alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ternyata di Bali Ada Anggota NII, 25 Orang Resmi Kembali ke Pangkuan NKRI

DENPASAR, BALI EXPRESS – Detasemen Khusus 88 Anti Terorisme (Densus 88 AT) Polri berhasil mengungkap jaringan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat dan Tanggerang Selatan beberapa waktu lalu. Yang cukup mengejutkan, jaringan tersebut ternyata ada di Bali. Untungnya, aparat berhasil meyakinkan sebanyak 25 anggota untuk keluar dan setia kepada Pancasila.

Keluarnya 25 anggota tersebut ditandai dengan pembatalan bai’at (perjanjian) dan ikrar sumpah setia kepada Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Polresta Denpasar pada Sabtu (23/4). Kegiatan tersebut pun dihadiri Pimpinan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri, Pimpinan Polresta Denpasar, hingga organisasi keagamaan seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.

“Demi Allah saya bersumpah, satu, untuk melapas diri dari bai’at kepada pimpinan Negara Islam Indonesia dan organisasi Negara Islam Indonesia,” kata salah satu anggota NII yang menyatakan setiap kepada NKRI, Nur Harianto, warga kelahiran Banyuwangi, 24 November 1983 yang selama di Bali tinggal di Denpasar Selatan tersebut.

“Kedua, menolak dan menjauhi  segala bentuk faham dan kelompok yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Selanjutnya, dia juga menyatakan setia dan mengakui Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar hukum negara. Kemudian, dia juga menyatakan setia dan menjaga kedaluatan NKRI.  Juga berjanji akan mengikuti segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

Berdasar penjelasan Pimpinan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri yang enggan disebut namanya, kelompok NII di Bali sudah pihaknya petakan terlebih dahulu.

“Sebenarnya sebelum ada pengungkapan sudah kami petakan. Cuma kalau berbicara memetakan kelompok itu kan berbeda dengan upaya penegakkan hukum, itu dua hal yang berbeda,” tuturnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Detasemen Khusus 88 Anti Terorisme (Densus 88 AT) Polri berhasil mengungkap jaringan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat dan Tanggerang Selatan beberapa waktu lalu. Yang cukup mengejutkan, jaringan tersebut ternyata ada di Bali. Untungnya, aparat berhasil meyakinkan sebanyak 25 anggota untuk keluar dan setia kepada Pancasila.

Keluarnya 25 anggota tersebut ditandai dengan pembatalan bai’at (perjanjian) dan ikrar sumpah setia kepada Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Polresta Denpasar pada Sabtu (23/4). Kegiatan tersebut pun dihadiri Pimpinan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri, Pimpinan Polresta Denpasar, hingga organisasi keagamaan seperti Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.

“Demi Allah saya bersumpah, satu, untuk melapas diri dari bai’at kepada pimpinan Negara Islam Indonesia dan organisasi Negara Islam Indonesia,” kata salah satu anggota NII yang menyatakan setiap kepada NKRI, Nur Harianto, warga kelahiran Banyuwangi, 24 November 1983 yang selama di Bali tinggal di Denpasar Selatan tersebut.

“Kedua, menolak dan menjauhi  segala bentuk faham dan kelompok yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Selanjutnya, dia juga menyatakan setia dan mengakui Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar hukum negara. Kemudian, dia juga menyatakan setia dan menjaga kedaluatan NKRI.  Juga berjanji akan mengikuti segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

Berdasar penjelasan Pimpinan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri yang enggan disebut namanya, kelompok NII di Bali sudah pihaknya petakan terlebih dahulu.

“Sebenarnya sebelum ada pengungkapan sudah kami petakan. Cuma kalau berbicara memetakan kelompok itu kan berbeda dengan upaya penegakkan hukum, itu dua hal yang berbeda,” tuturnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/