alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Kaukus Perempuan Parlemen akan Serap Aspirasi Guru SLB

DENPASAR, BALI EXPRESS – Siswa yang memiliki kebutuhan khusus harus mendapat bimbingan secara berlanjut atau berkesinambungan dari para orang tuanya. Sebab, selain guru, orang tua sangat berperan penting dalam mendidik dan membimbing mereka. Hal itu diungkapkan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KKP) Bali IGA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, Minggu (10/10).

Perempuan yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali ini menjelaskan peran guru dan orang tua agar memberikan perhatian secara fokus dan penuh kasih. “Peran guru dan orang tua harus benar-benar fokus memberikan kasih sayang serta penuh cinta kasih kepada anak, dan memperlakukannya juga seperti anak normal,” paparnya. 

Ia menambahkan anak berkebutuhan khusus fisiknya tidak bisa ditutupi. Namun dengan sentuhan kasih sayang, mereka juga bisa seperti anak pada umumnya. Sehingga peran guru dalam mendidik anak difabel ini sangat mulia.”Ngurus anak normal saja susah apalagi difabel,” ujar politikus PDI Perjuangan asal Jembrana ini. 

Ditambahkannya, selaku ketua KPP Bali, pihaknya akan menyerap aspirasi khususnya terkait kendala para orang tua siswa dan juga para guru yang mengajar di SLB. “Permasalahan yang dihadapi akan kami tindak lanjuti. Karena KPP bersinergi langsung dengan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, serta berbagai pihak lainnya. Kendala di lapangan ini yang akan kami bahas,” tandasnya. 

Disebutkan permasalahan difabel ini juga harus menjadi perhatian pemerintah. Penanganan tidak cukup hanya sekarang saja. Tetapi, juga mencari solusi untuk pencegahan dengan berkoordinasi baik dengan Dinsos maupun Dinas Kesehatan.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Siswa yang memiliki kebutuhan khusus harus mendapat bimbingan secara berlanjut atau berkesinambungan dari para orang tuanya. Sebab, selain guru, orang tua sangat berperan penting dalam mendidik dan membimbing mereka. Hal itu diungkapkan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KKP) Bali IGA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, Minggu (10/10).

Perempuan yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali ini menjelaskan peran guru dan orang tua agar memberikan perhatian secara fokus dan penuh kasih. “Peran guru dan orang tua harus benar-benar fokus memberikan kasih sayang serta penuh cinta kasih kepada anak, dan memperlakukannya juga seperti anak normal,” paparnya. 

Ia menambahkan anak berkebutuhan khusus fisiknya tidak bisa ditutupi. Namun dengan sentuhan kasih sayang, mereka juga bisa seperti anak pada umumnya. Sehingga peran guru dalam mendidik anak difabel ini sangat mulia.”Ngurus anak normal saja susah apalagi difabel,” ujar politikus PDI Perjuangan asal Jembrana ini. 

Ditambahkannya, selaku ketua KPP Bali, pihaknya akan menyerap aspirasi khususnya terkait kendala para orang tua siswa dan juga para guru yang mengajar di SLB. “Permasalahan yang dihadapi akan kami tindak lanjuti. Karena KPP bersinergi langsung dengan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, serta berbagai pihak lainnya. Kendala di lapangan ini yang akan kami bahas,” tandasnya. 

Disebutkan permasalahan difabel ini juga harus menjadi perhatian pemerintah. Penanganan tidak cukup hanya sekarang saja. Tetapi, juga mencari solusi untuk pencegahan dengan berkoordinasi baik dengan Dinsos maupun Dinas Kesehatan.


Most Read

Artikel Terbaru

/