baik NasDem, Golkar, maupun Demokrat telah memastikannya ke masing-masing calon yang dijagokan. Hal ini dilakukan dengan melakukan pertemuan antara koalisi di tingkat provinsi dengan masing-masing pasangan calon.

 “Pertemuannya di Golkar pada Rabun (2/9). Semua pimpinan partai koalisi bertemu dengan pasangan calon yang dicalonkan. Seluruh pasangan calon ini ditanya kesiapannya, terutama syarat-syaratnya apa sudah lengkap atau belum. Sejauh ini sudah lengkap. Prosesnya seperti orang yang ikut cerdas cermat. Ditanya satu per satu,” bebernya.

Rencananya, pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem, I GA Mas Sumatri dan Made Sukerana, akan melakukan pendaftaran pada hari pertama, Jumat (4/9). “Saya tidak hafal rinciannya calon di masing-masing kabupaten/kota akan mendaftar. Yang jelas besok (Jumat, Red), Bu Mas dan Pak Sukerana akan mendaftar ke KPU,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/