alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

GPS Mundur, Hanura Bali Terancam ‘Rontok’

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mundurnya Gede Pasek Suardika (GPS) dari Sekjen DPP dan Partai Hanura ternyata sangat terdampak di kepengurusan DPD Bali. Salah satunya Sekretaris DPD Partai Hanura, I Putu Indra Mandhala Putra juga menyatakan mundur dari partai tersebut. Selain dia, terdapat juga pengurus partai di tingkat DPD dan DPC yang ikut mundur.

 

Dikonfirmasi Putu Indra Mandhala, menjelaskan dirinya mundur karena terdapat dua alasan. Pertama, dia ingin fokus dalam pekerjaannya sebagai notaris. “Pertama, karena pekerjaan saya sebagai notaris ppat yang lumayan padat,” jelasnya,  Rabu (3/11).

 

Sementara alasan kedua, Putu Indra menyampaikan karena garis perjuangan Partai Hanura menurutnya sudah semakin jauh dari harapan.  Kemudian dia memilih untuk mundur dari sekretaris bahkan keluar dari Partai Hanura.

 

“Alasan kedua, karena garis perjuangan Partai Hanura saya lihat semakin jauh dari harapan. Semakin jauh dari garis perjuangan saya. Jadi, karena tidak ada kesamaan saya memutaskan hal tersebut,” terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, dia juga menerangkan beberapa partai politik sudah mulai berkomunikasi dengannya. Tentu dengan maksud agar bergabung di partai tersebut, hanya saja ia masih akan menunggu dan melihat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk bergabung.

 

“Sampai saat ini belum memutuskan mau masuk partai lain. Komunikasi sudah terjalin dengan partai lain, tetapi belum mengambil keputusan, masih wait and see,” ujarnya. 

 

Meski keluar dari Partai Hanura, Putu Indra menyampaikan di karir politik, dia masih tetap akan berlanjut. Lantaran di politik dia dapat mengabdi  demi kepentingan orang banyak.

 

“Karir politik tetap berjlanjut untuk menatap tahun 2024 . Karena karir politik adalah perjuangan hidup. Memang bukan tempat saya mencari rejeki, tapi perjalan politik dalam urusan mengabdi untuk masyarakat luas,” kata dia.

 

Disinggung apakah mundur dari Partai Hanura ada kaitannya dengan GPS yang keluar dari partai?, Putu Indra menjawab hal itu adalah salah satu faktornya. Bahkan bukan dirinya saja yang mundur, namun beberapa kader Partai Hanura di  tingkat DPD, Kabupaten, dan Kecamatan juga ikut mundur.

 

“Tentu itu menjadi salah satu faktor pertimbangannya, karena mundurnya beliau dari Sekjen yang juga GPS sebagai guru politik saya. Sampai saat ini satu-satunya putra Bali yang berani bersuara di tingkat nasional. Sudah terbukti dengan pengalaman beliau,” tegasnya.

 

Putu Indra menambahkan  sampai saat ini telah banyak kader Partai Hanura yang mengikuti jejaknya. “Saat ini sudah banyak pengurus yang ikut mundur, karena mundurnya pak GPS dari DPP Hanura sendiri. Jadi beliau jelas sangat berpengaruh,” tandas dia.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Mundurnya Gede Pasek Suardika (GPS) dari Sekjen DPP dan Partai Hanura ternyata sangat terdampak di kepengurusan DPD Bali. Salah satunya Sekretaris DPD Partai Hanura, I Putu Indra Mandhala Putra juga menyatakan mundur dari partai tersebut. Selain dia, terdapat juga pengurus partai di tingkat DPD dan DPC yang ikut mundur.

 

Dikonfirmasi Putu Indra Mandhala, menjelaskan dirinya mundur karena terdapat dua alasan. Pertama, dia ingin fokus dalam pekerjaannya sebagai notaris. “Pertama, karena pekerjaan saya sebagai notaris ppat yang lumayan padat,” jelasnya,  Rabu (3/11).

 

Sementara alasan kedua, Putu Indra menyampaikan karena garis perjuangan Partai Hanura menurutnya sudah semakin jauh dari harapan.  Kemudian dia memilih untuk mundur dari sekretaris bahkan keluar dari Partai Hanura.

 

“Alasan kedua, karena garis perjuangan Partai Hanura saya lihat semakin jauh dari harapan. Semakin jauh dari garis perjuangan saya. Jadi, karena tidak ada kesamaan saya memutaskan hal tersebut,” terangnya.

 

Dalam kesempatan itu, dia juga menerangkan beberapa partai politik sudah mulai berkomunikasi dengannya. Tentu dengan maksud agar bergabung di partai tersebut, hanya saja ia masih akan menunggu dan melihat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk bergabung.

 

“Sampai saat ini belum memutuskan mau masuk partai lain. Komunikasi sudah terjalin dengan partai lain, tetapi belum mengambil keputusan, masih wait and see,” ujarnya. 

 

Meski keluar dari Partai Hanura, Putu Indra menyampaikan di karir politik, dia masih tetap akan berlanjut. Lantaran di politik dia dapat mengabdi  demi kepentingan orang banyak.

 

“Karir politik tetap berjlanjut untuk menatap tahun 2024 . Karena karir politik adalah perjuangan hidup. Memang bukan tempat saya mencari rejeki, tapi perjalan politik dalam urusan mengabdi untuk masyarakat luas,” kata dia.

 

Disinggung apakah mundur dari Partai Hanura ada kaitannya dengan GPS yang keluar dari partai?, Putu Indra menjawab hal itu adalah salah satu faktornya. Bahkan bukan dirinya saja yang mundur, namun beberapa kader Partai Hanura di  tingkat DPD, Kabupaten, dan Kecamatan juga ikut mundur.

 

“Tentu itu menjadi salah satu faktor pertimbangannya, karena mundurnya beliau dari Sekjen yang juga GPS sebagai guru politik saya. Sampai saat ini satu-satunya putra Bali yang berani bersuara di tingkat nasional. Sudah terbukti dengan pengalaman beliau,” tegasnya.

 

Putu Indra menambahkan  sampai saat ini telah banyak kader Partai Hanura yang mengikuti jejaknya. “Saat ini sudah banyak pengurus yang ikut mundur, karena mundurnya pak GPS dari DPP Hanura sendiri. Jadi beliau jelas sangat berpengaruh,” tandas dia.


Most Read

Artikel Terbaru

/