alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Selisih 34.500 Suara, Tiga Hari Lagi KPU Tetapkan Dana-Dipa

AMLAPURA, BALI EXPRESS – KPU Karangasem kini tinggal menunggu penetapan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Karangasem selama tiga hari ke depan. Jika tak ada gugatan dari masing-masing tim paslon, maka penetapan bisa dilakukan paling lambat tiga hari setelah pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten.

Sementara itu, KPU Karangasem telah menuntaskan tahapan pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Rabu (16/12) pagi di Hotel Puri Bagus, Candidasa, Karangasem. Rapat yang dipimpin Ketua KPU Karangasem Ngurah Gede Maharjana itu, dihadiri panitia pemilihan kecamatan (PPK), sejumlah saksi paslon, Bawaslu Karangasem, dan perwakilan paslon.

Hasilnya, pleno menempatkan pasangan I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa sebagai peraih suara terbanyak. Calon yang diusung PDIP dan Hanura itu mencatatkan selisih angka hampir 35 ribu suara dari raihan suara rivalnya, yakni memeroleh 148.059 suara sah. Sedangkan sang kompetitor, pasangan I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Made Sukerana meraih 113.537 suara.

Ketua KPU Karangasem Ngurah Gede Maharjana menjelaskan, tahapan rekapitulasi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten berjalan lancar dan aman. Artinya tidak ada catatan khusus, baik itu keberatan atas hasil hitung suara paslon maupun kejadian lainnya.

“Hanya catatan khususnya ada kekeliruan input daftar pemilih tetap di TPS 13 Desa Duda. Keliru jumlah pemilih laki-laki dan perempuan dan diperbaiki di Sirekap kabupaten. Tapi itu tidak mengubah jumlah pemilih dan perolehan suara masing-masing paslon,” kata Maharjana.

Soal pelaksanaan pencoblosan Pilkada Karangasem, 9 Desember lalu, KPU Karangasem cukup berpuas hati. Sebab target partisipasi masyarakat datang ke TPS terlampaui. Dari 70 persen, meningkat tipis 71 persen. Walaupun pemilihan kepala daerah dilaksanakan saat pandemi Covid-19, warga Karangasem yang datang mencoblos 269.501 dari 377.873 warga yang berhak memilih.

Komisioner KPU Karangasem Putu Deasy Natalia menambahkan, perolehan suara sah memang diumumkan melalui pleno terbuka, tapi pihaknya belum menentukan kapan penetapan pasangan dilakukan. Sebab harus menunggu selama tiga hari, apakah ada gugatan soal hasil pleno ini atau tidak.

“Kami nunggu surat dari Mahkamah Konstitusi. Kalau tidak ada permohonan PHP (perselisihan hasil pemilihan), lima hari setelah surat diterima maksimal. Paslon biasanya mengajukan PHP paling lambat tiga hari setelah penetapan perolehan suara,” terang Deasy.

Sementara itu, calon bupati peroleh suara terbanyak, I Gede Dana mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh. Terlebih pelaksanaan Pilkada kali ini berjalan aman dan damai. Demi mewujudkan kedamaian itu hingga tahapan akhir, dirinya meminta pada masyarakat maupun simpatisan untuk tidak bereuforia.

“Apalagi pemerintah saat ini tengah gencar memutus penyebaran korona. Supaya tidak terjadi klaster baru, kita hormati agar proses ini aman sampai akhir,” pungkas Gede Dana.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – KPU Karangasem kini tinggal menunggu penetapan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Karangasem selama tiga hari ke depan. Jika tak ada gugatan dari masing-masing tim paslon, maka penetapan bisa dilakukan paling lambat tiga hari setelah pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten.

Sementara itu, KPU Karangasem telah menuntaskan tahapan pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Rabu (16/12) pagi di Hotel Puri Bagus, Candidasa, Karangasem. Rapat yang dipimpin Ketua KPU Karangasem Ngurah Gede Maharjana itu, dihadiri panitia pemilihan kecamatan (PPK), sejumlah saksi paslon, Bawaslu Karangasem, dan perwakilan paslon.

Hasilnya, pleno menempatkan pasangan I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa sebagai peraih suara terbanyak. Calon yang diusung PDIP dan Hanura itu mencatatkan selisih angka hampir 35 ribu suara dari raihan suara rivalnya, yakni memeroleh 148.059 suara sah. Sedangkan sang kompetitor, pasangan I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Made Sukerana meraih 113.537 suara.

Ketua KPU Karangasem Ngurah Gede Maharjana menjelaskan, tahapan rekapitulasi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten berjalan lancar dan aman. Artinya tidak ada catatan khusus, baik itu keberatan atas hasil hitung suara paslon maupun kejadian lainnya.

“Hanya catatan khususnya ada kekeliruan input daftar pemilih tetap di TPS 13 Desa Duda. Keliru jumlah pemilih laki-laki dan perempuan dan diperbaiki di Sirekap kabupaten. Tapi itu tidak mengubah jumlah pemilih dan perolehan suara masing-masing paslon,” kata Maharjana.

Soal pelaksanaan pencoblosan Pilkada Karangasem, 9 Desember lalu, KPU Karangasem cukup berpuas hati. Sebab target partisipasi masyarakat datang ke TPS terlampaui. Dari 70 persen, meningkat tipis 71 persen. Walaupun pemilihan kepala daerah dilaksanakan saat pandemi Covid-19, warga Karangasem yang datang mencoblos 269.501 dari 377.873 warga yang berhak memilih.

Komisioner KPU Karangasem Putu Deasy Natalia menambahkan, perolehan suara sah memang diumumkan melalui pleno terbuka, tapi pihaknya belum menentukan kapan penetapan pasangan dilakukan. Sebab harus menunggu selama tiga hari, apakah ada gugatan soal hasil pleno ini atau tidak.

“Kami nunggu surat dari Mahkamah Konstitusi. Kalau tidak ada permohonan PHP (perselisihan hasil pemilihan), lima hari setelah surat diterima maksimal. Paslon biasanya mengajukan PHP paling lambat tiga hari setelah penetapan perolehan suara,” terang Deasy.

Sementara itu, calon bupati peroleh suara terbanyak, I Gede Dana mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh. Terlebih pelaksanaan Pilkada kali ini berjalan aman dan damai. Demi mewujudkan kedamaian itu hingga tahapan akhir, dirinya meminta pada masyarakat maupun simpatisan untuk tidak bereuforia.

“Apalagi pemerintah saat ini tengah gencar memutus penyebaran korona. Supaya tidak terjadi klaster baru, kita hormati agar proses ini aman sampai akhir,” pungkas Gede Dana.


Most Read

Artikel Terbaru

/