alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

PDIP Bali Berharap Rekomendasi Segera Diumumkan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Rekomendasi DPP PDIP terkait enam pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan dijagokan dalam Pilkada Serentak di enam kabupaten/kota di Bali masih menjadi misteri. Bahkan setelah sepekan awal bulan ini, tidak ada tanda-tanda akan diumumkan.

Jajaran DPD PDIP Bali tidak banyak berkomentar bila disinggung soal ini. Apalagi sejumlah kader yang disebut-sebut punya kans kuat mendapatkan rekomendasi tersebut, tidak satu pun bersedia berkomentar.

 Tapi harapan agar rekomendasi secepatnya bisa turun memang ada. Itu pun berdasarkan pertimbangan untuk memberi kesempatan yang luas menyosialisasikan pasangan kandidat kepada masyarakat pemilih.

Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara menegaskan, sampai sejauh ini pihaknya selaku petugas partai hanya bisa menunggu jadwal dari DPP. Namun, pada saat yang sama, pihaknya juga berharap rekomendasi itu secepatnya diumumkan.

“Intinya, selaku petugas partai, kami cuma bisa menunggu. Mudah-mudahan untuk (rekomendasi di) Bali segera diumumkan,” tukas Jaya Negara di sela-sela kegiatan Pasar Gotong Royong yang digelar di depan Sekretariat DPD PDIP Bali, Jumat (7/8).

Selain itu, Jaya Negara juga enggan berkomentar jauh terkait posisinya yang juga disebut sebagai kandidat kuat yang akan dijagokan sebagai calon wali kota Denpasar dari PDIP, mengingat posisinya saat ini merupakan wakil wali kota Denpasar.

Baca Juga :  Ada 41 Ribu Penduduk “Misterius” di Badung, Penambahan Kursi Terancam

Sikapnya itu ditegaskannya saat menjawab pertanyaan awak media perihal beberapa survei yang menyebutkan dirinya punya kans kuat. Menurutnya, PDIP punya ukuran sendiri untuk menentukan siapa kadernya yang dianggap layak untuk ditugaskan menjadi pemimpin wilayah.

“Kalaupun ada (survei di luar), kami hormati. Tapi itu bukan jadi salah satu ukuran di internal partai kami. Survei harus kami laksanakan sendiri. Karena hasilnya bisa jadi dasar untuk kami membuat treatment. Kami tidak mau takabur (dengan hasil survei luar),” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Bali, I GN Kesuma Kelakan, saat dihubungi secara terpisah. Meski tidak secara gamblang, Kesuma Kelakan menepis spekulasi yang berkembang soal rekomendasi untuk Pilkada di enam kabupaten/kota di Bali.

 “Itu sudah DPP yang mengatur. Sudah diatur per wilayah. Memang diatur per gelombang. Yang mana dianggap sudah sesuai analisa dan kajian DPP, itu diumumkan lebih awal. DPP yang mengetahui variabelnya. Kami di DPD kan menunggu saja,” tukas Kesuma Kelakan yang Jumat (7/8) sedang berada di Jakarta.

Baca Juga :  Mantan Kepala BPN Badung Tewas Tembak Diri di Toilet Kejati

Apa tidak takut ketinggalan momen untuk sosialisasi ke masyarakat? Ditanya seperti itu, dia mengaku jajarannya di DPD Bali tidak ada menyimpan kekhawatiran semacam itu, sekalipun jadwal pendaftaran di KPU kurang dari sebulan, yakni pada 4 sampai 6 September 2020 mendatang.

 “Saya rasa tidak. Kami kan sudah berproses dari lama. Sejak sebelum adanya pandemi Covid-19, sejak setahun lalu. PDIP sudah punya disiplin organisasi sendiri. Siapa yang ditetapkan dalam rekomendasi, langsung mesin (partai) bergerak. Tidak perlu lagi menunggu arahan. Langsung gerak,” imbuh politisi yang juga anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Sehingga, sambungnya, begitu rekomendasi telah turun, seluruh jajaran baik yang di struktur maupun di luar struktur partai langsung menjalankan tugasnya, mengamankan rekomendasi dari DPP.

