28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Rudi Kamri Sebut Anies Gunakan Politik Identitas Berbasis Agama

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mulai aktif bergerilya menemui relawan dan tokoh-tokoh agama di berbagi wilayah di Indonesia. Kunjungan tersebut selalu dibagikan Anies melalui akun Twitter pribadinya, mulai kunjungan ke Kota Palu, kemudian ke Padang, dan Aceh.

Kunjungan Anies ke berbagai wilayah yang dibalut berbagai acara, dicurigai sebagai upaya mencari dukungan pada Pilpres 2024. Bahkan pengamat politik Rudi S Kamri menyebut, Anies menggunakan politik identitas berbasis agama dalam mendulang dukungan sebagai capres 2024 mendatang.

Melalui Youtube Kanal Anak Bangsa, Senin (5/12), Rudi Kamri menyebut, Anies kembali menggunakan politik identitas berbasis agama seperti pada saat mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta. Meski dibantah oleh pendukungnya, Rudi Kamri menilai, saat melakukan safari politik ke Aceh, terbukti Anies Baswedan kembali menggunakan masjid untuk mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden tahun 2024.

“Saya memberikan bukti dan fakta bahwa Anies kembali menggunakan politik identitas berbasis agama. Ini terjadi pada 2 Desember 2022 saat ia menyatakan kesediaannya menjadi calon presiden di Masjid Baiturrahman Banda Aceh Nangroe Aceh. Masjid ini merupakan masjid ikonik dan satu-satu masjid yang selamat dari terjangan tsunami,” jelasnya.

Dengan kejadian itu, Rudi menyebut bahwa Anies akan menjadikan masjid sebagai sentra untuk mengkampanyekan dan mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden mendatang.

Rudi pun menyayangkan sikap Anies yang menggunakan masjid sebagai tempat politik. Menurutnya, masjid adalah tempat suci dan rumah Allah yang seharusnya tidak terkontaminasi kegiatan-kegiatan yang berbau politik.

“Strategi politik identitas seperti ini yang harus diwaspadai oleh kita semua, karena berpotensi membahayakan dan merusak keberagaman Indonesia,” pungkas Rudi.






Reporter: Wiwin Meliana

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mulai aktif bergerilya menemui relawan dan tokoh-tokoh agama di berbagi wilayah di Indonesia. Kunjungan tersebut selalu dibagikan Anies melalui akun Twitter pribadinya, mulai kunjungan ke Kota Palu, kemudian ke Padang, dan Aceh.

Kunjungan Anies ke berbagai wilayah yang dibalut berbagai acara, dicurigai sebagai upaya mencari dukungan pada Pilpres 2024. Bahkan pengamat politik Rudi S Kamri menyebut, Anies menggunakan politik identitas berbasis agama dalam mendulang dukungan sebagai capres 2024 mendatang.

Melalui Youtube Kanal Anak Bangsa, Senin (5/12), Rudi Kamri menyebut, Anies kembali menggunakan politik identitas berbasis agama seperti pada saat mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta. Meski dibantah oleh pendukungnya, Rudi Kamri menilai, saat melakukan safari politik ke Aceh, terbukti Anies Baswedan kembali menggunakan masjid untuk mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden tahun 2024.

“Saya memberikan bukti dan fakta bahwa Anies kembali menggunakan politik identitas berbasis agama. Ini terjadi pada 2 Desember 2022 saat ia menyatakan kesediaannya menjadi calon presiden di Masjid Baiturrahman Banda Aceh Nangroe Aceh. Masjid ini merupakan masjid ikonik dan satu-satu masjid yang selamat dari terjangan tsunami,” jelasnya.

Dengan kejadian itu, Rudi menyebut bahwa Anies akan menjadikan masjid sebagai sentra untuk mengkampanyekan dan mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden mendatang.

Rudi pun menyayangkan sikap Anies yang menggunakan masjid sebagai tempat politik. Menurutnya, masjid adalah tempat suci dan rumah Allah yang seharusnya tidak terkontaminasi kegiatan-kegiatan yang berbau politik.

“Strategi politik identitas seperti ini yang harus diwaspadai oleh kita semua, karena berpotensi membahayakan dan merusak keberagaman Indonesia,” pungkas Rudi.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru