alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Disokong Golkar, GiriAsa akan Lawan Kotak Kosong

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Isu dukungan Partai Golkar untuk Pilkada Badung 2020 terjawab. Setelah beberapa hari kasak kusuk, akhirnya partai berlogo beringin tersebut mendukung petahana, I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa (GiriAsa). Padahal dari tingkat DPD II Badung dan DPD I Bali sudah mengusulkan calon I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Wayan Muntra (Diatmika-Muntra).

Rekomendasi langsung diserahkan oleh Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, NTT Gde Sumarjaya Linggih, diterima langsung oleh Giri Prasta di kantor DPP Golkar Jakarta, Minggu (30/8). “Informasinya rekomendasi memang turun hari ini,” ungkap Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Suyasa saat dikonfirmasi.

Hanya saja, soal dukungan ke GiriAsa, ia belum bisa membantah atau membenarkan informasi tersebut. Sebab, surat secara resmi terkait keputusan rekomendasi belum sampai ke pihaknya. “Memang kabarnya di DPP seperti itu. Tapi kami masih menunggu surat secara resmi,” ujarnya.

Dijelaskan, sesuai mekanisme surat akan dikirim oleh DPP ke DPD I di tingkat provinsi. Dari DPD I baru ke DPD II di kabupaten. “Jadi untuk sementara kami menunggu surat dari DPD Provinsi,” jelasnya.

Baca Juga :  Ngeri Mayat Kepala Putus Ditemukan Pemancing, Ini Penjelasan Polisi

Ketua DPD Nasdem Badung, Putu Gede Suyanta terkait kenyataan Golkar beralih ke GiriAsa, tak menyembunyikan kekecewaannya. Sebab selama ini, pihaknya sangat konsisten ikut dari awal membangun Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB). Juga menjaring bakal calon hingga keluar paket Diatmika-Muntra. Namun Golkar justru mengambil keputusan lain. “Tak hanya mendukung, kami bahkan sudah mengusung paket Diatmika-Muntra melalui rekomendasi. Tapi kenyataannya seperti ini, tentunya kami kecewa,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.

Ke depan, pihaknya menegaskan tetap konsisten menjalankan prinsip demokrasi. Pun saat ini sudah tidak memungkinkan mengusung bakal calon lain. “Sesuai aturan kami sudah tidak bisa mengusung calon. Di sana (GiriAsa) kan juga sudah banyak. Tapi kami akan tetap konsisten mengawal demokrasi. Kami juga tidak akan mendukung yang lain,” tegasnya.

Demikian pula DPC Gerindra Badung melalui Sekretaris, I Ketut Sugiana bahkan menyebut KRBB sudah gagal mengajukan calon. Padahal Gerindra rencananya, Senin (31/8),  menyerahkan rekomendasi untuk mengusung Diatmika-Muntra. “Kami anggap ada pengingkaran dari teman Golkar,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Klungkung Musnahkan Puluhan Botol Miras

Sementara Ketua KRBB, AA Tri Candra Arka tak membantah kebenaran rekomendasi DPP Golkar ditujukan ke GiriAsa. Dia pun tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, dari awal sudah menjalankan perintah partai. Hingga akhirnya DPP Golkar mengambil keputusan lain, pihaknya juga tak bisa berbuat banyak. “Politik sifatnya dinamis. Kami sudah berupaya bersama-sama di KRBB. Kami hanya bisa tentunya minta maaf ke teman-teman yang sudah dari awal berjuang,” ujarnya.

Lalu bagaimana kelanjutan KRBB? Gung Cok, sapaan akrabnya tentu karena di awal ada pertemuan untuk membentuk koalisi, nantinya akan ada pertemuan juga terkait masalah ini. Namun, karena tak bisa mengusung calon dan Golkar juga sudah memberi dukungan ke GiriAsa, maka KRBB otomatis bubar. “Ya bubar. Tapi tentu nanti kita adakan pertemuan dulu,” tandasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Isu dukungan Partai Golkar untuk Pilkada Badung 2020 terjawab. Setelah beberapa hari kasak kusuk, akhirnya partai berlogo beringin tersebut mendukung petahana, I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa (GiriAsa). Padahal dari tingkat DPD II Badung dan DPD I Bali sudah mengusulkan calon I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Wayan Muntra (Diatmika-Muntra).

