alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Anggota DPR Usul Barter Batubara dengan Kedelai ke China dan India

JAKARTA, BALI EXPRESS – Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mendorong pemerintah untuk berani menerapkan kebijakan “out of the box” guna mengatasi persoalan komoditas kedelai seperti menawarkan barter antara komoditas kedelai dengan batu bara dari Indonesia.

“Solusi jangka pendek dengan cara barter antara komoditas kedelai dengan batu bara yang merupakan keunggulan komparatif Indonesia,” kata Amin Ak dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/2).

Amin menunjuk China dan India, dua negara yang menjadi produsen kedelai terbesar keempat dan kelima di dunia sebagai negara tujuan kerja sama barter kedua komoditas tersebut.

Dengan demikian, lanjutnya, maka diharapkan pemerintah mengarahkan BUMN produsen batu bara bekerjasama dengan BUMN Pangan dalam melakukan tawaran barter tersebut sehingga kedelai yang diperoleh dapat untuk mengamankan stok jangka pendek, paling tidak pengamanan stok hingga Juli 2022.

Ia mengungkapkan, stok sampai Juli tersebut karena diperkirakan harga kedelai global mulai Agustus 2022 diprediksi sudah mulai turun.

Di sisi lain, lanjutnya, produksi dalam negeri bisa digenjot dengan kedelai ditanam mulai Maret 2022, kemudian dipanen Juni hingga Juli 2022.


JAKARTA, BALI EXPRESS – Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mendorong pemerintah untuk berani menerapkan kebijakan “out of the box” guna mengatasi persoalan komoditas kedelai seperti menawarkan barter antara komoditas kedelai dengan batu bara dari Indonesia.

“Solusi jangka pendek dengan cara barter antara komoditas kedelai dengan batu bara yang merupakan keunggulan komparatif Indonesia,” kata Amin Ak dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/2).

Amin menunjuk China dan India, dua negara yang menjadi produsen kedelai terbesar keempat dan kelima di dunia sebagai negara tujuan kerja sama barter kedua komoditas tersebut.

Dengan demikian, lanjutnya, maka diharapkan pemerintah mengarahkan BUMN produsen batu bara bekerjasama dengan BUMN Pangan dalam melakukan tawaran barter tersebut sehingga kedelai yang diperoleh dapat untuk mengamankan stok jangka pendek, paling tidak pengamanan stok hingga Juli 2022.

Ia mengungkapkan, stok sampai Juli tersebut karena diperkirakan harga kedelai global mulai Agustus 2022 diprediksi sudah mulai turun.

Di sisi lain, lanjutnya, produksi dalam negeri bisa digenjot dengan kedelai ditanam mulai Maret 2022, kemudian dipanen Juni hingga Juli 2022.


Most Read

Artikel Terbaru

/