alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Baru Satu Paslon Ditetapkan, Dana-Dipa Raih Angka Keberuntungan

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem sebelumnya hanya menetapkan satu pasangan calon (Paslon) bupati-wakil bupati. Praktis tahapan pengundian nomor urut, Kamis (24/9) pun hanya diikuti satu paslon, yakni paket I Gede Dana-I Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa).

Dengan begitu, paket Dana-Dipa secara otomatis mendapat nomor urut 1 di surat suara Pilkada Karangasem, 9 Desember mendatang. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020. Dalam klausulnya, jika KPU menetapkan satu paslon saja, secara otomatis pasangan tersebut mendapat nomor urut 1 pada tahapan pengundian nomor urut. 

Sementara itu, pasangan bakal calon (Bacalon) IGA Mas Sumatri-I Made Sukerana (Massker) praktis mendapat nomor urut 2. Hal ini terjadi lantaran ada keterlambatan dalam pelaksanaan tahapan sebelumnya. Di antaranya tes kesehatan bagi bacalon wakil bupati dan penetapan paslon. Sehingga KPU menerapkan tahapan perpanjangan bagi kubu Mas Sumatri-Sukerana.

Seperti diketahui, tahapan perpanjangan dijalankan paket Massker mengingat bacalon wakil bupati I Made Sukerana menjalani isolasi di RS Bali Mandara Denpasar lantaran Covid-19. Sehingga beberapa tahapan harus diundur. Namun KPU sudah menetapkan jadwal penetapan Paslon Massker pada 3 Oktober mendatang, plus pengambilan nomor urut sehari berikutnya.

“Jadi setelah dinyatakan negatif Covid-19, Sukerana sudah jalani tes kesehatan dua hari. Tanggal 21-22 September lalu diperiksa. Untuk berkas diserahkan, Rabu (23/9) secara lengkap. Berselang sembilan hari ada uji publik, kemudian barulah penetapan paslon berikut pengundian nomor urut,” jelas Krisna Adi Widana.

Krisna menyebut, adanya tahapan normal dan perpanjangan ini tak akan memengaruhi dua paslon. Sebab kedua paslon nantinya akan menjalani tahapan Pilkada yang lain seirama, sampai momen krusial pemungutan suara. Dengan kata lain, paket Dana-Dipa menjalani masa kampanye sesuai ketentuan 71 hari dan paket Massker hanya mengalami pengurangan masa kampanye.

“Pasangan Mas Sumatri-Sukerana mulai kampanye 6 Oktober sampai 5 Desember. Untuk paket Dana-Dipa, sesuai tahapan yang ditentukan, mulai 26 September sampai dengan masa akhir kampanye yang sama,” pungkas Adi Widana.

Calon Bupati I Gede Dana tak banyak berkomentar usai menghadiri agenda pengundian nomor urut yang berlangsung di Kantor KPU Karangasem sekitar pukul 10.00. Meski begitu, dirinya mengaku bersyukur pelaksanaan acara berjalan baik sesuai protokol kesehatan (Prokes).

Di sisi lain, soal nomor urut 1, bagi Gede Dana merupakan angka keberuntungan. Bahkan dirinya selalu berdoa agar mendapat nomor urut 1 di surat suara Pilkada Karangasem ini. Namun lebih penting daripada itu, Gede Dana berharap keberuntungan berpihak pada dirinya bersama Wayan Artha Dipa. 

“Yang jelas kami akan persiapan kampanye. Tentu menyiapkan fisik kesehatan dalam masa pandemi agar semua sehat, menjalankan Prokes, selebihnya berdoa,” ucap politisi PDIP ini. 

Tim pemenangan paket Dana-Dipa sebenarnya sudah mulai tancap gas paska penetapan paslon, Rabu (23/9). Politisi asal Kecamatan Abang ini bahkan tak bosan-bosan meminta kepada tim di tingkat desa hingga banjar, termasuk relawan untuk bergerak all out.

Gede Dana sebelumnya mengakui pemetaan kantong-kantong suara di tingkat banjar sudah dilakukan. Dirinya mengaku cukup gembira dengan gambaran pemetan di lapangan. Meski begitu, Gede Dana tak mau jumawa. “Saya tidak sebut angkanya, tapi cukup lumayan. Sebulan sebelum pemilihan, paling bergeser 3 persen, tetapi optimis menang,” serunya. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem sebelumnya hanya menetapkan satu pasangan calon (Paslon) bupati-wakil bupati. Praktis tahapan pengundian nomor urut, Kamis (24/9) pun hanya diikuti satu paslon, yakni paket I Gede Dana-I Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa).