 “Kader PDIP kan ada di semua lini. Bukan hanya di struktur saja. Ada juga yang di lembaga legislative. Ada yang juga di desa-desa. Intinya dari atas sampai bawah bekerja, bergotong royong mengamankan sekaligus memenangkan pasangan yang direkomendasikan partai,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Rekomendasi DPP PDIP terkait enam pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan dijagokan dalam Pilkada Serentak di enam kabupaten/kota di Bali masih menjadi misteri. Bahkan setelah sepekan awal bulan ini, tidak ada tanda-tanda akan diumumkan.

Jajaran DPD PDIP Bali tidak banyak berkomentar bila disinggung soal ini. Apalagi sejumlah kader yang disebut-sebut punya kans kuat mendapatkan rekomendasi tersebut, tidak satu pun bersedia berkomentar.

 Tapi harapan agar rekomendasi secepatnya bisa turun memang ada. Itu pun berdasarkan pertimbangan untuk memberi kesempatan yang luas menyosialisasikan pasangan kandidat kepada masyarakat pemilih.

Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara menegaskan, sampai sejauh ini pihaknya selaku petugas partai hanya bisa menunggu jadwal dari DPP. Namun, pada saat yang sama, pihaknya juga berharap rekomendasi itu secepatnya diumumkan.

“Intinya, selaku petugas partai, kami cuma bisa menunggu. Mudah-mudahan untuk (rekomendasi di) Bali segera diumumkan,” tukas Jaya Negara di sela-sela kegiatan Pasar Gotong Royong yang digelar di depan Sekretariat DPD PDIP Bali, Jumat (7/8).

Selain itu, Jaya Negara juga enggan berkomentar jauh terkait posisinya yang juga disebut sebagai kandidat kuat yang akan dijagokan sebagai calon wali kota Denpasar dari PDIP, mengingat posisinya saat ini merupakan wakil wali kota Denpasar.

Baca Juga :  Jaya-Wibawa Kantongi Nomor Urut 1, Amerta Wujudkan Denpasar Berseri

Sikapnya itu ditegaskannya saat menjawab pertanyaan awak media perihal beberapa survei yang menyebutkan dirinya punya kans kuat. Menurutnya, PDIP punya ukuran sendiri untuk menentukan siapa kadernya yang dianggap layak untuk ditugaskan menjadi pemimpin wilayah.

“Kalaupun ada (survei di luar), kami hormati. Tapi itu bukan jadi salah satu ukuran di internal partai kami. Survei harus kami laksanakan sendiri. Karena hasilnya bisa jadi dasar untuk kami membuat treatment. Kami tidak mau takabur (dengan hasil survei luar),” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Bali, I GN Kesuma Kelakan, saat dihubungi secara terpisah. Meski tidak secara gamblang, Kesuma Kelakan menepis spekulasi yang berkembang soal rekomendasi untuk Pilkada di enam kabupaten/kota di Bali.

 “Itu sudah DPP yang mengatur. Sudah diatur per wilayah. Memang diatur per gelombang. Yang mana dianggap sudah sesuai analisa dan kajian DPP, itu diumumkan lebih awal. DPP yang mengetahui variabelnya. Kami di DPD kan menunggu saja,” tukas Kesuma Kelakan yang Jumat (7/8) sedang berada di Jakarta.

Baca Juga :  Pura Dalem Watugunung; Banyak yang Dapat Anugerah Pengobatan

Apa tidak takut ketinggalan momen untuk sosialisasi ke masyarakat? Ditanya seperti itu, dia mengaku jajarannya di DPD Bali tidak ada menyimpan kekhawatiran semacam itu, sekalipun jadwal pendaftaran di KPU kurang dari sebulan, yakni pada 4 sampai 6 September 2020 mendatang.

 “Saya rasa tidak. Kami kan sudah berproses dari lama. Sejak sebelum adanya pandemi Covid-19, sejak setahun lalu. PDIP sudah punya disiplin organisasi sendiri. Siapa yang ditetapkan dalam rekomendasi, langsung mesin (partai) bergerak. Tidak perlu lagi menunggu arahan. Langsung gerak,” imbuh politisi yang juga anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Sehingga, sambungnya, begitu rekomendasi telah turun, seluruh jajaran baik yang di struktur maupun di luar struktur partai langsung menjalankan tugasnya, mengamankan rekomendasi dari DPP.

 “Kader PDIP kan ada di semua lini. Bukan hanya di struktur saja. Ada juga yang di lembaga legislative. Ada yang juga di desa-desa. Intinya dari atas sampai bawah bekerja, bergotong royong mengamankan sekaligus memenangkan pasangan yang direkomendasikan partai,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/