alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Koster Minta Bupati dan Walikota di Bali Jadikan Arak Bali sebagai Suvenir

DENPASAR, BALI EXPRESS – DPD PDIP Provinsi Bali menggelar grand final lomba barista kopi Bali, Mixologi Arak Bali, Kuliner Pendamping Beras dan Bartender di Inna Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (21/5). Kegiatan tersebut sebelumnya dilakukan penyisihan oleh masing-masing DPC PDIP kabupaten/kota se-Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang juga ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menjelaskan menggelar lomba itu supaya  masyarakat Bali tidak hanya bisa menjadi penonton di negerinya sendiri. Dengan demikian Bali yang hidup dari sektor pariwisata agar dapat memanfaatkan produk masyarakat lokal.

Berbagai lomba itu juga digelar sebagai  tindaklanjut dari banyak Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) yang sudah diterbitkan dalam tata kelola Bali. Sehingga semua pengelolaan hotel di Bali supaya menggunakan produk lokal untuk disajikan kepada semua wisatawan yang menginap di hotel.

Termasuk penggunaan busana adat Bali setiap Selasa dan Kamis diminta untuk mempergunakan kain jenis endek. “Dalam waktu dekat ini saya akan kumpulkan semua manajer hotel di Bali. Setiap hari Selasa dan Jumat diminta menggunakan kain endek Bali. Semua kebutuhan hotel harus mempergunakan produk lokal seperti penggunakan buah lokal harus dari Bali, ” jelasnya.

Sementara dalam kegiatan lomba yang digelar oleh PDIP Bali  itu akan lahir produk olahan lokal Bali dan mampu bersaing didunia internasional. Terbukti hasil olahan produk lokal arak Bali, setelah diolah dan dikemas dengan baik akan menjadi berkualitas tinggi dan harga jual yang tinggi.

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut meminta kepada bupati/ walikota di Bali mempergunakan produk-produk tersebut sebagai sovenir kepada setiap tamu yang datang ke Bali.

“Saya minta produk arak ini dijadikan suvenir kepada setiap tamu yang datang ke Bali,” tandasnya.

Sedangkan pemenanng dalam lomba tersebut terdiri dari barista kopi Bali, juara satu Kabupaten Buleleng, Gede Surya Pradipta. Juara dua dari Kabupaten Bangli, Agung Suantara, dan juara tiga dari Kabupaten Gianyar, Kadek Ugi Pratama.

Pada lomba mixologi Arak Bali, juara satu dari Kabupaten Badung, I Wayan Eka Darmawan. Disusul Kabupaten Gianyar, I Wayan Juniasa, dan  dari Kabupaten Jembrana, Komang Adi Suastika.

Lomba kuliner kategori appetizer,  juara satu dari Chandra Boga Denpasar, dengan point  400,3. Juara dua, HKK /Hongkong Klungkung dengan point 399, 4.  Dan Krama Bajang Marsudirini Jembrana, point 398,2.

Sedangkan lomba kuliner kategori Dldissert, juara satu dari Ubud Sunset Gianyar Point 427,4.  Juara dua Skalira SMK 5 Negara, Point 406 3, dan disusul oleh OTC Denpasar  dengan point  350,5.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – DPD PDIP Provinsi Bali menggelar grand final lomba barista kopi Bali, Mixologi Arak Bali, Kuliner Pendamping Beras dan Bartender di Inna Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (21/5). Kegiatan tersebut sebelumnya dilakukan penyisihan oleh masing-masing DPC PDIP kabupaten/kota se-Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang juga ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menjelaskan menggelar lomba itu supaya  masyarakat Bali tidak hanya bisa menjadi penonton di negerinya sendiri. Dengan demikian Bali yang hidup dari sektor pariwisata agar dapat memanfaatkan produk masyarakat lokal.

Berbagai lomba itu juga digelar sebagai  tindaklanjut dari banyak Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) yang sudah diterbitkan dalam tata kelola Bali. Sehingga semua pengelolaan hotel di Bali supaya menggunakan produk lokal untuk disajikan kepada semua wisatawan yang menginap di hotel.

Termasuk penggunaan busana adat Bali setiap Selasa dan Kamis diminta untuk mempergunakan kain jenis endek. “Dalam waktu dekat ini saya akan kumpulkan semua manajer hotel di Bali. Setiap hari Selasa dan Jumat diminta menggunakan kain endek Bali. Semua kebutuhan hotel harus mempergunakan produk lokal seperti penggunakan buah lokal harus dari Bali, ” jelasnya.

Sementara dalam kegiatan lomba yang digelar oleh PDIP Bali  itu akan lahir produk olahan lokal Bali dan mampu bersaing didunia internasional. Terbukti hasil olahan produk lokal arak Bali, setelah diolah dan dikemas dengan baik akan menjadi berkualitas tinggi dan harga jual yang tinggi.

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut meminta kepada bupati/ walikota di Bali mempergunakan produk-produk tersebut sebagai sovenir kepada setiap tamu yang datang ke Bali.

“Saya minta produk arak ini dijadikan suvenir kepada setiap tamu yang datang ke Bali,” tandasnya.

Sedangkan pemenanng dalam lomba tersebut terdiri dari barista kopi Bali, juara satu Kabupaten Buleleng, Gede Surya Pradipta. Juara dua dari Kabupaten Bangli, Agung Suantara, dan juara tiga dari Kabupaten Gianyar, Kadek Ugi Pratama.

Pada lomba mixologi Arak Bali, juara satu dari Kabupaten Badung, I Wayan Eka Darmawan. Disusul Kabupaten Gianyar, I Wayan Juniasa, dan  dari Kabupaten Jembrana, Komang Adi Suastika.

Lomba kuliner kategori appetizer,  juara satu dari Chandra Boga Denpasar, dengan point  400,3. Juara dua, HKK /Hongkong Klungkung dengan point 399, 4.  Dan Krama Bajang Marsudirini Jembrana, point 398,2.

Sedangkan lomba kuliner kategori Dldissert, juara satu dari Ubud Sunset Gianyar Point 427,4.  Juara dua Skalira SMK 5 Negara, Point 406 3, dan disusul oleh OTC Denpasar  dengan point  350,5.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/