Dengan begitu, paket Dana-Dipa secara otomatis mendapat nomor urut 1 di surat suara Pilkada Karangasem, 9 Desember mendatang. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020. Dalam klausulnya, jika KPU menetapkan satu paslon saja, secara otomatis pasangan tersebut mendapat nomor urut 1 pada tahapan pengundian nomor urut. 

Sementara itu, pasangan bakal calon (Bacalon) IGA Mas Sumatri-I Made Sukerana (Massker) praktis mendapat nomor urut 2. Hal ini terjadi lantaran ada keterlambatan dalam pelaksanaan tahapan sebelumnya. Di antaranya tes kesehatan bagi bacalon wakil bupati dan penetapan paslon. Sehingga KPU menerapkan tahapan perpanjangan bagi kubu Mas Sumatri-Sukerana.

Seperti diketahui, tahapan perpanjangan dijalankan paket Massker mengingat bacalon wakil bupati I Made Sukerana menjalani isolasi di RS Bali Mandara Denpasar lantaran Covid-19. Sehingga beberapa tahapan harus diundur. Namun KPU sudah menetapkan jadwal penetapan Paslon Massker pada 3 Oktober mendatang, plus pengambilan nomor urut sehari berikutnya.

“Jadi setelah dinyatakan negatif Covid-19, Sukerana sudah jalani tes kesehatan dua hari. Tanggal 21-22 September lalu diperiksa. Untuk berkas diserahkan, Rabu (23/9) secara lengkap. Berselang sembilan hari ada uji publik, kemudian barulah penetapan paslon berikut pengundian nomor urut,” jelas Krisna Adi Widana.

Krisna menyebut, adanya tahapan normal dan perpanjangan ini tak akan memengaruhi dua paslon. Sebab kedua paslon nantinya akan menjalani tahapan Pilkada yang lain seirama, sampai momen krusial pemungutan suara. Dengan kata lain, paket Dana-Dipa menjalani masa kampanye sesuai ketentuan 71 hari dan paket Massker hanya mengalami pengurangan masa kampanye.

“Pasangan Mas Sumatri-Sukerana mulai kampanye 6 Oktober sampai 5 Desember. Untuk paket Dana-Dipa, sesuai tahapan yang ditentukan, mulai 26 September sampai dengan masa akhir kampanye yang sama,” pungkas Adi Widana.

Calon Bupati I Gede Dana tak banyak berkomentar usai menghadiri agenda pengundian nomor urut yang berlangsung di Kantor KPU Karangasem sekitar pukul 10.00. Meski begitu, dirinya mengaku bersyukur pelaksanaan acara berjalan baik sesuai protokol kesehatan (Prokes).

Di sisi lain, soal nomor urut 1, bagi Gede Dana merupakan angka keberuntungan. Bahkan dirinya selalu berdoa agar mendapat nomor urut 1 di surat suara Pilkada Karangasem ini. Namun lebih penting daripada itu, Gede Dana berharap keberuntungan berpihak pada dirinya bersama Wayan Artha Dipa. 

“Yang jelas kami akan persiapan kampanye. Tentu menyiapkan fisik kesehatan dalam masa pandemi agar semua sehat, menjalankan Prokes, selebihnya berdoa,” ucap politisi PDIP ini. 

Tim pemenangan paket Dana-Dipa sebenarnya sudah mulai tancap gas paska penetapan paslon, Rabu (23/9). Politisi asal Kecamatan Abang ini bahkan tak bosan-bosan meminta kepada tim di tingkat desa hingga banjar, termasuk relawan untuk bergerak all out.

Gede Dana sebelumnya mengakui pemetaan kantong-kantong suara di tingkat banjar sudah dilakukan. Dirinya mengaku cukup gembira dengan gambaran pemetan di lapangan. Meski begitu, Gede Dana tak mau jumawa. “Saya tidak sebut angkanya, tapi cukup lumayan. Sebulan sebelum pemilihan, paling bergeser 3 persen, tetapi optimis menang,” serunya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/