alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kandas di Kabupaten, Redana Adukan Somvir ke Bawaslu Bali

BALI EXPRESS, DENPASAR – Dugaan money politic dengan terlapor yang juga calon legislatif DPRD Bali, Dr. Somvir, terus menggelinding, kendati Bawaslu Buleleng menyebutkan bahwa kasus yang dilaporkan Nyoman Rendana itu tidak terbukti mengarah pada pidana pemilu.

 

Buktinya, Senin (6/5), Redana melanjutkan pengaduannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali. Redana tidak datang seorang diri, tetapi didampingi kuasa hukumnya, Agung Parwatha, dan belasan rekannya.

 

Sayangnya, kedatangan Redana di Kantor Bawaslu Bali di Jalan Muhammad Yamin, tidak disambut anggota Bawaslu, lantaran seluruh anggota Bawaslu Bali sedang mengawasi jalannya rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota.

 

Redana dan rombongan hanya diterima Kepala Sub Bagian Humas Bawaslu Bali, Gede Aji Suardana. Di hadapan Aji Suardana, Redana menguraikan kembali kronologis dugaan money politic yang dilakukan Dr. Somvir, tiga hari menjelang hari pencoblosan pada 17 April 2019.

 

Menurut pihak Redana selaku pelapor, bukti dugaan pelanggaran tersebut sudah jelas. Namun anehnya, uang dugaan money politic sebagai barang bukti yang disampaikan lenyap.

 

Karena itu, laporan Redana pun akhirnya kandas. Meski demikian, Redana tetap membawa laporan ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Seperti dikatakan Agung Parwatha, apa yang dilakukan terlapor, sudah jelas pelanggaran pemilu. Karena ada bukti orang yang menerima uang yang diduga sebagai bagian dari money politic.

 

Kemudian, dana itu dibagikan oknum yang mengaku sebagai bagian dari tim sukses oknum caleg (Dr. Somvir).

 

Namun, saat kasusnya muncul dan berlanjut ke proses hukum pelanggaran pemilu, masyarakat penerima dana mengembalikan dana tersebut. Akan tetapi bukti yang menerima pengembalian dana itu tidak muncul.

 

“Kami sempat mempertanyakannya ke Bawaslu Buleleng soal tindak lanjutnya di lapangan. Bawaslu Buleleng sibuk mencari tim sukses yang notabene membagikan dana dari oknum caleg itu,” ungkap Agung Parwatha.

Dia melanjutkan, bila memang laporannya sudah masuk sebagai pelanggaran pidana pemilu, harusnya sudah diserahkan kepada Sentra Gakkumdu.

 

Selain mengadukan ke Bawaslu Bali, Redana bersama beberapa pengurus Partai Nasdem Buleleng membawa persoalannya itu ke Kantor DPW Nasdem Bali. Di situ, mereka diterima Wakil Ketua DPW Nasdem Bali, IB Bima, serta beberapa pengurus lainnya.

 

Sama seperti di Bawaslu Bali, mereka menguraikan kronologis dan laporan yang kandas di Bawaslu Buleleng. Sebagaimana diungkapkan Ketua DPC Nasdem Kecamatan Sukasada, I Made Teja, pihaknya berharap DPW menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut. “Karena hal ini akan merusak citra partai, sehingga kami mohon kepada ketua umum agar segera mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Terkait itu, IB Bima berjanji akan menindaklanjuti aduan tersebut setelah Nasdem Buleleng mendapatkan kepastian kursi di DPRD Bali dari dapil Buleleng. “Kami akan tindaklanjuti setelah ada kepastian Nasdem Buleleng mendapatkan kursi di DPRD Bali,” katanya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Dugaan money politic dengan terlapor yang juga calon legislatif DPRD Bali, Dr. Somvir, terus menggelinding, kendati Bawaslu Buleleng menyebutkan bahwa kasus yang dilaporkan Nyoman Rendana itu tidak terbukti mengarah pada pidana pemilu.

 

Buktinya, Senin (6/5), Redana melanjutkan pengaduannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali. Redana tidak datang seorang diri, tetapi didampingi kuasa hukumnya, Agung Parwatha, dan belasan rekannya.

 

Sayangnya, kedatangan Redana di Kantor Bawaslu Bali di Jalan Muhammad Yamin, tidak disambut anggota Bawaslu, lantaran seluruh anggota Bawaslu Bali sedang mengawasi jalannya rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota.

 

Redana dan rombongan hanya diterima Kepala Sub Bagian Humas Bawaslu Bali, Gede Aji Suardana. Di hadapan Aji Suardana, Redana menguraikan kembali kronologis dugaan money politic yang dilakukan Dr. Somvir, tiga hari menjelang hari pencoblosan pada 17 April 2019.

 

Menurut pihak Redana selaku pelapor, bukti dugaan pelanggaran tersebut sudah jelas. Namun anehnya, uang dugaan money politic sebagai barang bukti yang disampaikan lenyap.

 

Karena itu, laporan Redana pun akhirnya kandas. Meski demikian, Redana tetap membawa laporan ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Seperti dikatakan Agung Parwatha, apa yang dilakukan terlapor, sudah jelas pelanggaran pemilu. Karena ada bukti orang yang menerima uang yang diduga sebagai bagian dari money politic.

 

Kemudian, dana itu dibagikan oknum yang mengaku sebagai bagian dari tim sukses oknum caleg (Dr. Somvir).

 

Namun, saat kasusnya muncul dan berlanjut ke proses hukum pelanggaran pemilu, masyarakat penerima dana mengembalikan dana tersebut. Akan tetapi bukti yang menerima pengembalian dana itu tidak muncul.

 

“Kami sempat mempertanyakannya ke Bawaslu Buleleng soal tindak lanjutnya di lapangan. Bawaslu Buleleng sibuk mencari tim sukses yang notabene membagikan dana dari oknum caleg itu,” ungkap Agung Parwatha.

Dia melanjutkan, bila memang laporannya sudah masuk sebagai pelanggaran pidana pemilu, harusnya sudah diserahkan kepada Sentra Gakkumdu.

 

Selain mengadukan ke Bawaslu Bali, Redana bersama beberapa pengurus Partai Nasdem Buleleng membawa persoalannya itu ke Kantor DPW Nasdem Bali. Di situ, mereka diterima Wakil Ketua DPW Nasdem Bali, IB Bima, serta beberapa pengurus lainnya.

 

Sama seperti di Bawaslu Bali, mereka menguraikan kronologis dan laporan yang kandas di Bawaslu Buleleng. Sebagaimana diungkapkan Ketua DPC Nasdem Kecamatan Sukasada, I Made Teja, pihaknya berharap DPW menaruh perhatian terhadap persoalan tersebut. “Karena hal ini akan merusak citra partai, sehingga kami mohon kepada ketua umum agar segera mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Terkait itu, IB Bima berjanji akan menindaklanjuti aduan tersebut setelah Nasdem Buleleng mendapatkan kepastian kursi di DPRD Bali dari dapil Buleleng. “Kami akan tindaklanjuti setelah ada kepastian Nasdem Buleleng mendapatkan kursi di DPRD Bali,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/