alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Rekomendasi Pusat Turun, Hanura Sah Dukung Dana-Artha

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Langkah Partai Hanura jelang Pilkada 2020 di Karangasem, yang semula mendukung duet IGA Mas Sumatri-Made Sukerena (Massker), kini balik arah. Dukungan mengarah ke kandidat Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa (Dana-Artha), dibuktikan dengan turunnya rekomendasi DPP Partai Hanura, per tanggal 28 Juli.

Hal ini ditegaskan Ketua DPC Hanura Karangasem I Made Arnawa, saat dikonfirmasi, Rabu (5/8) sore. Arnawa menegaskan, turunnya rekomendasi yang ditandatangani Ketum dan Sekjen Hanura, sudah bisa dikatakan sebagai bentuk dukungan terhadap duet Dana-Artha. Rekomendasi tersebut kemudian diserahkan oleh ketua dan sekretariat Tim Pilkada Pusat kepada Dana-Artha, 3 Agustus.

Ini sekaligus menjawab kedatangan Gede Dana dan Artha Dipa, termasuk Made Arnawa yang ikut mengantar ke Jakarta, bukan lagi sekadar komunikasi politik semata. “Ketika rekomendasi terbit, wajib bagi parpol mengikuti dan mengamankan perintah partai,” ucapnya.

Baca Juga :  Rekomendasi PDIP untuk Bali Diumumkan, Ini Calonnya

“Itu sudah terbit 28 Juli dan kami mencari hari baik, dan kebetulan rahina purnama diserahkan ke kandidat 3 Agustus. Ini sudah bukan sebatas komunikasi politik. Kita selesai dengan urusan penjaringan dan kita sudah fix mendukung paket Dana-Artha, berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Ini sudah inkrah,” beber Arnawa.

Arnawa pun mengakui, langkah partai besutan Oesman Sapta Odang, di Karangasem sebelumnya memang sebatas komunikasi politik. Dan sejauh ini belum menjatuhkan dukungan secara sah lewat rekomendasi pengurus pusat.

“Termasuk yang terjadi di Hanura. Sebelum itu kan memang ada komunikasi kami dengan partai yang lain. Jadi seolah Hanura bergabung ke koalisi partai lain, itu kan sah saja. Tapi bukan bentuk dukungan dengan terbitnya rekomendasi sah,” jelasnya. Dengan demikian, dia menilai, gerakan Hanura tidak tepat disebut hengkang dari Koalisi Karangasem Hebat (KKH) II yang mengusung calon petahana.

Baca Juga :  Bupati Tamba Pimpin Kesiapan Rencana Kunjungan Presiden Jokowi di Jembrana

Sementara itu, juru bicara paket Massker yang juga Ketua Komisi Saksi Nasional (KSN) DPP NasDem I Gusti Putu Artha, tidak mau berkomentar lantang. Ketika diminta penegasan soal langkah Hanura ke PDIP, Putu Artha memilih tak meladeni.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Langkah Partai Hanura jelang Pilkada 2020 di Karangasem, yang semula mendukung duet IGA Mas Sumatri-Made Sukerena (Massker), kini balik arah. Dukungan mengarah ke kandidat Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa (Dana-Artha), dibuktikan dengan turunnya rekomendasi DPP Partai Hanura, per tanggal 28 Juli.

Hal ini ditegaskan Ketua DPC Hanura Karangasem I Made Arnawa, saat dikonfirmasi, Rabu (5/8) sore. Arnawa menegaskan, turunnya rekomendasi yang ditandatangani Ketum dan Sekjen Hanura, sudah bisa dikatakan sebagai bentuk dukungan terhadap duet Dana-Artha. Rekomendasi tersebut kemudian diserahkan oleh ketua dan sekretariat Tim Pilkada Pusat kepada Dana-Artha, 3 Agustus.

Ini sekaligus menjawab kedatangan Gede Dana dan Artha Dipa, termasuk Made Arnawa yang ikut mengantar ke Jakarta, bukan lagi sekadar komunikasi politik semata. “Ketika rekomendasi terbit, wajib bagi parpol mengikuti dan mengamankan perintah partai,” ucapnya.

Baca Juga :  Mas Sumatri Pastikan Putranya Jadi Wakil Ketua Dewan

“Itu sudah terbit 28 Juli dan kami mencari hari baik, dan kebetulan rahina purnama diserahkan ke kandidat 3 Agustus. Ini sudah bukan sebatas komunikasi politik. Kita selesai dengan urusan penjaringan dan kita sudah fix mendukung paket Dana-Artha, berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Ini sudah inkrah,” beber Arnawa.

Arnawa pun mengakui, langkah partai besutan Oesman Sapta Odang, di Karangasem sebelumnya memang sebatas komunikasi politik. Dan sejauh ini belum menjatuhkan dukungan secara sah lewat rekomendasi pengurus pusat.

“Termasuk yang terjadi di Hanura. Sebelum itu kan memang ada komunikasi kami dengan partai yang lain. Jadi seolah Hanura bergabung ke koalisi partai lain, itu kan sah saja. Tapi bukan bentuk dukungan dengan terbitnya rekomendasi sah,” jelasnya. Dengan demikian, dia menilai, gerakan Hanura tidak tepat disebut hengkang dari Koalisi Karangasem Hebat (KKH) II yang mengusung calon petahana.

Baca Juga :  Dua Caleg PDIP di Gianyar Terbukti Lakukan Pelanggaran

Sementara itu, juru bicara paket Massker yang juga Ketua Komisi Saksi Nasional (KSN) DPP NasDem I Gusti Putu Artha, tidak mau berkomentar lantang. Ketika diminta penegasan soal langkah Hanura ke PDIP, Putu Artha memilih tak meladeni.


Most Read

Artikel Terbaru

/