alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Sukerana Belum Pulih dari Covid-19, Penetapan Paket Massker Terancam

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kurang dari sepekan, jadwal Pilkada Serentak 2020 akan memasuki tahap penetapan calon tetap kepala daerah dan wakil kepala daerah. Saat ini, tahapan baru sampai pada agenda verifikasi perbaikan dokumen pasangan calon.

Di Provinsi Bali, hampir sebagian besar pasangan calon telah menyerahkan dokumen perbaikan untuk diverifikasi. Terkecuali untuk satu pasangan calon di Kabupaten Karangasem yakni I GA Mas Sumatri dan Made Sukerana (Massker).

BACA JUGA : Cuti Kampanye, Wabup Sedana Arta Tanggalkan Fasilitas Negara

Verifikasi terhadap syarat pasangan calon ini tertunda, mengingat bakal calon bupati Karangasem, Made Sukerana, positif terpapar Covid-19. Ini membuat dia belum bisa menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan mencalonkan diri.

“Tinggal Karangasem saja. Karena salah satu bakal calon wakil bupatinya, Made Sukerana, positif Covid-19. Sehingga untuk dia, proses verifikasinya ditunda dulu. Karena salah satu syarat pencalonan harus melalui pemeriksaan kesehatan,” jelas anggota KPU Bali Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, I Gede John Darmawan, Jumat (18/9).

Tertundanya proses verifikasi ini, sambung dia, pastinya akan berpengaruh pada proses penetapan sebagai pasangan calon tetap. Sesuai jadwal, tahapan ini dilaksanakan kurang dari sepekan lagi, yakni pada Rabu, 23 September 2020. Kemudian lanjut dengan pengambilan nomor urut pada keesokan harinya, Kamis, 24 September 2020.

 “Pengaruhnya ke proses penetapan pasangan calon tetap. Tanggalnya akan berbeda dengan pasangan calon lainnya,” tegasnya.

Dia mengatakan, tahap penetapan pasangan calon tetap akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal bagi pasangan yang sudah selesai diverifikasi dan memenuhi persyaratan. Sedangkan yang belum, mesti menjalani pemeriksaan kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan verifikasi administrasi kelengkapan berkas. Lanjut lagi dengan masukan dan tanggapan masyarakat.

  “Setelah itu baru masuk penetapan pasangan calon tetap. Untuk pengambilan nomor urutnya juga tidak bersamaan,”  imbuh John.

 Apa ada batas waktunya? Menurut John, aturan Pilkada tidak memberikan batas waktu perihal kapan paling lama penetapan pasangan calon tetap mesti dilaksanakan. Namun, tertundanya proses untuk melengkapi persyaratan sebagai calon tetap, akan berpengaruh pada masa kampanye pasangan calon itu sendiri.

 “Risikonya, masa kampanye mereka sebagai pasangan calon tetap akan berkurang. Harusnya kampanye akan dimulai pada 26 September 2020. Kalau pasangan Massker, kemungkinan akhir September atau awal Oktober baru bisa menjalani tahapan penetapan dan pengambilan nomor urut.  Sekarang (Jumat, Red) katanya Sukerana jalani tes swab lagi. Kalau negatif akan lanjut ke pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kurang dari sepekan, jadwal Pilkada Serentak 2020 akan memasuki tahap penetapan calon tetap kepala daerah dan wakil kepala daerah. Saat ini, tahapan baru sampai pada agenda verifikasi perbaikan dokumen pasangan calon.

Di Provinsi Bali, hampir sebagian besar pasangan calon telah menyerahkan dokumen perbaikan untuk diverifikasi. Terkecuali untuk satu pasangan calon di Kabupaten Karangasem yakni I GA Mas Sumatri dan Made Sukerana (Massker).

BACA JUGA : Cuti Kampanye, Wabup Sedana Arta Tanggalkan Fasilitas Negara

Verifikasi terhadap syarat pasangan calon ini tertunda, mengingat bakal calon bupati Karangasem, Made Sukerana, positif terpapar Covid-19. Ini membuat dia belum bisa menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan mencalonkan diri.

“Tinggal Karangasem saja. Karena salah satu bakal calon wakil bupatinya, Made Sukerana, positif Covid-19. Sehingga untuk dia, proses verifikasinya ditunda dulu. Karena salah satu syarat pencalonan harus melalui pemeriksaan kesehatan,” jelas anggota KPU Bali Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, I Gede John Darmawan, Jumat (18/9).

Tertundanya proses verifikasi ini, sambung dia, pastinya akan berpengaruh pada proses penetapan sebagai pasangan calon tetap. Sesuai jadwal, tahapan ini dilaksanakan kurang dari sepekan lagi, yakni pada Rabu, 23 September 2020. Kemudian lanjut dengan pengambilan nomor urut pada keesokan harinya, Kamis, 24 September 2020.

 “Pengaruhnya ke proses penetapan pasangan calon tetap. Tanggalnya akan berbeda dengan pasangan calon lainnya,” tegasnya.

Dia mengatakan, tahap penetapan pasangan calon tetap akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal bagi pasangan yang sudah selesai diverifikasi dan memenuhi persyaratan. Sedangkan yang belum, mesti menjalani pemeriksaan kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan verifikasi administrasi kelengkapan berkas. Lanjut lagi dengan masukan dan tanggapan masyarakat.

  “Setelah itu baru masuk penetapan pasangan calon tetap. Untuk pengambilan nomor urutnya juga tidak bersamaan,”  imbuh John.

 Apa ada batas waktunya? Menurut John, aturan Pilkada tidak memberikan batas waktu perihal kapan paling lama penetapan pasangan calon tetap mesti dilaksanakan. Namun, tertundanya proses untuk melengkapi persyaratan sebagai calon tetap, akan berpengaruh pada masa kampanye pasangan calon itu sendiri.

 “Risikonya, masa kampanye mereka sebagai pasangan calon tetap akan berkurang. Harusnya kampanye akan dimulai pada 26 September 2020. Kalau pasangan Massker, kemungkinan akhir September atau awal Oktober baru bisa menjalani tahapan penetapan dan pengambilan nomor urut.  Sekarang (Jumat, Red) katanya Sukerana jalani tes swab lagi. Kalau negatif akan lanjut ke pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/