alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

KUPA-PPAS Badung, Parwata Sebut Rancangan Sangat Efektif dan Efisien

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Adanya Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2021, DPRD Badung menggelar rapat paripurna terkait penjelasan Bupati Badung, Rabu (18/8). Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, didampingi Wakil I, I Wayan Suyasa.

Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengungkapkan, sesuai rancangan yang disampaikan Pemkab Badung ke DPRD dan penjelasan Bupati I Nyoman Giri Prasta, pendapatan dirancang Rp 2,9 triliun lebih, turun sebesar Rp 854 miliar lebih dari APBD induk 2021 yang semula Rp 3,8 triliun. Sedangkan PAD dirancang Rp 1,9 triliun lebih. Parwata menyebut rancangan tersebut sangat efektif dan efisien. “Semoga rancangan ini bisa terpenuhi, karena diturunkan dari pendapatan kita,” ujarnya usai rapat paripurna.

Namun dalam rancangan KUPA tersebut, ada prioritas yang harus diselesaikan Pemkab Badung, yakni 21,35 persen fokus ke pendidikan. Sedangkan 11,06 persen untuk kesehatan. “Tetapi dalam hal ini yang diseriuskan masih soal penanganan pandemi Covid-19 untuk masyarakat Badung,” sambungnya.  

Walaupun belanja turun, masih ada beberapa program yang menjadi prioritas. Pembangunan fisik dan infrastruktur dianggarkan sebesar Rp 102 miliar lebih. “Artinya masih ada fisik yang menjadi prioritas seperti jalan tani, peningkatan jalan. Karena perekonomian kan tergantung kelancaran arus lalu lintas,” terangnya.

Pihaknya berharap, pariwisata bisa lekas pulih dan pandemi Covid-19 bisa teratasi. Sehingga, jika pariwisata bisa kembali pulih, maka akan kembali bisa mendongkrak pendapatan. “Kalau itu bisa nanti di Silpa di 2022 bisa lebih banyak,” ujarnya. (esa)


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Adanya Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2021, DPRD Badung menggelar rapat paripurna terkait penjelasan Bupati Badung, Rabu (18/8). Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, didampingi Wakil I, I Wayan Suyasa.

Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengungkapkan, sesuai rancangan yang disampaikan Pemkab Badung ke DPRD dan penjelasan Bupati I Nyoman Giri Prasta, pendapatan dirancang Rp 2,9 triliun lebih, turun sebesar Rp 854 miliar lebih dari APBD induk 2021 yang semula Rp 3,8 triliun. Sedangkan PAD dirancang Rp 1,9 triliun lebih. Parwata menyebut rancangan tersebut sangat efektif dan efisien. “Semoga rancangan ini bisa terpenuhi, karena diturunkan dari pendapatan kita,” ujarnya usai rapat paripurna.

Namun dalam rancangan KUPA tersebut, ada prioritas yang harus diselesaikan Pemkab Badung, yakni 21,35 persen fokus ke pendidikan. Sedangkan 11,06 persen untuk kesehatan. “Tetapi dalam hal ini yang diseriuskan masih soal penanganan pandemi Covid-19 untuk masyarakat Badung,” sambungnya.  

Walaupun belanja turun, masih ada beberapa program yang menjadi prioritas. Pembangunan fisik dan infrastruktur dianggarkan sebesar Rp 102 miliar lebih. “Artinya masih ada fisik yang menjadi prioritas seperti jalan tani, peningkatan jalan. Karena perekonomian kan tergantung kelancaran arus lalu lintas,” terangnya.

Pihaknya berharap, pariwisata bisa lekas pulih dan pandemi Covid-19 bisa teratasi. Sehingga, jika pariwisata bisa kembali pulih, maka akan kembali bisa mendongkrak pendapatan. “Kalau itu bisa nanti di Silpa di 2022 bisa lebih banyak,” ujarnya. (esa)


Most Read

Artikel Terbaru

/