Rekomendasi langsung diserahkan oleh Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, NTT Gde Sumarjaya Linggih, diterima langsung oleh Giri Prasta di kantor DPP Golkar Jakarta, Minggu (30/8). “Informasinya rekomendasi memang turun hari ini,” ungkap Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Suyasa saat dikonfirmasi.

Hanya saja, soal dukungan ke GiriAsa, ia belum bisa membantah atau membenarkan informasi tersebut. Sebab, surat secara resmi terkait keputusan rekomendasi belum sampai ke pihaknya. “Memang kabarnya di DPP seperti itu. Tapi kami masih menunggu surat secara resmi,” ujarnya.

Dijelaskan, sesuai mekanisme surat akan dikirim oleh DPP ke DPD I di tingkat provinsi. Dari DPD I baru ke DPD II di kabupaten. “Jadi untuk sementara kami menunggu surat dari DPD Provinsi,” jelasnya.

Baca Juga :  Suparjo Bantah Kampanye di Pura, Diundang Sebagai Kelian Dadia

Ketua DPD Nasdem Badung, Putu Gede Suyanta terkait kenyataan Golkar beralih ke GiriAsa, tak menyembunyikan kekecewaannya. Sebab selama ini, pihaknya sangat konsisten ikut dari awal membangun Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB). Juga menjaring bakal calon hingga keluar paket Diatmika-Muntra. Namun Golkar justru mengambil keputusan lain. “Tak hanya mendukung, kami bahkan sudah mengusung paket Diatmika-Muntra melalui rekomendasi. Tapi kenyataannya seperti ini, tentunya kami kecewa,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.

Ke depan, pihaknya menegaskan tetap konsisten menjalankan prinsip demokrasi. Pun saat ini sudah tidak memungkinkan mengusung bakal calon lain. “Sesuai aturan kami sudah tidak bisa mengusung calon. Di sana (GiriAsa) kan juga sudah banyak. Tapi kami akan tetap konsisten mengawal demokrasi. Kami juga tidak akan mendukung yang lain,” tegasnya.

Demikian pula DPC Gerindra Badung melalui Sekretaris, I Ketut Sugiana bahkan menyebut KRBB sudah gagal mengajukan calon. Padahal Gerindra rencananya, Senin (31/8),  menyerahkan rekomendasi untuk mengusung Diatmika-Muntra. “Kami anggap ada pengingkaran dari teman Golkar,” ujarnya.

Baca Juga :  Jual Pemandangan Sunrise dan Sunset, Nyuh Ngawit Dilirik Investor

Sementara Ketua KRBB, AA Tri Candra Arka tak membantah kebenaran rekomendasi DPP Golkar ditujukan ke GiriAsa. Dia pun tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, dari awal sudah menjalankan perintah partai. Hingga akhirnya DPP Golkar mengambil keputusan lain, pihaknya juga tak bisa berbuat banyak. “Politik sifatnya dinamis. Kami sudah berupaya bersama-sama di KRBB. Kami hanya bisa tentunya minta maaf ke teman-teman yang sudah dari awal berjuang,” ujarnya.

Lalu bagaimana kelanjutan KRBB? Gung Cok, sapaan akrabnya tentu karena di awal ada pertemuan untuk membentuk koalisi, nantinya akan ada pertemuan juga terkait masalah ini. Namun, karena tak bisa mengusung calon dan Golkar juga sudah memberi dukungan ke GiriAsa, maka KRBB otomatis bubar. “Ya bubar. Tapi tentu nanti kita adakan pertemuan dulu,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/