Minggu, 21 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Politik
Pilkada Bali

Daftar Cagub Bali, Rai Mantra Terganjal Pasal 9 Peraturan PDIP

Selasa, 11 Jul 2017 20:30 | editor : I Putu Suyatra

TIM SEMBILAN: Tim Penjaringan Cagub di DPD PDIP Bali menjelaskan aturan partainya, Senin (10/7).

TIM SEMBILAN: Tim Penjaringan Cagub di DPD PDIP Bali menjelaskan aturan partainya, Senin (10/7). (KETUT ARI TEJA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Suhu politik ditubuh PDIP mulai panas. Pasalnya, langkah Walikota Denpasar IB Rai Mantra yang mendaftar sebagai calon gubernur (Cagub) di PDIP, mulai “diganjal” dengan peraturan partai. Hal itu disampikan Tim Penjaringan DPD PDIP. Dijelaskan, dalam pasal 9 peraturan partai disebutkan bahwa, jika perolehan suara partai 25 persen atau perolehan kursi  20 persen keatas, PDIP akan mengusung kader dalam Pilkada. Sedangkan di Bali, PDIP meraup suara 41 persen. Itu artinya non kader terganjal untuk menjadi calon Gubernur (Cagub). Sementara Rai Mantra jelas bukan kader PDIP meskipun sebagai walikota Denpasar dia diusung oleh partai tersebut.

Ketua Tim Sembilan alias Tim Nawa Sanga alias Tim Penjaringan Wayan Sutena, menjelaskan bahwa, dalam aturan partai sudah jelas tertulis bahwa calon yang akan diusung adalah kader. Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua Tim Sembilan Alit Kelakan. “Gini ya, biar jelas baca saja di siaran pers kami. Itu ada pasal 9 yang menjelaskan terkait dengan mekanisme pencalonan,” jelas Alit Kelakan.

Memang sudah dirinci bahwa Peraturan PDIP nomor 04 tahun 2015 tentang rekrutmen dan seleksi calon Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah PDIP, sudah diatur, terkait dengan kader dan non kade ada di pasal 9. Jika perolehan suara partai 25 persen di sebuah daerah, dan perolehan kursi partai 20 persen. Bali yang perolehan suara partai 41 persen, akan menugaskan Anggota Partai sebagai calon Kepala Daerah atau sekaligus Calon Wakil Kepala Daerah.

Jika suara partai 15 persen sampai 24 persen, partai akan mengambil langkah koalisi. Dan menugaskan anggota partai atau kader partai sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Jika di bawah 15 persen, baru akan menugaskan kader atau mendukung calon lain dengan kontrak politik. Dengan kondisi ini, sudah jelas. “Sudah jelas kan, ada ketentuan yang mengatur di partai kami,” kata Sutena.

Artinya IB Rai Mantra sebagai Cagub terganjal dengan mekanisme partai ini? “Kami tidak bisa menjawab sejauh itu. Saya hanya menegaskan tim penjaringan sudah tutup. Hasil kerjanya kami akan jelaskan ke DPD,” kata Sutena.

Termasuk juga ada tudingan dari Ketua Deperda Cok Rat yang mengatakan tidak ada jemput bola. Juga sudah dijelaskan oleh Tim Penjaringan, bahwa membuka pendaftaran dan penjaringan calon sampai tingkat DPC seluruh Kabupaten – Kota sudah masuk dalam kategori tata cara jemput bola.

Sutena kemudian menjelaskan, bahwa hasil penjaringan Bakal Calon Gubernur adalah Dr.Ir I Wayan Koster MM, didaftarkan oleh seluruh DPC di Bali. dengan dokumen lengkap. Sampai berita acara DPC. Kemudian muncul nama Ni Putu Eka Wiryastuti diusulkan oleh DPC PDIP Tabanan, namun tidak ada berita acara rapat DPC. Eka Wiryastuti hanya mengantongi berita acara DPC PDIP untuk bakal calon Wakil Gubernur. Kemudian yang ketiga adalah Rai Mantra didaftarkan pleh DPC Perjuangan, melalui pendaftaran di DPC PDIP Denpasar.

Sedangkan bakal calon Wakil Gubernur, muncul Tjokorda Oka Ardana Sukawati, didaftarkan DPC PDIP Gianyar, Karangasem, Klungkung, Bangli, Badung, Buelelng dan Jembrana. Selanjutnya adalah Putu Agus Suradnyana, didaftarkan oleh DPC PDIP Buleleng dan Gusti Agung Rai Wirajaya yang didaftarkan oleh DPC PDI{ Denpasar. “Kami akan serahkan ke DPD, kemudian rapat DPD memutuskan untuk nanti disetor ke DPP,” pungkas Sutena. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia