alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Koster Fasilitasi Dua MDA Kabupaten Mobil Operasional dari CSR

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster terus berjuang  dan menguatkan desa adat di Bali.  Bahkan saat ini memfasilitasi Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana dan Karangasem untuk mendapatkan mobil operasional. Masing-masing satu unit mobil Toyota Avanza dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) BPD Bali dan PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan terima kasih kepada BPD Bali dan PT Pegadaian atas CSR tersebut. Dia menjelaskan sebelumnya pada tanggal 23 Desember 2021, juga telah menyerahkan bantuan satu unit mobil untuk operasional MDA Kabupaten Buleleng yang bersumber dari CSR Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali.

“Saya prioritaskan dulu untuk MDA yang jarak tempuhnya jauh. Seperti MDA Kabupaten Karangasem dan MDA Kabupaten Jembrana,” ungkapnya, Selasa (5/4).

Penyerahan itu juga dihadiri oleh Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Pimpinan Wilayah PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, Hakim Setiawan, dan Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota Se-Bali.

Gubernur Koster menegaskan akan terus berjuang melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan baik BUMN maupun perusahaan lainnya di Bali. Sehingga seluruh MDA Kabupaten/Kota se-Bali mendapatkan mobil operasional sebagai salah satu penunjang kegiatan di dalam melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal Bali yang ada di setiap desa adat.

Dalam kesempatan ini, gubernur asal Buleleng ini mengingatkan seluruh perusahaan di Bali agar bersama – sama memiliki tanggung jawab di dalam merawat alam, manusia, dan kebudayaan Bali. “Siapapun yang mengais rezeki dan mencari peluang ekonomi di Bali harus mempunyai tanggung jawab untuk sama – sama merawat Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali,” tegasnya.

Gubernur Koster mengucap syukur karena di Bali memiliki 1.493 desa adat yang saat ini masih eksis keberadaannya sampai sekarang sejak abad ke – 11. Dikatakan, jika desa adat sudah kuat, maka adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali akan terjaga dengan baik. Hal ini kemudian akan membuat Bali memiliki karakter serta daya tarik hingga dicintai oleh masyarakat dunia dengan berpariwisata ke Bali.

“Jadi ekonomi di Bali ini hulu-nya adalah budaya. Tanpa budaya, ekonomi tidak akan berkembang. Maka pelaku – pelaku usaha ekonomi di Bali jangan merasa sombong, merasa jagoan, mau seenaknya, dan egois, itu tidak akan bisa. Namun pelaku usaha ekonomi di Bali harus respect, harmonis, sama – sama menjaga dan memuliakan keluhuran Desa Adat di Bali,” tandas Koster.

Sedangkan Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan bantuan kendaraan operasional ini untuk mendukung dari visi pembangunan daerah Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.  “CSR ini merupakan bantuan lanjutan BPD Bali di dalam upaya kami membantu Majelis Desa Adat yang memiliki tugas untuk melestarikan Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali,” paparnya.

Sementara PT Pegadaian, Hakim Setiawan menyampaikan, mobil yang disumbangkan dalam bentuk CSR untuk operasional MDA. “Mudah – mudahan bantuan ini bermanfaat dan kami siap mensupport program Pemprov Bali ke depannya,” tegasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster terus berjuang  dan menguatkan desa adat di Bali.  Bahkan saat ini memfasilitasi Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana dan Karangasem untuk mendapatkan mobil operasional. Masing-masing satu unit mobil Toyota Avanza dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) BPD Bali dan PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan terima kasih kepada BPD Bali dan PT Pegadaian atas CSR tersebut. Dia menjelaskan sebelumnya pada tanggal 23 Desember 2021, juga telah menyerahkan bantuan satu unit mobil untuk operasional MDA Kabupaten Buleleng yang bersumber dari CSR Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali.

“Saya prioritaskan dulu untuk MDA yang jarak tempuhnya jauh. Seperti MDA Kabupaten Karangasem dan MDA Kabupaten Jembrana,” ungkapnya, Selasa (5/4).

Penyerahan itu juga dihadiri oleh Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Pimpinan Wilayah PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, Hakim Setiawan, dan Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota Se-Bali.

Gubernur Koster menegaskan akan terus berjuang melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan baik BUMN maupun perusahaan lainnya di Bali. Sehingga seluruh MDA Kabupaten/Kota se-Bali mendapatkan mobil operasional sebagai salah satu penunjang kegiatan di dalam melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal Bali yang ada di setiap desa adat.

Dalam kesempatan ini, gubernur asal Buleleng ini mengingatkan seluruh perusahaan di Bali agar bersama – sama memiliki tanggung jawab di dalam merawat alam, manusia, dan kebudayaan Bali. “Siapapun yang mengais rezeki dan mencari peluang ekonomi di Bali harus mempunyai tanggung jawab untuk sama – sama merawat Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali,” tegasnya.

Gubernur Koster mengucap syukur karena di Bali memiliki 1.493 desa adat yang saat ini masih eksis keberadaannya sampai sekarang sejak abad ke – 11. Dikatakan, jika desa adat sudah kuat, maka adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali akan terjaga dengan baik. Hal ini kemudian akan membuat Bali memiliki karakter serta daya tarik hingga dicintai oleh masyarakat dunia dengan berpariwisata ke Bali.

“Jadi ekonomi di Bali ini hulu-nya adalah budaya. Tanpa budaya, ekonomi tidak akan berkembang. Maka pelaku – pelaku usaha ekonomi di Bali jangan merasa sombong, merasa jagoan, mau seenaknya, dan egois, itu tidak akan bisa. Namun pelaku usaha ekonomi di Bali harus respect, harmonis, sama – sama menjaga dan memuliakan keluhuran Desa Adat di Bali,” tandas Koster.

Sedangkan Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan bantuan kendaraan operasional ini untuk mendukung dari visi pembangunan daerah Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.  “CSR ini merupakan bantuan lanjutan BPD Bali di dalam upaya kami membantu Majelis Desa Adat yang memiliki tugas untuk melestarikan Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali,” paparnya.

Sementara PT Pegadaian, Hakim Setiawan menyampaikan, mobil yang disumbangkan dalam bentuk CSR untuk operasional MDA. “Mudah – mudahan bantuan ini bermanfaat dan kami siap mensupport program Pemprov Bali ke depannya,” tegasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/