26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Demokrat Kecam Aksi Lempar Telur di Kantor NasDem, Polisi: Jangan Dipolitisasi

ACEH, BALI EXPRESS – Partai Demokrat mengecam keras aksi pelemparan telur busuk ke kantor DPW NasDem Aceh saat bakal capres Anies Baswedan berkunjung akhir pecan lalu. Kepala Bakomstra dan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra melalui akun Twitter @PDemokrat, Senin (5/12), mengecam aksi pelemparan telur tersebut. Pihaknya menilai aksi tersebut merupakan perilaku memalukan dan merusak demokrasi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindoan di akun Twitter @PDemokrat. Pihaknya menyebut kejadian tersebut mengotori ruang demokrasi.

“Kami mengecam kejadian ini! Jangan kotori ruang demokrasi kita dengan terror dan intimidasi,” tulisnya melalui akun resmi Partai Demokrat.

Sementara Kepala Bakomstra DPD PD Aceh Firdaus Noezula di akun yang sama juga menyebut, tindakan tersebut merupakan bagian pelumpuhan demokrasi di Aceh yang sudah berjalan dengan baik.

“Jangan pernah mengotori ruang demokrasi kita dengan teror dan intimidasi. Polisi harus segera menangkap pelakunya. Pelemparan itu jelas niat busuk terhadap pembangunan demokrasi,” tulisnya.

Di sisi lain, polisi membantah kabar bahwa kantor DPW NasDem Aceh dan tempat kegiatan bakal capres Anies Baswedan dilempari telur busuk. Polisi menyebutkan, telur itu pecah di jalan yang terletak 30 meter dari tempat tersebut.

Kabag Ops Polresta Banda Aceh Kompol Iswahyudi mengatakan, pihaknya mengamankan tempat-tempat yang menjadi objek kunjungan dan lokasi kegiatan Anies selama dua hari di Aceh. Iswahyudi menyatakan, dua lokasi itu dalam keadaan aman, terkendali, dan tertib.

“Telur pecah yang ada disampaikan. Itu pecahnya di jalan, bukan di kantor. Makanya jangan salah arti. Kalau nanti dibilang pecah di kantor, kami di situ jaga,” kata Iswahyudi, Minggu (4/12).

Iswahyudi menjelaskan, telur pecah itu terjadi di jalan yang terletak sekitar 30 meter sebelum lapangan bola tempat kegiatan Anies digelar. Iswahyudi belum dapat memastikan telur itu pecah karena jatuh atau dipecahkan.

Menurut Iswahyudi, lokasi kegiatan Anies sejatinya telah dijaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia meminta kasus telur pecah itu tidak dipolitisasi.






Reporter: Wiwin Meliana

ACEH, BALI EXPRESS – Partai Demokrat mengecam keras aksi pelemparan telur busuk ke kantor DPW NasDem Aceh saat bakal capres Anies Baswedan berkunjung akhir pecan lalu. Kepala Bakomstra dan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra melalui akun Twitter @PDemokrat, Senin (5/12), mengecam aksi pelemparan telur tersebut. Pihaknya menilai aksi tersebut merupakan perilaku memalukan dan merusak demokrasi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindoan di akun Twitter @PDemokrat. Pihaknya menyebut kejadian tersebut mengotori ruang demokrasi.

“Kami mengecam kejadian ini! Jangan kotori ruang demokrasi kita dengan terror dan intimidasi,” tulisnya melalui akun resmi Partai Demokrat.

Sementara Kepala Bakomstra DPD PD Aceh Firdaus Noezula di akun yang sama juga menyebut, tindakan tersebut merupakan bagian pelumpuhan demokrasi di Aceh yang sudah berjalan dengan baik.

“Jangan pernah mengotori ruang demokrasi kita dengan teror dan intimidasi. Polisi harus segera menangkap pelakunya. Pelemparan itu jelas niat busuk terhadap pembangunan demokrasi,” tulisnya.

Di sisi lain, polisi membantah kabar bahwa kantor DPW NasDem Aceh dan tempat kegiatan bakal capres Anies Baswedan dilempari telur busuk. Polisi menyebutkan, telur itu pecah di jalan yang terletak 30 meter dari tempat tersebut.

Kabag Ops Polresta Banda Aceh Kompol Iswahyudi mengatakan, pihaknya mengamankan tempat-tempat yang menjadi objek kunjungan dan lokasi kegiatan Anies selama dua hari di Aceh. Iswahyudi menyatakan, dua lokasi itu dalam keadaan aman, terkendali, dan tertib.

“Telur pecah yang ada disampaikan. Itu pecahnya di jalan, bukan di kantor. Makanya jangan salah arti. Kalau nanti dibilang pecah di kantor, kami di situ jaga,” kata Iswahyudi, Minggu (4/12).

Iswahyudi menjelaskan, telur pecah itu terjadi di jalan yang terletak sekitar 30 meter sebelum lapangan bola tempat kegiatan Anies digelar. Iswahyudi belum dapat memastikan telur itu pecah karena jatuh atau dipecahkan.

Menurut Iswahyudi, lokasi kegiatan Anies sejatinya telah dijaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia meminta kasus telur pecah itu tidak dipolitisasi.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru