27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Kuasai Jawa, Elektabilitas Ganjar Masih di Puncak

JAKARTA, BALI EXPRESS – Lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden (capres). Dalam simulasi 3 nama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul di atas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, elektabilitas Ganjar sebesar 37,5 persen. Sementara di bawahnya Prabowo Subianto mendapat 30,5 persen, dan terakhir Anies Baswedan 25,2 persen.

“Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden,” kata Yunarto kepada wartawan, Kamis (22/9).

Selain simulasi tiga nama, Ganjar juga berada di urutan teratas dalam simulasi 10 nama. Elektabilitas Ganjar terpaut jauh di angka 31,3 persen, disusul Prabowo dengan perolehan 24,4 persen dan Anies 20,6 persen.

Baca Juga :  Tak Setorkan LADK, Empat Parpol Terancam Tak Bisa Kampanye

“Sementara pada simulasi 27 nama, Ganjar Pranowo juga teratas dengan 28,5 persen dan Prabowo 23,4 persen, disusul Anies di belakangnya dengan 19,6 persen, lalu tokoh-tokoh lainnya,” kata Yunarto.

Yunarto menjelaskan, tingginya elektabilitas Ganjar tak lepas dari banyaknya dukungan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu di empat zona wilayah berbeda se-Indonesia.

“Dari responden Jateng dan DIY sebanyak 67 persennya mendukung Ganjar menjadi presiden apabila pemilihan dilakukan hari ini. Kemudian di Jawa Timur 25,8 persen, lalu di Bali, NTB, dan NTT 53,3 persen, dan juga di Maluku serta Papua dengan 30 persen dukungan,” imbuhnya.

Dalam hasil survei ini, Yunarto menyatakan, pengetahuan publik terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terbilang tinggi. Berdasarkan survei, sebanyak 75 persen dari total responden mengetahui perhelatan demokrasi tersebut.

Baca Juga :  Jika Terpilih, Dana-Dipa Prioritaskan Perlindungan Kawasan Besakih

Sebagai informasi, survei ini dilakukan secara tatap muka pada 6-13 September 2022. Para responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni WNI berusia minimal 17 tahun.

Responden dipilih melalui metode Multistage Random Sampling sebanyak total 1220 responden. Margin of erorr survei ini sebesar 2,82 persen dengan quality control dari 20 persen responden. (jpg/wid)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS – Lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden (capres). Dalam simulasi 3 nama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul di atas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, elektabilitas Ganjar sebesar 37,5 persen. Sementara di bawahnya Prabowo Subianto mendapat 30,5 persen, dan terakhir Anies Baswedan 25,2 persen.

“Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden,” kata Yunarto kepada wartawan, Kamis (22/9).

Selain simulasi tiga nama, Ganjar juga berada di urutan teratas dalam simulasi 10 nama. Elektabilitas Ganjar terpaut jauh di angka 31,3 persen, disusul Prabowo dengan perolehan 24,4 persen dan Anies 20,6 persen.

Baca Juga :  KPU Tabanan Nilai Pilgub Bali Rawan

“Sementara pada simulasi 27 nama, Ganjar Pranowo juga teratas dengan 28,5 persen dan Prabowo 23,4 persen, disusul Anies di belakangnya dengan 19,6 persen, lalu tokoh-tokoh lainnya,” kata Yunarto.

Yunarto menjelaskan, tingginya elektabilitas Ganjar tak lepas dari banyaknya dukungan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu di empat zona wilayah berbeda se-Indonesia.

“Dari responden Jateng dan DIY sebanyak 67 persennya mendukung Ganjar menjadi presiden apabila pemilihan dilakukan hari ini. Kemudian di Jawa Timur 25,8 persen, lalu di Bali, NTB, dan NTT 53,3 persen, dan juga di Maluku serta Papua dengan 30 persen dukungan,” imbuhnya.

Dalam hasil survei ini, Yunarto menyatakan, pengetahuan publik terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terbilang tinggi. Berdasarkan survei, sebanyak 75 persen dari total responden mengetahui perhelatan demokrasi tersebut.

Baca Juga :  PDIP Sulit Menangkan Prabowo di Pilpres 2024 Versi Survei SMRC

Sebagai informasi, survei ini dilakukan secara tatap muka pada 6-13 September 2022. Para responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni WNI berusia minimal 17 tahun.

Responden dipilih melalui metode Multistage Random Sampling sebanyak total 1220 responden. Margin of erorr survei ini sebesar 2,82 persen dengan quality control dari 20 persen responden. (jpg/wid)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/