Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sembilan Remaja di Jimbaran Curi Uang Sesari untuk Main Game Online

12 Juli 2017, 11: 57: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

REMAJA NAKAL: Sembilan remaja ditangkap Polsek Kuta Selatan karena mencuri uang sesari di Pura Telaga, Jimbaran.

REMAJA NAKAL: Sembilan remaja ditangkap Polsek Kuta Selatan karena mencuri uang sesari di Pura Telaga, Jimbaran. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BADUNG -  Petugas Polsek Kuta Selatan mengamankan sembilan orang remaja karena melakukan pecurian uang sesari ditempat ibadah yakni di Pura Telaga Jalan Pantai Balangan Cengiling, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan pada Senin(10/7). Kesembilan pelaku tersebut adalah KFDY, 19, KYA, 14, MHA, 16, LSA, 16, REK, 16, ASM,15, INHA, 16, RRM, 15, PAP, 14.  Uang hasil curian digunakan untuk main game online.

“Dari kesembilan pelaku tersebut tujuh orang berasal dari Bali dan sisanya dari luar Bali,” terang Kapolsek Kuta Selatan Kompol Wayan Latra Selasa siang (11/7).

Pihaknya menjelaskan bahwa kejadian itu berawal dari petugas Pura yang menemukan pelaku masuk Pura, sekitar pukul 02.30 wita . Kemudian petugas meneriaki dan para remaja ini melarikan diri. Setelah itu pada pukul 07.00 wita masyarakat melapor pada Polsek Kuta dan petugas pun menuju TKP. 

"Sesampainya di TKP ternyata ada 3 sepeda motor yang  tertinggal dan sempat dirusak oleh masyarakat. Lalu pada pagi itu juga kami sudah mengamankan 4 orang remaja ini, dan setelah kami intrograsi selang beberapa jam kami menangkap lainnya," ujarnya.

Dari pengakuan para pelaku tersebut sudah melakukan sebanyak 7 kali hingga ada yang baru melakukan tindak pidana ini. Sementara lokasi Pura yang disasar terlebih dahulu dilakukan survei.

"Alasan mereka mencuri buat bermain game online, dan ada juga alasan buat makan. Dari sembilan orang remaja ini ada yang masih sekolah ada juga yang tidak. Tapi akan kami tetap selidiki," imbuhnya.

Untuk kenakalan remaja ini Kapolsek berencana akan memanggil para orang tua mereka, dan akan di kembalikan pada orang tuanya. Tetapi penyelidikan akan terus dikembangkan.

 "Kami menduga mereka ini mempunyai kelompok-kelompok di wilayah ini dan orang tua mereka juga sering mengeluhkan kalau mereka ini sering keluar malam. Tetap kami akan selidiki dan memberikan efek jerah pada mereka," pungkasnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia