alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Diisukan Merapat ke GiriAsa, Rekomendasi Golkar Ditunggu KRBB

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pendaftaran bakal calon pasangan bupati Badung dan wakil bupati Badung untuk Pilkada, tinggal hitungan hari. Sebelumnya, paket petahana, I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa (GiriAsa) sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP. Sementara itu, Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB) yang mengusung I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra) baru mengantongi rekomendasi dari Partai Nasdem. KRBB masih menunggu rekomendasi dari Partai Golkar dan Gerindra.

Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Suyasa, Minggu (30/8) menyatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari DPP Golkar. Yang jelas pihaknya termasuk DPD I Partai Golkar Bali sudah mengajukan Diatmika-Muntra untuk mendapat rekomendasi bertarung di Pilkada Badung. Sementara, Minggu (30/8) yang notabene bukan hari kerja, kemungkinan keputusan pusat akan keluar hari ini atau beberapa hari ke depan. “Kami masih menunggu karena hari ini juga bukan hari kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, DPC Demokrat Badung yang jauh-jauh hari sudah menyatakan dukungannya ke GiriAsa, kembali memberikan penegasan. Kabarnya, Selasa 1 September, rekomendasi dari induk partai berlogo mersi itu akan turun. Sehingga, tak sekadar mendukung, Demokrat menegaskan akan mengusung GiriAsa untuk maju di periode kedua ini. “Rekomendasi tanggal 1 akan diberikan secara resmi,” ungkap Ketua DPC Demokrat Badung I Made Sunarta.

Baca Juga :  Ajukan Anggaran Pilkada Rp 11,5 M, Bawaslu Tabanan Dapat Rp 7,4 M

Sebelumnya, dukungan untuk GiriAsa juga mengalir dari DPD Hanura Bali. Bahkan disampaikan langsung oleh Ketua DPD Hanura Provinsi Bali, I Kadek Arimbawa. “Kami melihat aspirasi dan keputusan dari elemen kader di bawah, mulai DPC, PAC sampai ranting untuk mendukung Giri Prasta dan Ketut Suiasa yang dicalonkan kembali sebagai bupati dan wakil bupati Badung,” ungkap Arimbawa yang dikenal dengan sapaan Lolak, Sabtu (29/8) didampingi Ketua DPC Hanura Badung, I Made Burat.

Sayangnya, sempat berhembus isu bahwa Golkar juga merapat ke GiriAsa. Ketua KRBB, AA Bagus Tri Candra Arka tak membantah adanya isu tersebut. Hanya saja, pihaknya enggan menanggapi lebih jauh. Ia menegaskan akan menunggu keputusan resmi dari Partai Golkar. “Kami tetap wait and see,” ujar Gung Cok, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Gunakan Dana Gotong Royong Kader, Bulan Bung Karno PDIP Meriah

Seperti diketahui, dari 40 kursi wakil rakyat Badung, 28 di antaranya diduduki oleh PDIP. Disusul oleh Golkar tujuh kursi, Gerindra dan Demokrat masing-masing dua kursi, dan Nasdem satu kursi. Agar bisa mengusung calon, awalnya Golkar sepakat membentuk KRBB bersama Nasdem dan Gerindra. Muncullah nama Diatmika-Muntra. Golkar sebagai pemilik kursi terbanyak dalam koalisi tersebut otomatis sangat menentukan kelanjutan KRBB.

Sedangkan PDIP didukung Demokrat mengusung GiriAsa. Namun sebelum turun rekomendasi, Jumat (28/8), juga sempat ada isu kemungkinan munculnya kader lain sebagai pendamping Giri Prasta. Hanya saja, dengan turunnya rekomendasi dari DPP PDIP, menegaskan paket GiriAsa masih bisa melenggang menuju pertarungan untuk periode kedua.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pendaftaran bakal calon pasangan bupati Badung dan wakil bupati Badung untuk Pilkada, tinggal hitungan hari. Sebelumnya, paket petahana, I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa (GiriAsa) sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP. Sementara itu, Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB) yang mengusung I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra (Diatmika-Muntra) baru mengantongi rekomendasi dari Partai Nasdem. KRBB masih menunggu rekomendasi dari Partai Golkar dan Gerindra.

Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Suyasa, Minggu (30/8) menyatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari DPP Golkar. Yang jelas pihaknya termasuk DPD I Partai Golkar Bali sudah mengajukan Diatmika-Muntra untuk mendapat rekomendasi bertarung di Pilkada Badung. Sementara, Minggu (30/8) yang notabene bukan hari kerja, kemungkinan keputusan pusat akan keluar hari ini atau beberapa hari ke depan. “Kami masih menunggu karena hari ini juga bukan hari kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, DPC Demokrat Badung yang jauh-jauh hari sudah menyatakan dukungannya ke GiriAsa, kembali memberikan penegasan. Kabarnya, Selasa 1 September, rekomendasi dari induk partai berlogo mersi itu akan turun. Sehingga, tak sekadar mendukung, Demokrat menegaskan akan mengusung GiriAsa untuk maju di periode kedua ini. “Rekomendasi tanggal 1 akan diberikan secara resmi,” ungkap Ketua DPC Demokrat Badung I Made Sunarta.

Baca Juga :  PDIP Bali Target 80 Persen Suara untuk Jokowi-Amin

Sebelumnya, dukungan untuk GiriAsa juga mengalir dari DPD Hanura Bali. Bahkan disampaikan langsung oleh Ketua DPD Hanura Provinsi Bali, I Kadek Arimbawa. “Kami melihat aspirasi dan keputusan dari elemen kader di bawah, mulai DPC, PAC sampai ranting untuk mendukung Giri Prasta dan Ketut Suiasa yang dicalonkan kembali sebagai bupati dan wakil bupati Badung,” ungkap Arimbawa yang dikenal dengan sapaan Lolak, Sabtu (29/8) didampingi Ketua DPC Hanura Badung, I Made Burat.

Sayangnya, sempat berhembus isu bahwa Golkar juga merapat ke GiriAsa. Ketua KRBB, AA Bagus Tri Candra Arka tak membantah adanya isu tersebut. Hanya saja, pihaknya enggan menanggapi lebih jauh. Ia menegaskan akan menunggu keputusan resmi dari Partai Golkar. “Kami tetap wait and see,” ujar Gung Cok, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Wifi Ngadat, Gedung Bocor, Tirtawan Soroti Kinerja Sekwan DPRD Bali

Seperti diketahui, dari 40 kursi wakil rakyat Badung, 28 di antaranya diduduki oleh PDIP. Disusul oleh Golkar tujuh kursi, Gerindra dan Demokrat masing-masing dua kursi, dan Nasdem satu kursi. Agar bisa mengusung calon, awalnya Golkar sepakat membentuk KRBB bersama Nasdem dan Gerindra. Muncullah nama Diatmika-Muntra. Golkar sebagai pemilik kursi terbanyak dalam koalisi tersebut otomatis sangat menentukan kelanjutan KRBB.

Sedangkan PDIP didukung Demokrat mengusung GiriAsa. Namun sebelum turun rekomendasi, Jumat (28/8), juga sempat ada isu kemungkinan munculnya kader lain sebagai pendamping Giri Prasta. Hanya saja, dengan turunnya rekomendasi dari DPP PDIP, menegaskan paket GiriAsa masih bisa melenggang menuju pertarungan untuk periode kedua.


Most Read

Artikel Terbaru

/