alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Soal Pemblokiran Epic Games dan Steam, PKN Minta Kominfo Jangan Grasa Grusu

JAKARTA, BALI EXPRESS – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) diharapkan tidak grasa grusu sola pemblokiran aplikasi Epic Games, Steam dan Paypall. Sebab hal itu berdampak serius pada dunia gamer di tanah air maupun sistem keuangan yang bisa membuat warga Indonesia menjadi korbannya.

Pernyataan itu disampaikan ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) setelah melihat gusarnya anak anak milenial, Gen Z atas kebijakan dadakan dari Kominfo ini. “Sebaiknya jangan grasa grusu begitu. Kasihan anak-anak kita dan ini juga bisa menghambat perkembangan dunia game di Indonesia, ” kata ketum PKN Gede Pasek Suardika (GPS) kepada media di Jakarta, (31/7) .

Diakuinya, partainya mendapat banyak aduan dari berbagai kalangan anak-anak. Muda yang berkecimpung di dunia game atas kebijakan Kemenkoinfo tersebut dan menyusahkan mereka. “Jangan hanya pendekatan satu sisi saja, ada sisi lain yang mana dunia global, khususnya dunia digital sangat penting bagi generasi mereka. Pahami denyut kebutuhan mereka juga,” kata Gede Pasek Suardika. Ia juga khawatir langkah ini bisa merugikan perkembangan dunia ITU khususnya industri game yang sistem kerjanya boardless country dan lintas negara.

Baca Juga :  Meliani Tak Ambisi, tapi Siap Ditugaskan Jadi Ketua Golkar Tabanan

Tidak hanya itu, banyak pekerja kreatif digital yang pembayarannya menggunakan Paypall mereka kesulitan mendapatkan uangnya. “Harus dicari solusi yang tepat. Jangan asal blokir. Kasihan mereka hasil kerjanya nyantol disana. Berparadigma global dalam kebijakan nasional sangat penting, ” kata mantan anggota DPR dan DPD RI tersebut.

Perlu seni manajemen dalamĀ  kebijakan ini, bagaimana urusan pendapatan negara bisa bertambah tapi juga tidak merusak ekosistem industri game tanah air.


JAKARTA, BALI EXPRESS – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) diharapkan tidak grasa grusu sola pemblokiran aplikasi Epic Games, Steam dan Paypall. Sebab hal itu berdampak serius pada dunia gamer di tanah air maupun sistem keuangan yang bisa membuat warga Indonesia menjadi korbannya.

Pernyataan itu disampaikan ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) setelah melihat gusarnya anak anak milenial, Gen Z atas kebijakan dadakan dari Kominfo ini. “Sebaiknya jangan grasa grusu begitu. Kasihan anak-anak kita dan ini juga bisa menghambat perkembangan dunia game di Indonesia, ” kata ketum PKN Gede Pasek Suardika (GPS) kepada media di Jakarta, (31/7) .

Diakuinya, partainya mendapat banyak aduan dari berbagai kalangan anak-anak. Muda yang berkecimpung di dunia game atas kebijakan Kemenkoinfo tersebut dan menyusahkan mereka. “Jangan hanya pendekatan satu sisi saja, ada sisi lain yang mana dunia global, khususnya dunia digital sangat penting bagi generasi mereka. Pahami denyut kebutuhan mereka juga,” kata Gede Pasek Suardika. Ia juga khawatir langkah ini bisa merugikan perkembangan dunia ITU khususnya industri game yang sistem kerjanya boardless country dan lintas negara.

Baca Juga :  Jagabaya Dulang Mangap Wajib Jaga Kedamaian dan Ketertiban Bali

Tidak hanya itu, banyak pekerja kreatif digital yang pembayarannya menggunakan Paypall mereka kesulitan mendapatkan uangnya. “Harus dicari solusi yang tepat. Jangan asal blokir. Kasihan mereka hasil kerjanya nyantol disana. Berparadigma global dalam kebijakan nasional sangat penting, ” kata mantan anggota DPR dan DPD RI tersebut.

Perlu seni manajemen dalamĀ  kebijakan ini, bagaimana urusan pendapatan negara bisa bertambah tapi juga tidak merusak ekosistem industri game tanah air.


Most Read

Artikel Terbaru

/