alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

PAW Anggota DPRD Jembrana yang Meninggal Tunggu SK Gubernur

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Pasca meninggalnya Ni Putu Lilyana, hingga kini proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Jembrana itu belum terlaksana. Meski prosesnya sudah bergulir sepekan setelah kepulangan politisi PDI Perjuangan itu, namun hingga kini SK Pemberhentian dari Gubernur Bali belum turun. Bahkan calon penggantinya pun hingga saat ini masih berproses.

Almarhum Ni Putu Lilyana tutup usia Kamis (21/4/2022) dini hari. Politisi wanita dari Dapil Kecamatan Melaya ini meninggal dunia saat menjalani peratawan medis di ruang Puri Rahayu RSU Negara. Politisi asal Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya ini meninggal pukul 01.15 Wita. Anggota Komisi II ini menjadi anggota Fraksi PDI P kedua yang meninggal dunia di periode 2019-2024. Praktis proses PAW ini merupakan yang keduakalinya terjadi di tubuh Fraksi PDI P DPRD Kabupaten Jembrana yang juga disebabkan karena meninggal dunia.

Dari informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), PAW Ni Putu Lilyana hingga kini belum terlaksana karena masih berproses. Bahkan SK Pemberhetian dari Gubernur Bali hingga kini belum diterima DPRD Kabupaten Jembrana. Begitupula proses untuk calon penggantinya juga masih terus bergulir. KPU Kabupaten Jembrana sebelumnya telah mengirimkan surat ke DPRD Kabupaten Jembrana terkait Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Jembrana itu.

Dalam daftar peringkat perolehan suara partai politik, calon legislative yang memperoleh suara dibawah perolehan suara Ni Putu Lilyana adalah I Nyoman Renteb. Namun demikian, Renteb sendiri sudah lebih dulu berpindah partai politik dan sekarang memimpin Nasdem Jembrana. Sehingga surat itu disanggah kembali oleh DPC PDI P Jembrana. DPRD Jembrana pun kembali bersurat ke KPU Jembrana. Dalam surat nomor 170/635/DPRD/2022 tertanggal 6 Juni 2022, DPRD Kabupaten Jembrana kembali meminta nama calon pengganti antar waktu DPRD Jembrana.

Surat DPRD Kabupaten Jembrana itu juga merujuk adanya tembusan surat dari DPC PDI P Jembrana. Surat DPC PDI P Jembrana nomor 110/EX/DPC-02.09/VI/2022 tertanggal 6 Juni  2022 tersebut berisi penyampaian Surat DPP PDI P terkait persetujuan PAW Anggota DPRD Kabupaten Jembrana yang dilengkapi dengan SK DPP PDI Perjuangan terkait Pemberhentian Nyoman Renteb dari Keanggotaan PDI P. Yang mana DPP PDI P menyetujui I Wayan Suparta yang memperoleh suara dibawah peroleh suara Nyoman Renteb sebagai calon pengganti.

Sekretaris DPRD Kabupaten Jembrana, I Komang Suparta saat dikonfirmasi mengakui PAW terhadap Ni Putu Lilyana hingga kini masih terus berproses. Diakuinya juga SK Pemberhentian yang dimohonkan DPRD Kabupaten Jembrana ke Gubernur Bali hingga kini masih belum diterima.

“Informasinya dari Biro Pemerintahan Provinsi Bali, SK masih di proses di Biro Hukum,” ujarnya.

Sedangkan terkait calon pengganti, dengan adanya surat dari DPC PDI P Jembrana yang mana nama calon yang diterimanya telah diberhentikan. Sehingga pihak DPRD Kabupaten Jembrana meminta kembali nama calon pengganti ke KPU Kabupaten Jembrana.

“DPRD dapat surat dari DPC PDI P sehingga kami proses kembali ke KPU. Sekarang masih menunggu nama dari KPU,” pungkasnya.

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Pasca meninggalnya Ni Putu Lilyana, hingga kini proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Jembrana itu belum terlaksana. Meski prosesnya sudah bergulir sepekan setelah kepulangan politisi PDI Perjuangan itu, namun hingga kini SK Pemberhentian dari Gubernur Bali belum turun. Bahkan calon penggantinya pun hingga saat ini masih berproses.

Almarhum Ni Putu Lilyana tutup usia Kamis (21/4/2022) dini hari. Politisi wanita dari Dapil Kecamatan Melaya ini meninggal dunia saat menjalani peratawan medis di ruang Puri Rahayu RSU Negara. Politisi asal Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya ini meninggal pukul 01.15 Wita. Anggota Komisi II ini menjadi anggota Fraksi PDI P kedua yang meninggal dunia di periode 2019-2024. Praktis proses PAW ini merupakan yang keduakalinya terjadi di tubuh Fraksi PDI P DPRD Kabupaten Jembrana yang juga disebabkan karena meninggal dunia.

Dari informasi yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), PAW Ni Putu Lilyana hingga kini belum terlaksana karena masih berproses. Bahkan SK Pemberhetian dari Gubernur Bali hingga kini belum diterima DPRD Kabupaten Jembrana. Begitupula proses untuk calon penggantinya juga masih terus bergulir. KPU Kabupaten Jembrana sebelumnya telah mengirimkan surat ke DPRD Kabupaten Jembrana terkait Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Jembrana itu.

Dalam daftar peringkat perolehan suara partai politik, calon legislative yang memperoleh suara dibawah perolehan suara Ni Putu Lilyana adalah I Nyoman Renteb. Namun demikian, Renteb sendiri sudah lebih dulu berpindah partai politik dan sekarang memimpin Nasdem Jembrana. Sehingga surat itu disanggah kembali oleh DPC PDI P Jembrana. DPRD Jembrana pun kembali bersurat ke KPU Jembrana. Dalam surat nomor 170/635/DPRD/2022 tertanggal 6 Juni 2022, DPRD Kabupaten Jembrana kembali meminta nama calon pengganti antar waktu DPRD Jembrana.

Surat DPRD Kabupaten Jembrana itu juga merujuk adanya tembusan surat dari DPC PDI P Jembrana. Surat DPC PDI P Jembrana nomor 110/EX/DPC-02.09/VI/2022 tertanggal 6 Juni  2022 tersebut berisi penyampaian Surat DPP PDI P terkait persetujuan PAW Anggota DPRD Kabupaten Jembrana yang dilengkapi dengan SK DPP PDI Perjuangan terkait Pemberhentian Nyoman Renteb dari Keanggotaan PDI P. Yang mana DPP PDI P menyetujui I Wayan Suparta yang memperoleh suara dibawah peroleh suara Nyoman Renteb sebagai calon pengganti.

Sekretaris DPRD Kabupaten Jembrana, I Komang Suparta saat dikonfirmasi mengakui PAW terhadap Ni Putu Lilyana hingga kini masih terus berproses. Diakuinya juga SK Pemberhentian yang dimohonkan DPRD Kabupaten Jembrana ke Gubernur Bali hingga kini masih belum diterima.

“Informasinya dari Biro Pemerintahan Provinsi Bali, SK masih di proses di Biro Hukum,” ujarnya.

Sedangkan terkait calon pengganti, dengan adanya surat dari DPC PDI P Jembrana yang mana nama calon yang diterimanya telah diberhentikan. Sehingga pihak DPRD Kabupaten Jembrana meminta kembali nama calon pengganti ke KPU Kabupaten Jembrana.

“DPRD dapat surat dari DPC PDI P sehingga kami proses kembali ke KPU. Sekarang masih menunggu nama dari KPU,” pungkasnya.

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/