26.5 C
Denpasar
Tuesday, June 6, 2023

20 atau 21 Januari 2021, KPU Jadwalkan Penetapan Paslon Terpilih

DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali bersama jajarannya di kabupaten/kota yang menjadi pelaksana Pilkada Serentak 2020 segera menetapkan pasangan calon atau paslon terpilih.

 

KPU Bali sendiri sudah berancang-ancang. Tahap penetapan paslon terpilih akan dilaksanakan antara 20 atau 21 Januari 2021 mendatang.

 

Itupun dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mengantisipasi risiko penyebaran Covid-19.

 

Ini seperti diungkapkan anggota KPU Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula, pada Minggu kemarin (17/1).

 

Dikatakan, sejauh ini pihaknya sudah merancang jadwal dan persiapan yang diperlukan saat tahapan penetapan pasangan calon terpilih tersebut.

 

“Sejauh ini kami merancang (jadwal) penetapannya berkisar pada 20 atau 21 Januari 2021. Itu hasil rapat koordinasi terakhir di Buleleng belum lama ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Dukung Paket Suwasta, Kader Hanura Diminta Mundur, Atau Dipecat

 

Kedua tanggal tersebut dipersiapkan sebagai waktu pelaksanaan penetapan paslon pilkada yang terpilih bergantung pada penyampaian Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK) kepada KPU RI.

 

“Kami berharap (penetapan pasangan calon) bisa dilakukan serentak. Kami juga sudah estimasikan tempat, waktu, dan siapa saja yang perlu hadir karena kondisi (pandemi Covid-19) saat ini,” imbuh Gung Nakula, sapaan akrabnya.

 

Sesuai tahapan, sambung dia, tenggang waktu hingga 18 Januari 2021 atau hari ini merupakan kesempatan bagi pasangan calon yang keberatan dengan hasil penghitungan suara untuk mengajukan sengketa.

 

Di saat yang sama, pada hari ini MK akan menyampaikan BRPK kepada KPU RI. “Kebetulan dari Bali belum ada satupun yang mengajukan gugatan,” sambungnya lagi.

Baca Juga :  PDIP Berpeluang Usung Suwirta di Klungkung

 

Intinya, lanjut Gung Nakula, KPU di daerah khususnya yang melaksanakan pilkada dalam posisi menunggu penyampaian BRPK dari MK kepada KPU. Paling lama lima hari setelah BRPK disampaikan MK, penetapan pasangan calon terpilih sudah akan dilaksanakan.

 

“Seumpama, sekarang pada 18 Januari 2021, MK menyampaikan BRPK kepada KPU RI, maksimal lima hari setelah penyampaian tersebut harus diikuti dengan tahapan penetapan pasangan calon terpilih. Maksimal lima hari. Itu sudah tahapan.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali bersama jajarannya di kabupaten/kota yang menjadi pelaksana Pilkada Serentak 2020 segera menetapkan pasangan calon atau paslon terpilih.

 

KPU Bali sendiri sudah berancang-ancang. Tahap penetapan paslon terpilih akan dilaksanakan antara 20 atau 21 Januari 2021 mendatang.

 

Itupun dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mengantisipasi risiko penyebaran Covid-19.

 

Ini seperti diungkapkan anggota KPU Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula, pada Minggu kemarin (17/1).

 

Dikatakan, sejauh ini pihaknya sudah merancang jadwal dan persiapan yang diperlukan saat tahapan penetapan pasangan calon terpilih tersebut.

 

“Sejauh ini kami merancang (jadwal) penetapannya berkisar pada 20 atau 21 Januari 2021. Itu hasil rapat koordinasi terakhir di Buleleng belum lama ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Selain Targetkan Penambahan Kursi, PDIP Berambisi Pertahankan Kursi Bupati

 

Kedua tanggal tersebut dipersiapkan sebagai waktu pelaksanaan penetapan paslon pilkada yang terpilih bergantung pada penyampaian Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK) kepada KPU RI.

 

“Kami berharap (penetapan pasangan calon) bisa dilakukan serentak. Kami juga sudah estimasikan tempat, waktu, dan siapa saja yang perlu hadir karena kondisi (pandemi Covid-19) saat ini,” imbuh Gung Nakula, sapaan akrabnya.

 

Sesuai tahapan, sambung dia, tenggang waktu hingga 18 Januari 2021 atau hari ini merupakan kesempatan bagi pasangan calon yang keberatan dengan hasil penghitungan suara untuk mengajukan sengketa.

 

Di saat yang sama, pada hari ini MK akan menyampaikan BRPK kepada KPU RI. “Kebetulan dari Bali belum ada satupun yang mengajukan gugatan,” sambungnya lagi.

Baca Juga :  Terkait Aksi 22 Mei, Anggota Polsek Payangan Sembahyang Bersama

 

Intinya, lanjut Gung Nakula, KPU di daerah khususnya yang melaksanakan pilkada dalam posisi menunggu penyampaian BRPK dari MK kepada KPU. Paling lama lima hari setelah BRPK disampaikan MK, penetapan pasangan calon terpilih sudah akan dilaksanakan.

 

“Seumpama, sekarang pada 18 Januari 2021, MK menyampaikan BRPK kepada KPU RI, maksimal lima hari setelah penyampaian tersebut harus diikuti dengan tahapan penetapan pasangan calon terpilih. Maksimal lima hari. Itu sudah tahapan.


Most Read

Artikel Terbaru