Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Maestro Kundalini Doakan Leluhur, Ingin Dilahirkan Kembali di Bali

28 Juli 2017, 07: 57: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

GURU-MURID: Maestro Kundalini India Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami (kiri) temui murid tunggalnya di Bali, Rasa Acharya Praburaja Darmayasa.

GURU-MURID: Maestro Kundalini India Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami (kiri) temui murid tunggalnya di Bali, Rasa Acharya Praburaja Darmayasa. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Maestro Kundalini India Guru Ji Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami Ji beserta Mata Ji, sudah sejak  24 Juli 2017 berada di Bali, bertemu murid tunggalnya Rasa Acharya Praburaja Darmayasa di Ashram Meditasi Angka, Padanggalak, Sanur. Apa yang dilakukan dua tokoh spiritual, guru dan murid ini di Bali?

Kedatangan tokoh spiritual dunia  Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami Ji beserta Mata Ji  disambut hangat ribuan peserta Meditasi Angka di Bali. Aktivitas utama yang dilakukan tokoh spiritual asal Vrindavan, India ini, sejak menginjakkan kakinya di Pulau Dewata, 24 Juli 2017,  memberikan pencerahan, meditasi, dan bersama mendoakan ketenangan dan kedamaian leluhur semua umat.

"Sangat banyak kawan yang pada umumnya sambil terharu dan menangis menyampaikan pengalamannya mendoakan leluhur bersama Guru Ji. Mereka mengalaminya langsung, bahkan ada yang banyak 'melihat' leluhurnya berbahagia," papar Rasa Acharya Praburaja Darmayasa di Ashram Meditasi Angka, Padangggalak, Sanur, Kamis (27/7)  kemarin.

Baca juga: Bali Express dan EC Executive Karaoke Ingin Saling Dukung

Pihaknya hanya mengucapkan selamat berbahagia kepada semua yang sudah ikut melakukan doa leluhur. "Khususnya mendoakan beliau-beliau yang telah berjasa dalam perjuangan kemerdekaan bangsa kita, mereka yang meninggal dalam tragedi 30 September 65, korban bom Bali, dan lainnya," terang Rasa Acharya Praburaja Darmayasa.

Dikatakannya, ketika kita mendoakan leluhur, itu sudah termasuk leluhur siapa saja, bahkan leluhur dari mereka yang 'memusuhi' kita. "Doa leluhur adalah untuk leluhur, bukan untuk perbedaan serta perselisihan dunia," urainya.

Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami mengingatkan, bangunlah keluarga Kutumba, yaitu keluarga yang tidak mengutamakan baik-buruk dan benar-salah, melainkan mengutamakan kasih sayang dan dengan mudah saling memaafkan.

"Yang pertama akan mengantarkan kepada perpisahan dan perpecahan, sedangkan yang kedua akan mengantarkan kepada kebahagiaan bersama, selamanya," paparnya.

Dikatakannya, jangan pernah bermimpi kita bisa berbaring di atas awan putih yang empuk. Jangan pernah bermimpi kita bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian sejati dengan berlindung pada harta benda, jabatan dan lain-lain.

Untuk datang kepada Tuhan, lanjutnya, kita harus meminggirkan ego, menjadilah egoless. "Itulah kesimpulan dari keseluruhan ajaran kitab suci Bhagavad-gita,"  katanya.

Bila datang ke Bali Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami, pasti berkunjung ke Pura Besakih, tempat yang dinilai sangat damai dan indah. Khusus di kawasan suci ini, penemu teknik Meditasi Angka yang  akhirnya tersebar di seantero dunia ini, seperti biasa melaksanakan persembahyangan dan sujud mencium ibu pertiwi.

Pria berbadan tambun ini memang memiliki kemampuan supra yang mampu membaca masa lalu dan masa datang seseorang, bahkan untuk urusan sakit medis dan non medis bisa ditanggulangi berkat restu Yang Maha Sempurna.

Pria murah senyum dan humble ini, kerap mengaku tidak bisa apa-apa, juga tidak punya kemampuan karena dirinya hanyalah perantara. 

Lantaran sifat kasihnya yang tinggi terhadap siapa pun, maka tak mengherankan bila Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami bepergian ke suatu tempat, ratusan pengikut Meditasi Angka pasti akan berlomba ikut agar bisa mendekat untuk mendapat vibrasi khusus. Setiap berkunjung ke Bali, rasa kagumnya terhadap alam dan spirit Bali selalu meluncur dari bibirnya.

"Jika aku harus lahir lagi ke dunia ini, maka aku ingin terlahirkan di Bali. Aku ingin menjadikan Bali sebagai Janma Bhumi (tempat kelahiran) dan India sebagai Karma Bhumi (tempat berkarya)," pungkas Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami 

(bx/rin/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news