Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AI dan Quantum Computing Dinilai Buka Celah Spionase Baru, Indonesia Perlu Perkuat Keamanan Siber

I
Penulis: I Putu Suyatra❯
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

Advertisement

Ancaman Spionase Siber Makin Kompleks di Era Transformasi Digital

BALIEXPRESS.ID – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan quantum computing dinilai membuka celah baru dalam praktik spionase modern yang dapat mengancam kepentingan strategis nasional Indonesia. Kemampuan teknologi tersebut dalam mengolah data secara masif, menembus sistem digital, hingga mempercepat analisis informasi membuat ancaman spionase siber kini semakin kompleks dan sulit dideteksi.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu segera memperkuat perlindungan kepentingan nasional melalui penguatan keamanan siber, perlindungan informasi strategis, hingga peningkatan kesadaran anti-spionase di tengah pesatnya transformasi digital global.

Advertisement

Dosen Senior sekaligus Pakar Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (UI), Edy Prasetyono, mengatakan praktik spionase merupakan ancaman nyata yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

“Spionase itu empirik, nyata. Dari zaman Romawi, Yunani, Persia sampai sekarang itu ada. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi digital, ancamannya menjadi semakin besar,” ujar Edy.

AI dan Quantum Computing Jadi Rebutan Negara-Negara Besar

Advertisement

Menurut Edy, perkembangan AI, quantum computing, hingga teknologi siber modern membuat persaingan antarnegara tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer konvensional. Perebutan keunggulan kini juga terjadi pada sektor teknologi, energi, hingga penguasaan informasi strategis.

“Negara sekarang berlomba mencari keunggulan. Teknologi chips, quantum computing, energi, itu semua menjadi sektor strategis yang diperebutkan,” katanya.

Ia menilai ancaman spionase modern dapat berdampak luas terhadap Indonesia, mulai dari pencurian teknologi, gangguan terhadap infrastruktur vital, hingga melemahnya posisi Indonesia dalam kerja sama internasional apabila perlindungan data strategis tidak diperkuat.

“Kalau Indonesia dianggap tidak mampu melindungi informasi strategis, negara lain tentu akan berpikir ulang untuk melakukan transfer teknologi atau kerja sama yang sensitif,” jelasnya.

Spionase Siber Disebut Terjadi Setiap Hari

Sementara itu, Kepala Program Pascasarjana Hubungan Internasional FISIP UI, Ali Wibisono, mengatakan ancaman spionase siber saat ini berlangsung secara terus-menerus dan semakin sulit dikenali karena memanfaatkan operasi digital berteknologi tinggi.

“Cyber espionage itu terjadi setiap hari. Negara-negara di sekitar Indonesia sudah membangun kemampuan mencuri informasinya,” ujar Ali.

Advertisement
Editor : I Putu Suyatra

Artikel Terkait

DPR RI Dorong Evaluasi Undang-Undang untuk Perkuat Antisipasi Ancaman Spionase Asing

DPR RI Dorong Evaluasi Undang-Undang untuk Perkuat Antisipasi Ancaman Spionase Asing

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mendorong evaluasi terhadap regulasi yang berlaku guna memperkuat upaya Indonesia mengantisipasi ancaman spionase dan intervensi asing. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mema

Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Jaga Kedaulatan Indonesia

Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Jaga Kedaulatan Indonesia

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra mendorong penguatan kerangka hukum nasional untuk menghadapi ancaman spionase dan intervensi asing yang semakin kompleks di tengah meningkatnya p

Negara Demokratis Sudah Punya UU Anti-Spionase, Indonesia Dinilai Perlu Segera Berbenah

Negara Demokratis Sudah Punya UU Anti-Spionase, Indonesia Dinilai Perlu Segera Berbenah

Sejumlah negara demokratis di dunia telah memiliki undang-undang dan kebijakan khusus untuk menangkal praktik spionase demi melindungi kepentingan nasional. Indonesia dinilai perlu segera berbenah agar tidak tertinggal

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer