alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sebelum Ungkap NII di Sumbar, Ternyata Ada Penangkapan Anggotanya di Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS- Sebelum mengungkap jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat (Sumbar) dan Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu, ternyata tim Detasemen Khusus 88 Anti Terorisme (Densus 88 AT) Polri, lebih dulu menangkap lima orang di Bali.

“Jadi lebih dahulu sebetulnya ada lima orang anggota kelompok NII  di Bali yang ditangkap lebih dulu, dibanding yang tempo hari di Sumbar dan Tanggerang Selatan. Bagaimanapun namanya penegakan hukum itu kan salah satu tujuannya penjeraan memberi efek jera kan, atas dasar itu kami lakukan persuasif,” kata petinggi Satgaswil Bali Densus 88 Antiteror Polri, usai pembatalan bai’at 25 anggota NII di Polresta Denpasar, Bali, Sabtu (23/4).

Selanjutnya, tambah perwira tersebut, selama enam bulan, petugas melakukan pendekatan persuasif melalui keluarga anggota yang sudah ditangkap. “Bukan ujug-ujug menemui mereka langsung,” katanya.

Ternyata upaya tersebut mendapatkan respons yang sangat baik. Keluarga dari anggota NII tersebut diberikan pembinaan hingga pendekatan ekonomi seperti bantuan sembako secara rutin tiap bulan mengingat suami atau anggota keluarga mereka di penjara.

Setelah tahap itu, pihaknya coba mengarahkan agara keluarga ini mau menjembatani atau perpanjangan tangan ke anggota-anggota yang lainnya, sampai akhirnya 25 anggota tersebut bersedia keluar.

Keluarnya 25 anggota tersebut ditandai dengan pembatalan bai’at (perjanjian) dan ikrar sumpah setia kepada Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Polresta Denpasar pada Sabtu (23/4). Kegiatan tersebut pun dihadiri Pimpinan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri, Pimpinan Polresta Denpasar, hingga organisasi keagamaan seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.

“Demi Allah saya bersumpah, satu, untuk melapas diri dari bai’at kepada pimpinan Negara Islam Indonesia dan organisasi Negara Islam Indonesia,” kata salah satu anggota NII yang menyatakan setiap kepada NKRI, Nur Harianto, warga kelahiran Banyuwangi, 24 November 1983 yang selama di Bali tinggal di Denpasar Selatan tersebut.

“Kedua, menolak dan menjauhi  segala bentuk faham dan kelompok yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Selanjutnya, dia juga menyatakan setia dan mengakui Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar hukum negara. Kemudian, dia juga menyatakan setia dan menjaga kedaluatan NKRI.  Juga berjanji akan mengikuti segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS- Sebelum mengungkap jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat (Sumbar) dan Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu, ternyata tim Detasemen Khusus 88 Anti Terorisme (Densus 88 AT) Polri, lebih dulu menangkap lima orang di Bali.

“Jadi lebih dahulu sebetulnya ada lima orang anggota kelompok NII  di Bali yang ditangkap lebih dulu, dibanding yang tempo hari di Sumbar dan Tanggerang Selatan. Bagaimanapun namanya penegakan hukum itu kan salah satu tujuannya penjeraan memberi efek jera kan, atas dasar itu kami lakukan persuasif,” kata petinggi Satgaswil Bali Densus 88 Antiteror Polri, usai pembatalan bai’at 25 anggota NII di Polresta Denpasar, Bali, Sabtu (23/4).

Selanjutnya, tambah perwira tersebut, selama enam bulan, petugas melakukan pendekatan persuasif melalui keluarga anggota yang sudah ditangkap. “Bukan ujug-ujug menemui mereka langsung,” katanya.

Ternyata upaya tersebut mendapatkan respons yang sangat baik. Keluarga dari anggota NII tersebut diberikan pembinaan hingga pendekatan ekonomi seperti bantuan sembako secara rutin tiap bulan mengingat suami atau anggota keluarga mereka di penjara.

Setelah tahap itu, pihaknya coba mengarahkan agara keluarga ini mau menjembatani atau perpanjangan tangan ke anggota-anggota yang lainnya, sampai akhirnya 25 anggota tersebut bersedia keluar.

Keluarnya 25 anggota tersebut ditandai dengan pembatalan bai’at (perjanjian) dan ikrar sumpah setia kepada Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Polresta Denpasar pada Sabtu (23/4). Kegiatan tersebut pun dihadiri Pimpinan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri, Pimpinan Polresta Denpasar, hingga organisasi keagamaan seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.

“Demi Allah saya bersumpah, satu, untuk melapas diri dari bai’at kepada pimpinan Negara Islam Indonesia dan organisasi Negara Islam Indonesia,” kata salah satu anggota NII yang menyatakan setiap kepada NKRI, Nur Harianto, warga kelahiran Banyuwangi, 24 November 1983 yang selama di Bali tinggal di Denpasar Selatan tersebut.

“Kedua, menolak dan menjauhi  segala bentuk faham dan kelompok yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Selanjutnya, dia juga menyatakan setia dan mengakui Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar hukum negara. Kemudian, dia juga menyatakan setia dan menjaga kedaluatan NKRI.  Juga berjanji akan mengikuti segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/